Pariwisata Indonesia Setelah Pandemi COVID-19

  • Whatsapp
Seorang wisatawan perempuan sedang selfi di Savana Bromo.(istimewa)

Muhamad Rizky Ramdan*

Genap 1 tahun Pandemi Covid-19 telah melanda seluruh dunia, di Tahun 2021 dengan adanya program vaksinasi merupakan harapan baru bagi industri pariwisata yang terkena dampak paling parah dari peristiwa pandemi ini.

Bacaan Lainnya

Bank BNI

Dengan adanya program vaksinasi dari pemerintah tentunya akan membawa harapan baru dari pemulihan sektor pariwisata pada akhir tahun 2021 ini ketika herd immunity (kekebalan kelompok terhadap covid-19) sudah mulai terbentuk secara luas pada masyarakat indonesia.

Pemulihan sektor pariwisata ini akan membawa perubahan baru bagi pariwisata Indonesia sebagai berikut :

Tren Liburan di Dalam Negeri atau Liburan Domestik
Tren liburan domestik merupakan angin segar bagi pelaku pariwisata di seluruh indonesia karena wisatawan domestik akan lebih memutuskan liburan di dalam negeri daripada ke luar negeri karena terdapat aturan kesehatan yang ketat seperti test PCR & Karantina setelah melakukan kegiatan berlibur dari luar negeri. Hal tersebut menjadi pertimbangan yang matang bagi wisatawan untuk memilih liburan di dalam negeri seperti Bali, Bromo, Banyuwangi, Lombok & Labuan Bajo yang lebih murah & mudah dijangkau.

Penerbangan Domestik melonjak
Tren Liburan domestik tentunya membutuhkan mobilitas yang tinggi seperti liburan dari Jakarta ke Bali. Lonjakan penerbangan domestik ini tentunya diikuti dengan kemudahan & kelonggaran aturan penerbangan yang berhubungan dengan syarat penerbangan yang berhubungan dengan rapid test atau PCR karena dengan adanya vaksinasi maka penumpang hanya tinggal menunjukan sertifikat vaksin agar dapat melakukan perjalanan dengan pesawat.

Baca Juga  Trilogi The Power of Silaturahim: Refleksi Pencapaian Sukses Berbasis Komunikasi

Kenaikan Wisatawan Domestik
Kenaikan turis domestik yang drastis ini disebabkan oleh jenuhnya masyarakat secara umum karena mobilitas mereka untuk berpergian antar daerah terhalang berbagai kebijakan pemerintah seperti PSBB pada tahun 2020 maupun larangan mudik yang kembali diberlakukan oleh pemerintah. Vaksin sebagai ujung tombak herd immunity tentunya akan memberi keluwesan bagi wisatawan untuk melakukan kunjungan wisata ke berbagai daerah di Indonesia seperti Bromo, Yogyakarta, Bali, Komodo, Labuan Bajo, Danau Toba dan destinasi unggulan lainnya.

Promo Hotel, Kereta Api & Penerbangan
Pemerntah tentunya akan memberikan relaksasi terhadap pengenaan pajak & kebijakan subsidi untuk tiket pesawat, kereta api, hotel dan segala kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pariwisata sehingga konsumen dalam hal ini wisatawan domestik akan mendapatkan biaya berlibur yang lebih terjangkau sehingga sektor pariwisata kembali normal.

Tingkat Okupansi Hotel Penuh & Munculnya Homestay Baru
Perjalanan wisata tentunya tidak terlepas dengan akomodasi baik Hotel maupun homestay ketika sektor pariwisata kembali normal tentunya okupansi hotel akan kembali penuh sehingga akan muncul berbagai homestay dadakan maupun tren liburan di alam terbuka menggunakan fasilitas camping.

Lapangan Pekerjaan Industri Pariwisata & Kreatif
Dengan menggeliatnya kembali industri pariwisata tentunya akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi angkatan kerja maupun tenaga kerja yang terimbas oleh Pandemi Covid-19 ini. Lapangan pekerjaan yang tersedia yang berhubungan dengan industri pariwisata adalah restoran, catering, penyedia perjalanan pariwisata, fotografer, videografer, event organizer dll.

Protokol Kesehatan
Meskipun Vaksin telah di distribusikan kepada masyarakat namun protokol kesehatan tetap akan diterapkan. Setelah proses vaksinasi ini protokol kesehatan akan lebih luwes namun tetap memperhatikan kebersihan seperti kebiasaan cuci tangan, menggunakan hand sanitizer. Selain memperhatikan kebersihan pengelola destinasi tetap akan menerapkan kontrol atau pembatasan pengunjung agar penyebaran Covid-19 tetap dapat diminimalisir.

Baca Juga  Pentingnya Standar Profesi Advokat di Mata Dr Yayan Riyanto

 

Beberapa point di atas merupakan gambaran umum mengenai kondisi pariwisata Indonesia setelah Pandemi Covid-19 ini dapat dikendalikan atua diminimalisir. Semoga Wisatawan Domestik segera dapat melakukan kegiatan berwisata demi mendorong pemulihan ekonomi di daerah.

*Mahasiswa Program Doktoral Universitas Brawijaya, Praktisi Pariwisata

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *