Tugumalang.id – Jelang Hari Raya Idul Adha 2025 atau 1446 Hijriah, Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Batu akan menerjunkan tim kesehatan hewan (keswan) untuk memastikan keamanan dan kesehatan daging kurban.
Kepala Dispertan Kota Batu Heru Yulianto menuturkan, anggota tim Bidang Keswan yang diterjunkan akan menyasar lebih dari 10 titik lokasi penjualan hewan kurban di wilayah Kota Batu.
Baca Juga: Umat Muslim di Indonesia Wajib Tahu! Hasil Sidang Isbat Idul Adha 2025 Jatuh 6 Juni
”Tim Keswan akan turun di sekitar 10 titik lokasi penjualan hewan kurban yang ada di wilayah Kota Batu mulai minggu ini,” ungkap Heru, Rabu (28/5/2025).
Heru menjelaskan, pihaknya ingin memastikan hewan kurban yang dijual memenuhi syarat serta dalam keadaan sehat. Sehingga nantinya daging kurban yang didistribusikan untuk dikonsumsi masyarakat dalam kondisi aman.
“Di sana tim akan memastikan kondisi hewan kurban, mulai dari kesehatan hingga usia hewan apakah sudah sesuai yang disyaratkan agama Islam,” jelasnya.
Baca Juga: Libur Idul Adha 2025: Catat Tanggal Merah dan Cuti Bersama untuk Liburan Panjang
Pemeriksaan yang dilakakan meliputi ante mortem maupun post mortem. Jika nanti ditemukan hewan kurban sakit pada saat pemeriksaan, maka pihaknya akan memberikan obat. Sementara, bagi hewan yang sehat akan diberikan vitamin agar tetap terjaga kesehatannya.
”Kalau didapati ada hewan yang tidak memenuhi syarat untuk dijual, petugas akan memberikan tanda khusus,” jelasnya.
Heru mengimbau masyarakat untuk memastikan hewan kurban sudah diberikan tanda lolos pemeriksaan dari dinas. Oleh karena itu, masyarakat harus jeli dan teliti sebelum membeli hewan kurban.
”Begitu juga untuk hewan yang sudah diperiksa akan diberikan tag khusus sebagai tanda lolos pemeriksaan,” tegas Heru.
Lebih lanjut, Heru menyampaikan sejumlah indikator hewan kurban yang sehat antara lain seperti hewan tidak memproduksi air liur atau lendir berlebihan. Kondisi ini mengindikasikan adanya penyakit menular.
“Kemudian hewan kurban tidak boleh mengalami cacat. Seperti tidak memiliki tulang sumsum, patah tanduk, buta, pincang, atau putus ekor,” jelasnya.
Dalam memperoleh hewan kurban, Heru mengimbau masyarakat untuk tidak hanya memperhatikan aspek harga, tetapi juga aspek kesehatan dan kelayakan hewan kurban.
Pihaknya berharap dengan adanya edukasi ini, masyarakat dapat berkurban dengan lebih baik dan sesuai syariat Islam, serta menjaga kualitas pangan yang sehat bagi penerima daging kurban.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























