Tugumalang.id – Peringatan Hari Santri 2025 berlangsung khidmat di depan Balai Kota Malang pada Rabu (22/10/2025). Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengajak para santri untuk menjadi motor pembangunan peradaban dunia yang damai dan adil.
Dalam amanatnya, Wahyu Hidayat menyampaikan pesan dari Menteri Agama RI, Prof Nassaruddin Umar. Ia menegaskan Hari Santri harus menjadi refleksi untuk memperkokoh peran santri dalam kemajuan bangsa.
Baca Juga: Fun Walk Meriahkan Dies Natalis ke-44 Unisma Sekaligus Peringatan Hari Santri Nasional 2025
Wahyu juga mengingatkan kembali makna Hari Santri yang berawal dari resolusi jihad sebagai tonggak kebangkitan nasionalisme santri dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Untuk itu, dia kembali membakar spirit para santri, terutama yang ada di wilayah Kota Malang untuk benar benar menjadi agen perubahan bahkan motor pembanguban perdaban bangsa yang damai dan berkeadilan.
“Santri hari ini tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, melainkan pelaku sejarah baru yang membawa nilai Islam rahmatan lil alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadilan,” tuturnya.
Menurutnya, peringatan Hari Santri 2025 bertajuk “Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia” ini sangat relevan dengan semangat menyongsong tantangan global. Santri menurutnya, bukan hanya penjaga kemerdekaan tetapi juga penggerak kemajuan bangsa.
Baca Juga: Santri Malang Demo Trans7, Alumni Lirboyo Tegaskan: Kami Tak Menghamba Kiai
Lebih jauh, Wahyu juga menggambarkan perkembangan teknologi yang kini didominasi kecerdasan buatan atau AI. Dia mengajak santri juga bisa berdampatsi dengan perkembangan teknologi dengan tetap mampu menebar nilai nilai kebermanfaatan.
“Santri masa kini tidak hanya dituntut menguasai kitab kuning, tapi juga teknologi, sains dan bahasa dunia. Dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru bagi santri,” urainya.
“Rawatlah tradisi pesantren, tapi juga peluklah inovasi zaman. Tunjukkan bahwa santri bisa menjadi solusi, bukan sekadar penonton,” imbuhnya.
Baca Juga: PSGA UIN Malang Aktif Fasilitasi Diklat Pesantren Ramah Santri Yayasan Mamba’ul Ma’arif
Di sisi lain, Wahyu menyebut bahwa pemerintah harus benar benar hadir menjaga eksistensi santri. Salah satunya melalui implementasi UU No.18/2019 tentang Pesantren dan Perpres No.82/2021 tentang pendanaan pesantren yang mengatur keberadaan dana abadi pesantren.
Dia juga menekankan pentingnya layanan gizi dan kesehatan di lingkungan pesantren. Misalnya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis gagasan Presiden Prabowo yang juga menyasar pesantren.
“Ini sejarah baru, untuk pertama kalinya para santri mendapatkan layanan gizi dan kesehatan secara massal agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat dalam mengabdi bagi negeri,” tuturnya.
Wahyu mengatakan, program nasional tersebut menjadi bentuk perhatian dari pemerintah untuk pesantren sebagai lembaga pendidikan bangsa yang telah berdiri dan mengabdi untuk generasi sebelum Indonesia merdeka.
“Negara berutang budi pada pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” kata Wahyu.
Dalam penutupannya, Wahyu menyerukan bahwa santri merupakan masa depan Indonesia. Wahyu juga tak lupa menyampaikan bela sungkawa atas tragedi Ponpes Al Khiziny, Sidoarjo.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Malang, selamat Hari Santri. Semoga santri Kota Malang semakin berkontribusi bagi bangsa Indonesia,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























