Malang, Tugumalang.id — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang menunjukkan kepedulian sosial terhadap korban runtuhnya mushola Pondok Pesantren (PP) Al-Khoziny, Sidoarjo.
Melalui kegiatan bertajuk Layanan Dukungan Psikososial Peduli Santri dan Wali Santri, UIN Malang berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Laboratorium Konseling Fakultas Psikologi, serta Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) PCNU Kota Malang.
Kegiatan berlangsung di Musholla Baiturrahman, Kedungkandang, Kota Malang, pada Ahad (6/10), dan diikuti oleh 11 santri korban yang kini berdomisili di Malang bersama para wali santri. Program ini merupakan bentuk pendampingan pemulihan trauma bagi para santri yang terdampak, sekaligus wujud nyata implementasi tridarma perguruan tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Nyata, Langkah UIN Malang dan PCNU Kota Malang untuk PP Al Khoziny
Kepedulian Sosial dan Dakwah Humanis
Kepala Pengabdian UIN Malang, Dr. Maghfur, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap kesehatan mental dan spiritual santri merupakan bagian dari dakwah Islam rahmatan lil ‘ālamīn.
“Kegiatan seperti ini adalah dakwah yang menyejukkan — menguatkan aspek intelektual, emosional, dan spiritual para santri serta orang tua mereka,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris LP2M UIN Malang, Dr. Lutfi Mustofa, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi model community care yang mengintegrasikan pendekatan ilmiah, spiritual, dan psikologi Islami.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan empati di tengah masyarakat,” katanya.
Apresiasi dari Wali Santri dan PCNU Kota Malang
Perwakilan wali santri PP Al-Khoziny, Ust. Said Muhammad, mengucapkan rasa syukur atas kepedulian yang ditunjukkan UIN Malang dan PCNU.
“Kami merasa lebih tenang dan kuat untuk mendampingi anak-anak kami bangkit kembali. Terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, Dr. K.H. Isroqunnajah, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tafaqquh fi al-dīn (pendalaman agama) dan kesehatan mental.
“Ini adalah dakwah yang membangun peradaban Islam yang penuh kasih dan kedamaian. Kami berdoa bagi para santri yang wafat dan memberi semangat kepada yang selamat untuk terus menuntut ilmu,” tuturnya.
Fokus pada Pemulihan Emosional dan Resiliensi Santri
Kepala PSGA UIN Malang, Aprilia Mega, menjelaskan bahwa layanan konseling ini berfokus pada pemulihan emosional dan penumbuhan resiliensi pasca musibah.
“Kami hadir untuk membantu santri dan orang tua menumbuhkan kembali semangat belajar, serta memperkuat ekosistem pendidikan pesantren yang humanis dan moderat,” katanya.
Muallifah, Wakil Dekan I Fakultas Psikologi UIN Malang, juga menegaskan kesiapan timnya untuk terus berkolaborasi dalam memberikan layanan konseling dan penguatan psikologis.
“Melalui sesi konseling, kami membantu santri menyalurkan emosi, memulihkan semangat, dan menumbuhkan optimisme agar mereka siap melanjutkan pendidikan dengan tangguh,” ujarnya.
Rangkaian Kegiatan: Konseling, Pendampingan, dan Doa Bersama
Kegiatan dukungan psikososial ini dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi konseling untuk wali santri dan sesi konseling untuk santri.
Sesi wali santri dipandu oleh konselor Fakultas Psikologi UIN Malang, tim PSGA, Pusat Moderasi Beragama, serta mitra sosial seperti Kelora Kapsul Kelor yang turut memberikan suplemen herbal untuk menjaga daya tahan tubuh.
Sesi santri berlangsung dengan pendekatan hangat dan interaktif, mendorong mereka untuk menyalurkan emosi dan membangun kembali semangat belajar.
Acara ditutup dengan doa bersama, penyerahan cendera mata, serta foto bersama antara tim UIN Malang, PCNU Kota Malang, dan para santri beserta wali santri sebagai simbol kebersamaan dan harapan untuk bangkit.
Tentang UIN Malang dan PCNU Kota Malang
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berkomitmen menjalankan tridarma perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam moderat dan kemanusiaan. Sementara PCNU Kota Malang aktif berperan dalam kegiatan sosial-keagamaan yang berfokus pada pembinaan umat dan kemaslahatan masyarakat.
Kolaborasi antara keduanya menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan organisasi keagamaan dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkeadaban, peduli, dan menumbuhkan empati sosial.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UIN Malang
redaktu; jatmiko





























