Malang, Tugumalang.id – Istilah angin duduk sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan nyeri dada mendadak. Namun, gejala ini juga bisa menjadi tanda serangan jantung. Meski mirip, perbedaan angin duduk dan serangan jantung sangat penting untuk dikenali agar tidak salah penanganan.
Meski gejalanya mirip dengan serangan jantung, kedua kondisi ini sangat berbeda, baik dari penyebab maupun penanganannya. Lalu, apa saja perbedaan angin duduk dan serangan jantung?
Baca juga: 7 Cara Mencegah Penyakit Jantung Sejak Usia Muda
Gejala Serupa, Penyakit Berbeda
Dalam channel youtubenya DRV Channel, @DokterVito, Dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP(K), dokter spesialis jantung dan pembulun darah ini mengungkapkan, baik angina pektoris maupun serangan jantung memang sama-sama menunjukkan gejala nyeri dada. Namun, pada angina pektoris, nyeri biasanya bersifat sementara dan muncul saat aktivitas fisik atau stres.
Sebaliknya, serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung benar-benar terhenti akibat penyumbatan. Kondisi ini bisa sangat fatal jika tidak segera ditangani.
“Kesalahan yang sering terjadi adalah mengira serangan jantung sebagai angin duduk, lalu menangani dengan cara yang tidak tepat seperti kerokan. Ini justru bisa berakibat fatal,” jelas dr. Vito.
Bahaya Kerokan Saat Serangan Jantung
Banyak orang percaya bahwa kerokan dapat mengatasi angin duduk. Padahal, jika yang terjadi sebenarnya adalah serangan jantung, kerokan hanya akan memperlambat penanganan medis yang seharusnya segera dilakukan.
“Ini bisa membahayakan jiwa karena waktu sangat krusial saat serangan jantung terjadi,” tambah dr. Vito.
Bedakan Gejala Angina Pektoris dan Serangan Jantung
Keduanya memang sama-sama menyebabkan nyeri dada, namun ada beberapa perbedaan yang bisa dikenali:
Angina pektoris: Nyeri biasanya ringan hingga sedang, terasa seperti ditekan, dan reda setelah istirahat atau minum obat.
Serangan jantung: Nyeri bisa lebih intens, disertai keringat dingin, mual, sesak napas, bahkan bisa menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung.
Beberapa pasien serangan jantung juga mengeluhkan rasa tidak nyaman di perut, mirip seperti sakit maag.
Cara Penanganan yang Tepat
Untuk angina pektoris:
Istirahat dan konsumsi obat yang diresepkan dokter seperti nitrat, beta blocker, atau antiplatelet. Jika gejala tidak membaik, segera periksa ke dokter atau IGD.
Untuk serangan jantung:
Segera hubungi layanan darurat medis. Sambil menunggu, posisikan pasien dalam posisi setengah duduk dan bantu atur napasnya. Jika pasien tidak sadarkan diri dan ada yang bisa melakukan CPR, segera lakukan pertolongan.
Jangan Mendiagnosis Sendiri
Jika tidak yakin apakah seseorang mengalami angina pektoris atau serangan jantung, sebaiknya langsung konsultasi ke tenaga medis. Jangan gegabah melakukan diagnosis atau pengobatan sendiri, karena nyeri dada bisa menjadi pertanda kondisi yang mengancam jiwa.
Baca juga: Ketua KPPS Meninggal, Serangan Jantung Diduga Kelelahan
Dengan memahami perbedaan antara angin duduk (angina pektoris) dan serangan jantung, kita bisa mengambil langkah tepat dan menyelamatkan nyawa. Ingat, penanganan cepat dan tepat sangat penting dalam kondisi medis seperti ini.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Hailatun Nada Salsabila/Magang
redaktur: jatmiko





























