Tugumalang.id – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Malang berperan aktif sebagai fasilitator utama dalam Diklat Pesantren Ramah Santri yang diselenggarakan Yayasan Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang pada 26–27 September 2025 di Villa Puncak Pacet Resort.
Kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta yang terdiri dari pengasuh asrama, kepala madrasah, dan pengurus sekolah di bawah naungan yayasan.
Sambutan pembuka disampaikan Ketua Yayasan, Nyai Hajah Muniroh Iskandar, dilanjutkan opening ceremony oleh Nyai Hajah Muflihah Shohib.
Baca Juga: UIN Malang Gelar Diskusi Nasional Bahas Isu Strategis dan Moderasi Beragama
Peran Strategis PSGA UIN Malang
Dalam pelatihan ini, tim PSGA UIN Malang dipercaya untuk memfasilitasi sejumlah sesi kunci. Aprilia Mega, dosen psikologi sosial sekaligus Kepala PSGA, membawakan materi Manajemen Kesejahteraan Psikologis Stakeholders Pesantren yang membagi peserta ke dalam kelas pengasuh dan pengurus.

Pada hari kedua, Aprilia Mega juga memberikan keterampilan teknis melalui praktik Psychological First Aid (PFA) serta teori konseling dan komunikasi efektif. Materi ini diapresiasi peserta karena relevan dengan tantangan nyata pengasuhan dan pendampingan santri di pesantren.
Baca Juga: Tutup Retreat Pimpinan Baru UIN Malang Periode 2025-2029, Rektor Ingatkan Soal Integritas dan Komitmen
“Pesantren harus menjadi rumah kedua bagi santri, tempat yang aman sekaligus mendidik. Karena itu pengasuh dan pengurus perlu dibekali keterampilan praktis agar mampu merespons masalah psikologis sejak dini,” jelas Aprilia Mega dalam sesi pelatihan.
Dinamika Pelatihan
Selain PSGA UIN Malang, turut hadir tim fasilitator dari KOPPATARA yang mendampingi jalannya diskusi kelompok, penyusunan SOP, serta perumusan rencana tindak lanjut (RTL).
Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari konsep pesantren ramah anak, tumbuh kembang remaja, hingga strategi tata kelola pesantren yang aman dan ramah santri.
Hasil dan Harapan
Dari diskusi intensif yang dipandu fasilitator, pengasuh dan pengurus merumuskan prioritas strategis demi mewujudkan pesantren ramah santri.
Fokus utamanya mencakup penciptaan lingkungan aman dan bebas kekerasan, tata kelola yang transparan, serta pembinaan akhlak, bakat, dan kepemimpinan santri.
Yayasan Mamba’ul Ma’arif menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil pelatihan ini. Dengan pendampingan PSGA UIN Malang, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang tumbuh kembang santri yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rili UIN Malang
Editor: Herlianto. A





























