Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu resmi menaikkan honorarium bulanan petugas kebersihan menjadi Rp2,1 juta, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga keindahan dan kebersihan kota. Kenaikan sebesar Rp200 ribu dari sebelumnya Rp1,9 juta ini mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2025.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, dalam kegiatan Silaturahmi dan Sarapan Bersama Cak Wali di kawasan Alun-Alun Kota Batu, Jumat (8/8/2025). Acara tersebut dihadiri oleh 130 petugas penyapu jalan yang sehari-hari bertugas di 21 ruas jalan protokol Kota Batu.
“Petugas penyapu jalan adalah pahlawan kebersihan yang menjaga wajah Kota Batu tetap bersih dan nyaman. Wajah kota yang indah bukan semata hasil kerja pimpinan, tetapi buah dari ketekunan panjenengan semua yang bekerja tanpa kenal lelah, siang dan malam,” ujar Nurochman yang akrab disapa Cak Nur.
Bagian dari Visi “Mbatu SAE”
Kebijakan kenaikan gaji ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot dalam mewujudkan visi “Mbatu SAE” (Santun, Aman, dan Elok). Cak Nur menegaskan bahwa perhatian terhadap petugas kebersihan tidak hanya terbatas pada insentif finansial, tetapi juga mencakup peningkatan fasilitas kerja dan kesejahteraan non-materi.
“Saya ingin setiap instrumen, sekecil apa pun perannya, mendapat apresiasi dari pemerintah. Ini komitmen saya sebagai putra daerah untuk memimpin dengan hati, dan memastikan setiap kebijakan memberi dampak positif langsung kepada masyarakat, termasuk para petugas kebersihan,” tegasnya.
Baca juga: Upaya Pemkot Batu Bangun Sustainable Tourism, Ekonomi Pariwisata Tanpa Rusak Lingkungan
Aspirasi Langsung dari Lapangan
Dalam kesempatan tersebut, para petugas juga menyampaikan aspirasi terkait perlengkapan kerja, seperti seragam, celana kerja, hingga usulan makan bersama secara rutin. Menanggapi hal itu, Cak Nur langsung menyetujui pengadaan celana kerja dan berjanji akan mengadakan kegiatan sarapan bersama di berbagai lokasi.
“Usulan celana kerja sudah saya setujui. Sarapan bersama pun akan kita laksanakan, tidak hanya di alun-alun tetapi juga di tempat lain yang nyaman,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dian Fachroni menuturkan apresiasi atas kebijakan Wali Kota tersebut. Ia mengungkapkan petugas kebersihan bekerja dalam sistem shift selama 24 jam penuh setiap hari untuk menjaga kebersihan ruas-ruas protokol. Penanganan sampah pada event besar juga menjadi tantangan tersendiri.
“Pada gelaran Bantengan Nuswantoro kemarin, kami mengumpulkan 5,2 ton sampah yang sebagian besar berupa plastik. Proses pembuangan di TPA memakan waktu hingga 4 hari. Karena itu, edukasi kepada masyarakat agar mengurangi sampah, membawa pulang sampahnya, atau menghabiskan makanan di lokasi acara terus kami gencarkan,” jelasnya.
Salah satu perwakilan petugas kebersihan, Septa, mengungkapkan rasa bahagianya bisa merasakan perhatian pemerintah. Terlebih mendengar itu secara langsung bertatap muka dengan Wali Kota. Menurut dia, perhatian seperti itu sangat penting.
Suasana merakyat dan penuh kebersamaan terlihat hangat ketika Wali Kota, jajaran pimpinan OPD, dan para petugas kebersihan menikmati sarapan bersama.
”Kami senang sekali diajak sarapan bersama. Terima kasih juga untuk seragam baru dan kenaikan honor. Rasanya diperhatikan dan dihargai,” ungkapnya. Ia juga berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar agar semakin mempererat hubungan antara petugas kebersihan dan pimpinan daerah.
Momen ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk menyerap aspirasi langsung dari lapangan, memastikan bahwa program kerja dan kebijakan yang dijalankan pemerintah benar-benar selaras dengan kebutuhan para pelaksana di garda terdepan.
Selain Wali Kota Batu, Nurochman, kegiatan sarapan bareng itu juga didampingi Sekretaris Daerah Kota Batu Zadim Effisiensi, Asisten Administrasi Umum, Staf Ahli, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dian Fachroni, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























