Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu optimistis perolehan pajak dan retribusi parkir melonjak hingga 30 persen di momen high season Lebaran 2026 nanti. Optimisme ini juga masih bertahan meski kini situasi ekonomi global sedang dilanda kelesuan.
Optimisme tersebut didasarkan pada prediksi lonjakan wisatawan hingga mencapai 1,1 juta orang selama momen libur panjang selama sepekan nanti. Dalam situasi tersebut, okupansi hotel, kunjungan wisata, transaksi restoran termasuk parkir akan meningkat.
Hal ini diungkapkan Kepala Bapenda Kota Batu, M. Nur Adhim bahwa meski di tengah kondisi kelesuan ekonomi global, pihaknya tetap optimistis capaian tersebut bisa terealisasi. Minimal, persentase kenaikan dapat bertahan di level yang sama seperti tahun sebelumnya.
Baca Juga: Tips & Trik Mudik Irit BBM, Simak Penjelasan Eco Driving Dosen UMM Ini
“Harapannya tetap ada peningkatan saat Lebaran nanti, atau paling tidak prosentasenya bisa sama seperti sebelumnya di angka 20-30 persen,” kata Adhim.
Ia mengungkapkan bahwa periode libur Lebaran menjadi momentum puncak (peak season) bagi sektor pajak daerah. Ia menyebutkan, dengan tingginya mobilitas wisatawan, potensi kenaikan penerimaan pajak diproyeksikan mencapai 20 hingga 30 persen dibanding hari biasa.
“Selama libur Lebaran ada peningkatan signifikan karena hotel, tempat hiburan, dan restoran ramai. Kami targetkan ada kenaikan sekitar 20 sampai 30 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Batu juga membidik peningkatan pendapatan dari sektor retribusi parkir. Kabid Parkir Dishub Kota Batu, Chilman, menuturkan bahwa target kenaikan juga berada di kisaran 20 hingga 30 persen selama periode libur Lebaran.
Baca Juga: Tetap Sehat! Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan di Momen Hari Raya Idul Fitri
Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap juru parkir di lapangan guna menghindari potensi pelanggaran. “Kalau tidak diawasi, jukir bisa bertindak semaunya. Karena itu sudah ada himbauan dari kepala dinas untuk penguatan pengawasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk mengantisipasi kemacetan, khususnya di kawasan pusat kota seperti Alun-alun dan Jalan Gajah Mada, Dishub telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan titik parkir ke sejumlah ruas alternatif. Di antaranya Jalan Brantas, sebagian Jalan Bromo, Jalan Semeru, Jalan WR Supratman, serta Jalan Panglima Sudirman.
Selain itu, penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) yang mulai diberlakukan sejak Desember lalu juga diharapkan dapat mendukung optimalisasi pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























