Oleh: Dr. Ahmad Syaifudin, S.H., M.H*
Tugumalang.id – Pembentukan puluhan ribu Koperasi Merah Putih di desa-desa seluruh Indonesia menjadi momentum penting dalam penguatan ekonomi lokal. Hingga akhir Mei 2025, sudah tercatat hampir 70.000 koperasi desa resmi terbentuk, dan pemerintah optimistis target 80.000 koperasi akan tercapai sebelum Juni 2025.
Di tengah gelombang besar ini, generasi muda, terutama Gen Z, memegang peranan kunci dalam mengoptimalkan fungsi koperasi melalui pemanfaatan media digital.
Baca Juga: Gubernur Jatim Matangkan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat melek teknologi dan digital native. Mereka tumbuh bersama internet, media sosial, dan berbagai aplikasi digital yang memudahkan komunikasi, edukasi, dan bisnis.
Koperasi Merah Putih yang kini mulai mengadopsi sistem digital dalam pengelolaan dan pelaporan membuka peluang besar bagi Gen Z untuk berkontribusi secara aktif.
Generasi muda harus ambil peran besar dalam mengoptimalisasi terbentuknya Koperasi Merah Putih terutama dalam; 1) aspek administrasi (Pengelolaan data administrasi, sinkronisasi pelaporan), sehingga aspek transparansi dalam pengelolaan koperasi dapat diwujudkan.
Baca Juga: Sri Untari: Koperasi Merah Putih Harus Dikelola SDM Profesional, Bukan Asal Jalan
2) Aspek Pemasaran dan penjualan Produk Koperasi (dengan teknologi pengembangan dan penguatan kolaborasi harus dibangun dengan instrument digitalisasi) dengan ini tentunya akan membawa dampak bagi perluasan pasar, menemukan jaringan pemasaran yang berpotensi meningkatkan pendapatan koperasi.
3) Aspek Edukasi (dengan kemampuan generasi muda yang sudah terdistruptif dengan digitalisasi, model edukasi yang dibangun dengan platform digital akan jauh lebih efektif dilakukan) dengan harapan semakin tinggi pemahaman masyarakat terhadap eksistensi Koperasi maka peran serta masyarakat dalam mewujudkkan ekonomi gotong royong dapat terlaksana.
Selain 3 (tiga) aspek peran tersebut sudah semestinya Generasi Muda harus ambil peran langsung dengan menjadi pengurus, menjadi garda terdepan dalam berinovasi, berkontribusi dan menunjukkan jati diri seorang pemimpin yang mampu mengelola koperasi dengan berbasis teknologi.
Keterlibatan Generasi muda ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan profesionalisme koperasi, tetapi juga membuat koperasi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan digitalisasi, koperasi Merah Putih dapat bersaing dengan pelaku usaha lain dan menjadi solusi ekonomi yang modern dan inklusif.
Terisinya ruang peran 3 aspek diatas akan membawa dampak positif bagi tercapainya tujuan berdirinya Koperasi Merah Putih yang terbentuk, berdiri, berkembang dan berkompetisi di era digital ini yaitu dengan meningkatkan akses pasar dan pendapatan koperasi, akses pembiayaan dan layanan koperasi bagi masyarakat desa yang mudah, literasi digital dan kewirausahaan di desa yang semakin kuat, partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan ekonomi desa yang semakin besar dan terbukanya peluang kerja bagi generasi muda.
Hari ini yang harus dikuatkan untuk masyarakat Indonesia terbentuknya puluhan ribu Koperasi Merah Putih adalah langkah besar menuju penguatan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemuda dengan keahlian digitalnya harus dapa tmenjadi menjadi motor penggerak utama dalam mengoptimalkan peran koperasi melalui media digital. Dengan kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat desa, koperasi Merah Putih dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang modern, transparan, dan berdaya saing di era digital.
*Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Malang
Editor: Herlianto. A
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
























