Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Berpakaian Pejuang Era Kolonial, Pj Wali Kota Malang Diserbu Emak-emak saat Pimpin Rombongan Pawai Budaya

Redaksi by Redaksi
April 27, 2024 3:48 pm
in Pemerintahan
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berfoto bersama emak emak saat memimpin pawai di kawasan Kayutangan. (Foto/M Sholeh)

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berfoto bersama emak emak saat memimpin pawai di kawasan Kayutangan. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang mengenakan pakaian pejuang era kolonial Belanda diserbu emak-emak untuk berfoto bersama saat memimpin rombongan Pawai Budaya dalam rangkaian peringatan HUT Kota Malang ke-110 pada Sabtu (27/4/2024).

Pemandangan itu tampak terlihat saat Wahyu Hidayat bersama rombongannya berjalan di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Basuki Rachmat, Kota Malang. Emak-emak beserta masyarakat umum lainnya yang melihat pawai itu memanfaatkan kesempatan untuk berswafoto bersama.

READ ALSO

Bupati Malang Anggarkan Rp6 Miliar untuk Perluas Pasar Turen Usai Kebakaran

DPRD Kota Batu Setujui Raperda APBD 2025, Kebocoran PAD Jadi Sorotan

Baca Juga: Petugas Mal Kurang Tegas Atur Kemacetan, Pj Wali Kota Malang Surati Manajemen MOG

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berfoto bersama peserta pawai. (Foto/M Sholeh)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berfoto bersama peserta pawai. (Foto/M Sholeh)

Dalam acara Pawai Budaya Kota Malang itu, para peserta dari berbagai elemen masyarakat mengenakan berbagai kostum. Mulai kostum era kolonial Belanda, seni bantengan hingga kostum budaya saat ini.

Penampilan adegan pejuang bergerilya di era kolonial Belanda. (Foto/M Sholeh)
Penampilan adegan pejuang bergerilya di era kolonial Belanda. (Foto/M Sholeh)

Para peserta juga membawakan miniatur ikon-ikon bangunan bersejarah di Kota Malang. Mulai Tugu yang ada di Alun-Alun Tugu, gedung BI. Kemudian ada juga miniatur Gedung MCC hingga tandon air PDAM raksasa.

Baca Juga: PLUT KUMKM Summit Bersama Menteri Koperasi, Pj Wali Kota Malang: Ini Bentuk Penghormatan

Pawai Budaya Kota Malang itu bertajuk ‘Berselaras untuk Kota Malang Berkelas Kolaborasi Kuno-Kini (Kolonial-Milenial). Pesan tajuk acara ini yakni agar masyarakat bisa mengingat kembali perjuangan para pendahulu dalam menatap masa depan.

Seni Bantengan turut meramaikan Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Seni Bantengan turut meramaikan Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Para peserta pawai ini berkeliling kota dengan start mulai Balai Kota Malang. Kemudian berjalan menuju rute kawasan Kayutangan Heritage hingga finish di Jalan Semeru. Sepanjang rute pawai tersebut, ribuan masyarakat tampak antusias untuk menonton pawai.

“Jadi peserta memang kami dorong untuk menampilkan kesan Kota Malang kuno atau era kolonial dan Kota Malang kini atau yang milenial. Kemudian tentunya juga menampilkan kebudayaan kita,” kata Wahyu Hidayat.

Penampilan tari Topeng Malangan dalam Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Penampilan tari Topeng Malangan dalam Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Dalam momentum HUT Kota Malang ke-110 itu, Wahyu ingin kegiatan pawai budaya ini menjadi pengingat masyarakat terhadap perjalanan Kota Malang dari masa ke masa. Yakni mulai era kolonial hingga saat ini.

“Jadi nuansa kostum era kolonial Belanda kental sekali karena berdirinya Kota Malang pada 1 April 1914 itu terjadi saat penjajahan Belanda,” ujarnya.

Penampilan peserta Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Penampilan peserta Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Wahyu mengatakan bahwa pawai ini juga untuk ‘Menolak Lupa’ terhadap sejarah Kota Malang. Dengan menolak lupa, maka seluruh elemen masyarakat bisa bersatu untuk melestarikan jejak sejarah yang ada di Kota Malang.

“Kami menolak lupa. Dengan menolak lupa maka kita bisa melestarikan sejarah sejarah yang menjadikan Kota Malang semakin hari semakin baik,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: HUT Kota Malangkayutangan heritagePJ Wali Kota MalangWahyu Hidayat

Related Posts

Bupati Malang, Sanusi (topi hitam) meninjau lahan di sekitar Pasar Turen yang terdampak kebakaran. Foto: Pemkab Malang
Pemerintahan

Bupati Malang Anggarkan Rp6 Miliar untuk Perluas Pasar Turen Usai Kebakaran

Rabu, 15 Jul 2026
DPRD Kota Batu Setujui Raperda APBD 2025, Kebocoran PAD Jadi Sorotan
Pemerintahan

DPRD Kota Batu Setujui Raperda APBD 2025, Kebocoran PAD Jadi Sorotan

Senin, 13 Jul 2026
Bupati Sanusi Dampingi Wamen PPPA Bahas Penguatan Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang
Pemerintahan

Bupati Sanusi Dampingi Wamen PPPA Bahas Penguatan Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang

Senin, 13 Jul 2026
Bapenda Kota Malang Gencar Sosialisasi dan Jemput Bola, Tren Opsen PKB dan BBNKB Meningkat
Pemerintahan

Bapenda Kota Malang Gencar Sosialisasi, Tren Opsen PKB dan BBNKB Meningkat

Jumat, 10 Jul 2026
Realisasi PBB-P2 Kota Batu Turun, Baru Capai Rp6,6 Miliar
Pemerintahan

Realisasi PBB-P2 Kota Batu Turun, Baru Capai Rp6,6 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026
Ketua DPRD Kota Batu Dorong Pejabat Sekda Baru Akselerasi Pembangunan Terpadu
Pemerintahan

Ketua DPRD Kota Batu Dorong Pejabat Sekda Baru Akselerasi Pembangunan Terpadu

Kamis, 9 Jul 2026
Next Post
Petugas melalukan pembasahan di lokasi kebakaran di Lawang, Kabupaten Malang. Foto: Damkar Kabupaten Malang

Kebakaran di Lawang Akibat Puntung Rokok, Pemilik Rumah Tewas

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.