Pastikan ASN Bebas Narkoba, Pemkot Malang Kembali Gelar Tes Urine

  • Whatsapp
Wali Kota Malang, Sutiaji. Foto: Humas Pemkot Malang
Tugumalang.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang kembali menggelar tes urine, di Gedung Bersama Balai Kota Malang, pada Jumat (23/04/2021).
Hadir diantaranya Wali Kota Malang, H Sutiaji; Wakil Wali Kota Malang, H Sofyan Edi Jarwoko; Sekda Kota Malang, Hadi Santoso; Dandim 0833 Kota Malang, Ferdian Primadona; Kapolresta Malang Kota, Leonardus Simarmata; Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji; dan Wakil Ketua I TP PKK Kota Malang, Hj Ely Estiningtyas Sofyan Edi.
Sutiaji menyebut, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memastikan bahwa ASN di lingkungan Pemkot Malang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
WhatsApp Image 2021-04-23 at 16.49.32 (2).jpeg
ASN Pemkot Malang menjalani tes urine. Foto: Humas Pemkot Malang
Minggu lalu, lanjut Sutiaji, tes urine juga telah dijalani oleh Satpol PP Kota Malang. Sehingga, kini giliran ASN di Sekretariat Daerah, BKAD, BPSDM, dan Bappeda Kota Malang.
“Pelaksanaan test narkoba ini akan dilaksanakan secara bertahap. Nanti seluruh ASN akan wajib menjalani test urine ini. Sebagai upaya dapat menangkal penyalahgunaan narkoba itu. Caranya macam-macam, ada yang sifatnya preventif. Yang saat ini kita lakukan bukan hanya tes urine saja. Secara promotif, kami juga menyampaikan seperti apa bahaya narkoba itu,” jelasnya.
Test urine ini dilakukan dalam rangka menjalankan regulasi yang telah ditetapkan. Pasalnya, Pemkot Malang telah berkomitmen untuk memerangi penyalahgunaan narkoba, bukan hanya untuk ASN namun juga untuk masyarakat Kota Malang.
“Secara regulatif ini, amanah undang-undang harus kita lakukan bersama. Kita perang terhadap narkoba juga perang terhadap diri kita sendiri. Terutama ASN, yang menjadi panutan masyarakat luas,” bebernya.
Disamping itu, Kepala BNN Kota Malang, AKBP Agoes Irianto, mengatakan bahwa jika nanti hasil dari tes menyatakan ada yang positif menggunakan narkoba, maka BNN Kota Malang akan lebih dulu mendalami kasus tersebut.
“Nanti akan kita lihat lebih dahulu apakah yang bersangkutan merupakan pengguna, pecandu, atau malah masuk dalam kategori penyalahgunaan narkoba. Semuanya ada kriterianya yang arahnya untuk rehabilitasi, akan kita lihat apakah perlu direhabilitasi atau tidak, jika nanti kedapatan ada ASN yang menggunakan narkoba” tandas Agoes.(ads)
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Lizya Kristanti
Baca Juga  UIN Maliki Malang Gelar Pembinaan Mental dan Spiritual Secara Daring dan Luring

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *