JAKARTA, Tugumalang.id – Rencana pembangunan ulang Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur yang ambruk dan merenggut puluhan korban jiwa santri masih dalam kajian pemerintah.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya masih menunggu persetujuan dari Menteri Bidang Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar.
Purbaya menyampaikan tidak mempermasalahkan jika pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny akan menggunakan dana APBN. Namun, ia mengatakan untuk bisa menggunakan APBN perlu adanya persetujuan dari Menko PM.
Baca Juga: Wali Kota Malang Perketat Perizinan SLF Bangunan Ponpes dan Masjid, Antisipasi Tragedi Al Khoziny
Rencana pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny juga didukung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan hanya tinggal menunggu persetujuan Menko PM.
“Persetujuan bukan di saya, tapi di Pak Muhaimin, tapi yang jelas Menteri Pekerjaan Umum sanggup, saya sanggup, tinggal persetujuan dari Pak Muhaimin saja,” ujar Purbaya dilansir dari laman Antara Sabtu (18/10/2025).
“Kalau saya lampunya hijau terus, modenya mode belanja, asal belanjanya pas, tepat sasaran, tepat waktu. Untuk saya tidak ada masalah kalau Menko Muhaimin setuju,” imbuhnya.
Beberapa waktu lalu, Menko PM, Muhaimin mengatakan bahwa pemerintah berencana akan membantu pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny yang mengalami musibah ambruknya gedung musala yang merenggut jiwa puluhan santri dengan menggunakan APBN.
Baca Juga: Peduli Santri, UIN Malang dan PCNU Kota Malang Gelar Layanan Dukungan Psikososial Pasca Musibah Al-Khoziny
Menurutnya penggunaan APBN dalam hal ini dilakukan agar menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para santri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di pondok pesantren.
Terkait desakan agar pemerintah mendahulukan aspek penegakan hukum dalam kasus ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, karena adanya dugaan kelalaian. Muhaimin meresponnya dengan mendorong upaya penyelesaian hukum tetapi tidak mengabaikan proses membantu para santri yang menjadi korban.
“Anak-anak kita itu adalah generasi muda kita. Nah soal ada yang salah, kelalaian, itu proses yang lain yang silahkan dilanjutkan. Tetapi bahwa ada fakta generasi-generasi kita sedang mengikuti pembelajaran yang harus terlindungi, itu makna kehadiran negara,” terang Muhaimin.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu juga menjelaskan penggunaan APBN dalam rencana pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny dibutuhkan, agar proses penanganan menjadi lebih cepat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























