Pemkab Malang Siapkan Lahan 15 Hektare untuk Pembangunan Kereta Gantung di Tumpang

  • Whatsapp
Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat. Foto: Rizal Adhi

Tugumalang.id – Rencana pembangunan kereta gantung atau gondola yang menghubungkan Malang Raya mulai dari Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, nampaknya benar akan terealisasi. Hal ini setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengunjungi Kota Batu, pada Senin lalu (26/04/2021).

Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sudah menyiapkan lahan di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya

“Kalau di Kabupaten Malang itu gondola akan kita tempatkan di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang. Ini kita bahas saat Pak Luhut datang kemarin,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, beberapa waktu lalu.

Tak tanggung-tanggung, lahan seluas 15 hektare sudah disiapkan untuk memfasilitasi pembangunan kereta gantung tersebut.

“Kalau untuk gondola kita dananya dari APBN dan bukan dari APBD, kita hanya siapkan lahan 15 hektare,” bebernya.

Namun, Wahyu menjelaskan jika ini masih berupa usulan, pihaknya hanya menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. “Tapi ini usulan, kalau APBN mencukupi maka akan kita realisasikan,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya ini, juga belum tahu kapan kereta gantung tersebut akan mulai dibangun. “Untuk wacana mulai kapan akan dibangun belum ada, kita masih rencana aja,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan, kereta gantung atau gondola ini rencananya akan menghubungkan Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Selain sebagai daya tarik wisata, kereta gantung ini juga bisa sebagai solusi kemacetan di Malang Raya.

Baca Juga  Lapor SPT Pajak, Wali Kota Malang Ajak Warga Pakai e-Filing

“Kereta gantung nantikan akan menyambungkan Malang Raya ke Kota Malang sampai Kota Batu, direncakan seperti itu,” tuturnya.

Terakhir, seandainya kereta gantung ini selesai, Wahyu mengatakan pengelolaannya akan dilakukan oleh badan khusus. “Pengelolaannya nanti kita ada badan otoritas wisata,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *