Malang, Tugumalang.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mencatat tren positif kinerja pendapatan daerah pada triwulan I 2026. Sepanjang periode tersebut, sebanyak 9 dari 11 jenis pajak daerah mengalami surplus, dengan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Makanan dan Minuman (Mamin) menjadi penyumbang surplus tertinggi sebesar 65,1 persen atau mencapai realisasi 165,1 persen dari target.
Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, menjelaskan bahwa tren pendapatan sejumlah jenis pajak daerah menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Bahkan, mayoritas jenis pajak telah melampaui target yang ditetapkan.
“Yang terbesar adalah PBJT Mamin (pajak resto) yang surplus sampai Rp 16,8 miliar,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Capaian tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat. Sebab, realisasi tersebut belum memasukkan potensi peningkatan pajak restoran selama Ramadan 2026 yang menunjukkan aktivitas kafe dan restoran tumbuh positif.
“Jadi nilai tersebut belum termasuk potensi naiknya pajak resto saat bulan Ramadan yang hampir semua cafe resto ada paket bukber dan penuh semua. Nilai tersebut akan masuk di pelaporan omset bulan April atau triwulan II nanti,” jelasnya.
Baca juga: 9 Jenis Pajak Surplus di Triwulan I 2026, Bapenda Kota Malang Optimis Tren Pertumbuhan Ekonomi Stabil
Selain itu, Handi menilai meningkatnya kesadaran wajib pajak menjadi faktor penting yang turut mendorong kenaikan pendapatan daerah. Menurutnya, pajak merupakan kontribusi langsung masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Malang.
“Kami menghindari proses-proses dan upaya paksa terhadap wajib pajak dan lebih mengutamakan edukasi persuasif tentang bagaimana meningkatkan kesadaran wajib pajak tanpa ada keterpaksaan serta berupaya menjelaskan dalam berbagai forum dan cara tentang fungsi pajak daerah bagi pembangunan,” tuturnya.
Berdasarkan data terakhir per 27 Maret 2026, total capaian pendapatan dari 11 jenis pajak di triwulan I 2026 mencapai Rp 172 miliar. Dari jumlah tersebut, 9 jenis pajak mencatatkan tren positif bahkan surplus.
Baca juga: Bapenda Kota Malang Beri Keringanan PBB Lahan Pertanian hingga 50 Persen
Adapun rincian capaian pajak daerah Kota Malang triwulan I 2026 sebagai berikut:
Pajak Reklame
Target: Rp 7.200.000.000,00
Realisasi: Rp 12.739.370.726,25 (176,9 persen)
Surplus: Rp 5.539.370.726,25 (76,9 persen)
Pajak Air Tanah
Target: Rp 450.000.000,00
Realisasi: Rp 669.466.555,00 (148,8 persen)
Surplus: Rp 219.466.555,00 (48,8 persen)
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Target: Rp 22.600.000.000,00
Realisasi: Rp 24.416.787.891,00 (108,0 persen)
Surplus: Rp 1.816.787.891,00 (8,0 persen)
PBJT Jasa Makanan dan Minuman (Mamin)
Target: Rp 25.950.000.000,00
Realisasi: Rp 42.833.673.271,00 (165,1 persen)
Surplus: Rp 16.883.673.271,00 (65,1 persen)
PBJT Tenaga Listrik
Target: Rp 22.200.000.000,00
Realisasi: Rp 30.098.345.964,00 (135,6 persen)
Surplus: Rp 7.898.345.964,00 (35,6 persen)
PBJT Jasa Perhotelan
Target: Rp 8.400.000.000,00
Realisasi: Rp 12.964.436.822,00 (154,3 persen)
Surplus: Rp 4.564.436.822,00 (54,3 persen)
PBJT Parkir
Target: Rp 600.000.000,00
Realisasi: Rp 1.075.607.969,00 (179,3 persen)
Surplus: Rp 475.607.969,00 (79,3 persen)
PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan
Target: Rp 1.650.000.000,00
Realisasi: Rp 3.007.003.832,09 (182,2 persen)
Surplus: Rp 1.357.003.832,09 (82,2 persen)
Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
Target: Rp 26.485.229.420,00
Realisasi: Rp 28.771.636.350,00 (108,6 persen)
Surplus: Rp 2.286.406.930,00 (8,6 persen)
Sementara itu, dua jenis pajak yang masih belum mencapai target yakni:
Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
Target: Rp 12.112.785.260,00
Realisasi: Rp 10.610.238.000,00
Kurang: Rp 1.502.547.260,00
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Target: Rp 7.200.000.000,00
Realisasi: Rp 4.838.300.351,00
Kurang: Rp 2.361.699.649,00
Dengan capaian tersebut, Bapenda Kota Malang optimistis tren pertumbuhan pendapatan daerah akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi serta kesadaran wajib pajak di Kota Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























