MALANG | bidik.news – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang mengambil langkah strategis dalam pengelolaan wisata alam berbasis hutan dengan menggelar pembahasan tindak lanjut perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pemanfaatan kawasan hutan sebagai jalur pendakian Gunung Panderman, Gunung Buthak, dan Gunung Bokong.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin (4/8/2025) di Aula Kantor KPH Malang dan dihadiri oleh Administratur/KKPH Malang Kelik Djatmiko beserta jajaran, Ketua LMDH Wana Tani Ahmad Syaifudin, serta CEO PT Manggala Teknologi Nusantara Hario Laskito Ardi selaku mitra pengelola sistem tiket pendakian digital.
Langkah Sementara: Sepakati Legalitas Sementara Lewat Berita Acara
Dalam sambutannya, Kelik Djatmiko menjelaskan bahwa proses perpanjangan PKS pengelolaan wisata pendakian saat ini tengah mengikuti regulasi terbaru yang ditetapkan oleh Kantor Pusat Perhutani. Untuk mengantisipasi kekosongan legalitas selama masa transisi, para pihak menyepakati dibuatnya Berita Acara Kesepakatan Keberlanjutan Kerja Sama.
Baca juga: Perhutani Tegas: Konservasi Penyu di Bajul Mati adalah Harga Mati
“Perpanjangan PKS ini masih dalam proses sesuai mekanisme baru dari pusat. Untuk menjaga kelangsungan operasional di lapangan, kami sepakat melanjutkan kerja sama melalui Berita Acara sementara,” ujar Kelik.
Respons Positif Mitra Lapangan: LMDH dan PT Manggala Siap Ikuti Prosedur Baru

Ketua LMDH Wana Tani, Ahmad Syaifudin, menyambut baik inisiatif Perhutani. Menurutnya, legalitas sementara sangat penting untuk menjaga kelancaran operasional, terutama dalam menghadapi musim pendakian Agustusan yang biasanya mengalami peningkatan jumlah pendaki.
“Kami siap mengikuti mekanisme baru Perhutani. Berita Acara ini menjadi dasar legal kami untuk terus mendukung pengelolaan wisata pendakian,” ungkap Ahmad.
Sementara itu, PT Manggala Teknologi Nusantara selaku penyedia sistem tiket online juga menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan sistem mereka dengan aturan baru, guna mendukung transparansi dan efisiensi layanan.
Komitmen Bersama Jaga Kelestarian Gunung dan Ekosistem Hutan
Perpanjangan kerja sama ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, memberdayakan masyarakat desa hutan, serta memastikan kenyamanan dan keamanan pendaki yang berkunjung ke Gunung Panderman, Buthak, dan Bokong.
Baca juga: Three Parted Sukses Konservasi Penyu di Pantai Bajul Mati Malang
Dukungan Mitra Teknologi dan Tata Kelola Harus Berwawasan Lingkungan
Sementara itu, CEO PT Manggala Teknologi Nusantara, Hario Laskito Ardi, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penguatan tata kelola wisata pendakian yang lebih tertib dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi langkah tegas Perhutani. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap sistem yang transparan dan bertanggung jawab. Kesepakatan ini memberi ruang bagi kami untuk menjalankan peran sebagai mitra resmi,” ungkap Hario.
Ia menambahkan, kesepakatan yang dihasilkan akan menjadi dasar hukum kuat untuk operasional di lapangan serta memperkuat sinergi lintas pihak dalam pengelolaan wisata berbasis konservasi.
Menuju Ekowisata yang Berkelanjutan dan Ikonik
Kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan mitra swasta ini tak sekadar membuka jalur pendakian, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga kelestarian hutan. Ketiga gunung yang dikelola—Panderman, Buthak, dan Bokong—didorong untuk menjadi ikon ekowisata dengan pendekatan konservasi lingkungan.
Baca juga: Eksplorasi Konservasi Penyu di Pantai Bajul Mati, Kolaborasi Tugumalang.id dan Perhutani KPH Malang
Melalui kolaborasi dan kesepahaman ini, diharapkan pengelolaan wisata tidak hanya menumbuhkan ekonomi lokal, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem hutan sebagai warisan alam yang perlu dijaga generasi mendatang.(rul)
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Rully Novianto
redaktur: jatmiko





























