Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Eksplorasi Konservasi Penyu di Pantai Bajul Mati, Kolaborasi Tugumalang.id dan Perhutani KPH Malang

Redaksi by Redaksi
Juli 14, 2025 4:36 pm
in News
Eksplorasi Konservasi Penyu

Siswa Sekolah Alam BSTC antusias terlihat melepasliarkan tukik.foto/dok.Perhutani KPH Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Tim Tugumalang.id bekerja sama dengan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang menggelar ekspedisi jurnalistik bertema konservasi penyu pada Sabtu, 12 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Bajul Mati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Tim ekspedisi terdiri dari jurnalis dan pegiat lingkungan, yakni Rully Novianto (Tugumalang.id), Dwi Susilowardhani, Muhammad Hilmy (Perhutani), serta Abdullah Adil Sejahtera dari Universitas Brawijaya. Ekspedisi ini menjadi kolaborasi perdana yang konkret usai kunjungan redaksi Tugumalang.id ke kantor Perhutani KPH Malang beberapa waktu lalu.

READ ALSO

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Tujuan Eksplorasi Konservasi Penyu

Tim Ekpsedisi Jurnalistik
Tim Ekpsedisi Jurnalistik Konservasi Penyu berpose bersama personel Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang, Satpolairud Polres Malang sebelum pelepasliaran tukik di Pantai Bajul.dok

Tujuan utama kegiatan ini memperkenalkan kepada masyarakat bahwa wilayah Malang memiliki pusat konservasi penyu yang dikelola secara kolaboratif oleh Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), Perhutani KPH Malang, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

Tepat pukul 13.00 WIB, tim berangkat dari kantor Perhutani KPH Malang yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto No.14, Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Baca juga: Perhutani KPH Malang Perkuat Sinergi dengan Polres dan Kejaksaan untuk Pengamanan Hutan

Perjalanan menuju Pantai Bajul Mati memakan waktu sekitar tiga jam. Rasa lelah pun terbayar lunas dengan keindahan panorama sepanjang Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang membentang eksotis di pesisir selatan Malang. Sepanjang perjalanan, rombongan disuguhi pemandangan deretan pantai memesona yang menjadi daya tarik wisata alam di Malang Selatan.

Beberapa destinasi pantai yang dilewati antara lain Pantai Sendang Biru, Pantai Tiga Warna, Teluk Penyu, Pantai Ungapan, Pantai Watu Bolong, Pantai Batu Bengkung, Pantai Goa China, Pantai Balekambang, dan Pantai Kondang Merak. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, rombongan tidak sempat mengeksplorasi seluruh destinasi tersebut.

Sambutan Alam dan Misi Konservasi

Rombongan kecil kami tiba Pantai Bajul Mati sekitar pukul 16.00 WIB, disambut hamparan pasir cokelat, rimbunnya pohon pinus dan suara deburan ombak Samudra Hindia menyapa dengan suara yang khas nyaring dan dalam berpadu dengan pemandangan tebing batu karang dan formasi bebatuan yang menyerupai punggung bajul (buaya), yang menjadi asal muasal nama pantai ini.

Baca juga: Berkomitmen Saling Bekerja Sama, Perhutani KPH Malang Teken MoU dengan Kejari Kabupaten Malang

Namun lebih dari sekadar keindahan alamnya, Bajulmati menyimpan misi konservasi penting. Di sinilah berdiri BSTC, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang telah aktif menyelamatkan penyu sejak 2009. Setiap tahun, ribuan telur penyu direlokasi dari lokasi berisiko, ditetaskan secara semi alami, dan dilepas kembali ke laut.

Ekowisata yang Dikelola Profesional

Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan
Dari kiri : Humas BSTC, Hari Subagyo, Ketua BSTC, Sutari saat memberikan piagam penghargaan kepada Asper Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sumbermanjing, Amir Chamzah dan Kepala Sub Seksi (KSS) Agroforestri dan Ekowisata Wisata Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Dwi Susilowardhani. foto/dok.Perhutani KPH Malang

Kami disambut Asper Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sumbermanjing, Amir Chamzah. Dari kejauhan terdengar suara speaker yang mengarahkan wisatawan untuk mempersiapkan diri melepasliarkan tukik (anak penyu).

Semakin mendekati area konservasi semakin kagum dengan pola pengelolaan ekowisata yang dilakukan relawan BSTC. Bagaimana tidak, bukan hanya mengandalkan kegiatan pelepasliaran tukik, mereka juga menyediakan fasilitas konservasi, seperti sekolah alam, dapur umum, embung, tandon air, lokasi inkubasi telur penyu, dan pengelolaan limbah di area konservasi di lahan Perhutani.

Program Sekolah Alam yang mereka dirikan bisa diikuti masyarakat umum. Tidak hanya mengajarkan materi konservasi, tetapi juga mengajak peserta terlibat langsung dalam berbagai aktivitas nyata di kawasan konservasi penyu.

