Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi kelompok rentan, khususnya lanjut usia (lansia). Hal ini diwujudkan dengan pembentukan Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Kota Batu.
Pembentukan Komda Lansia telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Batu tertanggal 5 Agustus 2025. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, resmi ditunjuk sebagai Ketua Komda Lansia.
Baca juga: Pemkot Batu dan Aliansi Ojol Gelar Doa Bersama untuk Indonesia Damai
Wadah Koordinasi Program Lansia
Heli menjelaskan bahwa Komda Lansia menjadi wadah koordinasi kebijakan dan program penanganan lansia secara terpadu. Keberadaannya juga menjadi penghubung antara kebijakan pusat dengan daerah.
“Komda Lansia bertugas mengkoordinasikan kebijakan, memantau, serta mengevaluasi program agar benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat. Kami hadir untuk memastikan pemenuhan hak-hak dasar warga, terutama kelompok rentan seperti lansia,” ujarnya.
Fokus pada Perlindungan dan Pemberdayaan
Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, program Komda Lansia tidak hanya bersifat bantuan, melainkan juga pemberdayaan. Beberapa langkah yang akan dikembangkan antara lain:
Penguatan posyandu lansia.
Kegiatan sosial dan edukasi kesehatan.
Inovasi pelayanan berupa model rumah kasih sayang bagi lansia kurang beruntung.
“Dengan program yang tepat, lansia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tetap aktif dan produktif,” imbuhnya.
Data Lansia Jadi Prioritas
Heli menegaskan bahwa data akurat jumlah dan kondisi lansia menjadi prioritas untuk perencanaan program 2026. Karena itu, Pemkot Batu akan memperkuat koordinasi dengan desa, kelurahan, karang taruna, dan PKK dalam pendataan sekaligus edukasi lansia.
Baca juga: 55 Warga Sumberbrantas Terima Redistribusi Tanah dari Pemkot Batu
Kota Batu Menuju Kota Ramah Lansia
Dengan terbentuknya Komda Lansia, Pemkot Batu berharap seluruh program lintas dinas dapat berjalan lebih sinergis. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Batu sebagai kota ramah lansia, sesuai dengan visi pembangunan MBatu Sae.
“Harapannya, keberadaan Komda Lansia mampu meningkatkan kesejahteraan, perlindungan, dan kualitas hidup warga lansia di Kota Batu,” tutup Heli.
Di sisi lain, Heli menjelaskan, Pemkot Batu akan mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) desa siaga lansia. Satgas ini melibatkan perangkat desa, puskesmas, hingga lembaga sosial agar koordinasi penanganan warga rentan berjalan lebih efektif.
“Jangan sampai ada warga yang luput dari perhatian. Dengan satgas, pemetaan masalah kesehatan dan sosial bisa langsung direspons,” katanya.
Selain layanan kesehatan, Pemkot Batu juga membuka peluang untuk memberikan dukungan bantuan sosial yang relevan. Misalnya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui kecamatan, hingga opsi perawatan jangka panjang di lembaga sosial seperti panti jompo.
“Kalau memang dibutuhkan, kita akan fasilitasi. Tapi tetap dengan prinsip kemanusiaan. Keluarga harus tetap dilibatkan,” imbuh Heli.
Langkah ini, lanjutnya, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Pemkot Batu ingin memastikan tidak hanya aspek kuratif (pengobatan), tetapi juga preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan kualitas hidup).
“Target kami jelas. Tidak boleh ada lansia di Kota Batu yang tidak mendapatkan layanan kesehatan maupun perhatian sosial. Semua harus mendapat perlakuan yang sama,” tutur Heli. (Adv)
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























