Tugumalang.id – Turnamen pencarian bakat, MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025/2026 Seri 1 sukses digelar dengan jumlah peserta mencapai 17 ribu lebih pesepakbola putri cilik. Kini, MLSC Seri 2 bakal segera bergulir di 12 kota. Kota Malang menjadi salah satunya.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan bahwa turnamen ini menjadi wadah kompetisi terstruktur dan berjenjang bagi pesepakbola putri Indonesia. Ia menilai bahwa kontinuitas turnamen menjadi kunci dalam pembinaan atlet sejak usia dini.
Baca Juga: PA Kabupaten Malang Kabulkan 692 Dispensasi Perkawinan Anak Sepanjang 2025
“Turnamen ini dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan di 10 kota, kami melanjutkan ke Seri 2 agar para peserta memiliki kepastian kompetisi berkelanjutan. Konsistensi ini penting supaya atlet, orang tua dan sekolah melihat sepak bola putri sebagai jalur pembinaan yang serius dan berkesinambungan,” kata Teddy, Selasa (20/1/2026).
Samarinda dan Banjarmasin menjadi kota tambahan program pencarian bakat pesepakbola putri tahun ini. Misinya yakni memperluas basis pembinaan diluar Pulau Jawa.
Baca Juga: Pelemparan Bus Persik, Akmal: Ini Masalah Serius Sepak Bola Nasional
Lebih lanjut, Teddy melihat dampak turnamen ini tak hanya fokus pada kualitas. Tetapi juga penguatan ekosistem sepakbola putri Indonesia. Dikatakan, saat ini mulai banyak SSB putri di berbagai daerah.
Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun mengatakan bahwa turnamen MLSC memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan dan pemassalan sepak bola putri.
“Setelah gelaran MLSC All-Stars, banyak yang datang ke kami untuk daftar ikut latihan. Sekarang sudah ada sekitar 100 atlet di SSB. Itu lumayan banyak yang kami rekomendasikan ke SSB lain, karena pertimbangan jarak rumah mereka dengan tempat latihan cukup jauh,” ucapnya.
Salah satu peserta MLSC, Zilda Afna Syaqila mengaku antusias menyambut turnamen MLSC Seri 2. Baginya, turnamen ini merupakan wadah positif untuk mengembangkan kualitas teknik dan bahan evaluasi.
Capaian sebagai Juara MLSC Jakarta Seri 1 2025 – 2026 pada KU 12, serta top scorer dengan 30 gol semakin memotivasi untuk mengejar mimpi menjadi pemain timnas.
“Awalnya saya jadi kiper tapi mulai Seri 1 sebagai pemain tengah dan ternyata lebih cocok. MLSC dan Hydroplus Soccer League membuat saya suka sepak bola dan akhirnya masuk SSB untuk lebih giat berlatih supaya bisa jadi pemain timnas,” ungkapnya.
Sebagai informasi, MLSC Seri 2 2025/2026 ini tak hanya mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, tapi juga ada Festival SenengSoccer untuk KU 8, serta Skill Challenge yang menjadi sarana pengenalan dan pengembangan kemampuan dasar sepak bola sejak usia dini.
Setelah dua seri rampung di seluruh kota penyelenggaraan, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars, yang mempertemukan talenta terbaik di setiap kota hasil kurasi sepanjang turnamen dan mengikuti pelatihan intensif pada MilkLife Soccer Extra Training.
Terdapat perbedaan format pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025/2026, yakni yang sebelumnya 7 vs 7 kini menjadi 9 vs 9. MLSC All-Stars 2025/2026 diagendakan digelar pada bulan Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Berikut jadwal MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026:
Semarang: 13-18 Januari 2026
Tangerang : 13-18 Januari 2026
Bandung: 27 Januari – 1 Februari 2026
Yogyakarta: 27 Januari – 1 Februari 2026
Solo: 10-15 Februari 2026
Jakarta : 10-15 Februari 2026
Samarinda : 23-26 April 2026
Bekasi: 28 April – 3 Mei 2026
Banjarmasin: 30 April – 3 Mei 2026
Kudus : 12-17 Mei 2026
Surabaya: 12-17 Mei 2026
Malang : 19-24 Mei 2026
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























