Tugumalang.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat akan memperketat pengawasan keamanan konstruksi bangunan pondok pesantren hingga masjid di Kota Malang.
Salah satunya dengan memverifikasi perizinan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hingga Sertifikat Laik Fungsi (SLF) setiap bangunan. Hal ini sebagai antisipasi munculnya tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo beberapa waktu lalu.
Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa di Kota Malang terdapat 91 ponpes, 900 masjid dan 1.200 mushola. Dikatakan, banyak bangunan ponpes dan masjid di Kota Malang yang belum mengantongi sertifikat SLF.
Baca Juga: Wali Kota Malang Jenguk Santri Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny
“Kami bersama DPUPR-PKP dan Perizinan akan memverifikasi semua ponpes dan masjid terkait kelengkapan perizinan. Kadang ada yang sudah punya PBG, tapi belum punya SLF,” kata Wahyu.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menginventarisir ponpes maupun rumah ibadah di Kota Malang yang belum memiliki perizinan maupun sertifikat SLF.
“Rata rata ponpes dan masjid yang ada di Kota Malang ini belum. Tapi kami akan inventaris untuk memastikan,” ujarnya.
Sosialisasi terkiat pentingnya kelengkapan perizinan dan sertifikat SLF juga akab digencarkan di Kota Malang. Pihaknya juga akan melibatkan akademisi di bidang teknik sipil sebagai konsultas konstruksi untuk mempercepat proses penerbitan SLF.
Baca Juga: Antisipasi Insiden Keracunan, Wali Kota Malang Pantau Langsung Produksi Makanan di SPPG
Hal ini diharapkan dapat membantu pihak ponpes maupun masjid yang kesulitan melakukan perhitungan teknis terkait konstruksi bangunannya.
“Biasanya mereka kesulitan soal SLF. Maka kami akan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk bantu analisa konstruksinya. Kalau sudah punya SLF, artinya jaminan keamanan bangunan bisa terjamin,” jelasnya.
Wahyu juga membuka ruang soal kemungkinan proses pendampingan dalam pengurusan perizinan maupun sertifikasi SLF bisa digratiskan terutama bagi yang terkendala biaya.
“Yang penting adalah memastikan bangunannya aman. Kalau bisa gratis, kami bantu. Nanti akan kami lihat permasalahannya satu per satu,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























