Malang, Tugumalang.id-Event Pesona Gondanglegi XII tetap berlangsung meriah meskipun sempat diguyur hujan pada awal acara. Parade kostum dan sound tahunan ini dimulai pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 15.00 dan masih berlanjut hingga Minggu (16/11/2025) siang.
Sebanyak 43 kelompok, terdiri dari 38 peserta dan lima delegasi, mengikuti parade sepanjang hampir empat kilometer dari Kantor Pertanian Desa Putat Lor menuju garis akhir di Universitas Moder Al Rifaie, Desa Ketawang.

Setiap kelompok diisi puluhan peserta dengan batas maksimal 100 orang. Secara keseluruhan, event ini diikuti sekitar 3.000 hingga 4.000 peserta. Mayoritas berasal dari Kecamatan Gondanglegi, sementara hanya enam kelompok yang datang dari luar kecamatan.
Tahun ini, Pesona Gondanglegi XII mengusung tema Ilusory, yang bermakna ilusi atau imajinasi yang diwujudkan dalam bentuk kostum dan alur cerita.
Baca juga: Ribuan Peserta Akan Meriahkan Pesona Gondanglegi XII
Setiap kelompok memulai parade dengan truk bermuatan sound system yang dilengkapi videotron dan pencahayaan. Di belakang truk tersebut, para peserta tampil dengan kostum sesuai tema masing-masing dan berjalan sambil menari.
Bupati Malang, Sanusi, dalam sambutannya saat membuka Pesona Gondanglegi XII, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta Forkopimcam Gondanglegi yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini.
“Meskipun cuaca sempat diguyur hujan, semangat masyarakat dan para peserta tidak pernah luntur. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kebersamaan warga Kabupaten Malang tetap hidup dan terus berkembang,” ujar Sanusi.

Ia berharap karnaval yang digelar setiap tahun ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelaku seni. Dengan demikian, generasi muda dapat terus berkarya dan memperkuat identitas budaya Kabupaten Malang.
Baca juga: Fakta Menarik Pesona Gondanglegi 2025: Kemeriahan Budaya dan Kreativitas Masyarakat Kabupaten Malang
Ketua Pelaksana Pesona Gondanglegi XII, Iim Sahita Zahro, menjelaskan bahwa 38 peserta dinilai oleh juri yang ahli di bidangnya. Panitia menghadirkan juri dari Kota Malang yang berkompeten di bidang teater, tari, musik, budaya, dan ketertiban.
“Kami akan menilai kostum yang mereka kenakan, serta cerita dan peragaan yang disuguhkan,” kata pria yang akrab disapa Boim tersebut.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