Sekolah alam ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di antaranya, Saung Edukasi dan Pendopo Alam, yaitu ruang terbuka beratap rumbia yang sejuk yang menjadi pusat kegiatan diskusi, kelas interaktif, hingga pemutaran film dokumenter tentang penyu dan ekosistem pantai. Tempat ini juga menjadi titik kumpul utama peserta sebelum memulai kegiatan lapangan.

Pengalaman Langsung Bersama Tukik

Tim ekspedisi Jurnalistik
Tim Ekpsedisi Jurnalistik Konservasi Penyu, Rully Novianto (Tugumalang.id), Dwi Susilowardhani, Muhammad Hilmy (Perhutani) dan Abdullah Adil Sejahtera (Universitas Brawijaya).dok/perhutani KPH Malang

Siswa Sekolah Alam juga dapat melihat langsung bagaimana telur-telur penyu diselamatkan dan ditetaskan secara semi alami. Mereka diajak berinteraksi langsung dengan tukik memberi makan, hingga belajar tentang siklus hidupnya.

Baca juga: Tim Tugu Media Group Silaturahmi ke Kantor Perhutani KPH Malang, Membahas Potensi Hutan di Masa Depan

Tidak hanya itu, BSTC juga menyiapkan Trekking Edukasi, yaitu fasilitas jalur tracking pendek untuk mengenalkan jenis vegetasi pantai, habitat penyu, serta pentingnya kawasan hutan pesisir dalam menjaga abrasi dan iklim mikro di sekitar pantai.

BSTC juga menyediakan peralatan sederhana untuk pengamatan biota laut, jenis pasir, hingga dokumentasi proses konservasi.

Secara umum, kami menilai tempat ini adalah lokasi yang nyaman untuk berwisata dan belajar, tidak kalah menarik dengan tempat wisata modern yang tiketnya jauh lebih mahal ketimbang mengikuti program konservasi penyu.

Dedikasi Relawan Tanpa Pamrih

Jauh dari kesan formalitas, kami menilai para relawan BSTC bekerja dengan totalitas tanpa pamrih sejak didirikan 2009 lalu. Meskipun mayoritas relawannya adalah warga lokal yang berada di pesisir pantai, namun militansi dan pengetahuannya tidak bisa dianggap remeh.

Sekolah Alam BSTC didukung oleh tim pengelola konservasi yang berpengalaman, bahkan mereka juga memiliki tenaga ahli dokter hewan. Mereka tidak hanya menyampaikan materi di ruang kelas, tapi juga langsung membimbing siswa dalam kegiatan seperti relokasi telur penyu dari lokasi berbahaya, pemantauan penyu bertelur di malam hari, dan pembersihan pantai dan edukasi sampah plastik yang mengganggu kehidupan penyu.

Penyu Mendarat di 58 Titik di Bajul Mati

Ketua BSTC, Sutari menjelaskan bahwa seluruh relawan di selalu aktif menjaga sarang penyu di sepanjang Pantai Bajulmati.

“Di Bajul Mati, pantai sepanjang 2 km ini terdapat setidaknya ada 58 titik pendaratan penyu dari berbagai spesies, penyu sisik, hijau, belimbing, dan lekang”, jelasnya usai memberikan materi Sekolah Alam yang diikuti ratusan peserta dari Surabaya dan beberapa mahasiswa Universitas Brawijaya.

Sutari tidak ingin kegiatan konservasi yang dikelola bersama relawan lainnya dimaknai formalitas. Lebih dari itu, Ia berharap perjuangannya bisa menjadi sarana peserta untuk bisa menghargai proses, meresapi perjuangan konservasi, dan membuka mata bahwa sejatinya manusia memiliki tugas untuk turut serta menjaga kelestarian alam.

Tukik Dilepas, Peserta Pulang dengan Pengalaman Berkesan

Saat senja, peserta terlihat antusias berdiri di tepi pantai untuk melepasliarkan tukik.
Diana, warga asal Surabaya mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Ini adalah pengalaman pertama, ndak rugi ikut, sengaja saya ajak keluarga setelah lihat di instagram, ini baru namanya liburan, anak juga bisa belajar langsung tentang penyu”, ucapnya.

Mungkin komentar Diana mewakili sebagian peserta yang hadir di acara pelepasliaran tukik. Yang jelas meskipun berada di lokasi yang jauh dari perkotaan, Konservasi Penyu Pantai Bajul Mati bisa menjadi destinasi utama wisatawan yang ingin mencoba petualangan baru sekaligus belajar menjadi manusia yang menghargai kelestarian alam.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Rully Novianto (Tim Expedisi, Tugumalang.id)

redaktur: jatmiko

Tags: bajulmati sea turtle conservationbstcekowisata malangekpedisikonservasipenyuekspedisi jurnalistikekspedisi konservasi penyuekspedisikonservasipenyukonservasi lautkonservasi penyupantai bajul matipantai di malangpelepasliaran tukikpenyu jawa timurperhutani malangrelawan lingkungansekolah alam penyuwisata edukasiWisata Malang Selatan

Related Posts

Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
MPLS 2025

MPLS 2025 Dimulai, Dindik Jatim Instruksikan Sekolah Bekali Siswa Kuasai Teknologi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.