Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Pakar Sains: Makan Berlebih Bukan Faktor Utama Obesitas

Redaksi by Redaksi
September 16, 2021 5:00 am
in Tugu Sehat
Ilustrasi obesitas yang disebabkan bukan karena makan banyak tetapi oleh pilihan makanan/tugu malang

Ilustrasi obesitas yang disebabkan bukan karena makan banyak tetapi oleh pilihan makanan. (Foto: Pexels)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Menurut Cardiografia, sekitar 500 juta orang dewasa di dunia alami obesitas. Akar epidemi obsesitas lebih berkaitan dengan apa yang dimakan, bukan berapa banyak yang dimakan. Ini dijelaskan dalam Journal of Clinical Nutrition.

Dilansir dari scitechdaily.com, statistik dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa obesitas mempengaruhi lebih dari 40 persen orang dewasa Amerika. Hal ini menempatkan mereka pada risiko lebih mengalami penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan jenis kanker tertentu.

READ ALSO

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Pedoman diet orang Amerika pada 2020-2025 lebih memberi tahu bahwa menurunkan berat badan mengharuskan orang dewasa mengurangi jumlah kalori yang mereka dapatkan dari makanan dan minuman serta meningkatkan jumlah yang dikeluarkan melalui aktivitas fisik.

Pendekatan manajemen berat badan ini didasarkan pada model keseimbangan energi yang telah berusia seabad. Model ini menyatakan bahwa penambahan berat badan disebabkan oleh konsumsi lebih banyak energi daripada yang dikeluarkan.

Banyaknya makanan olahan  yang dipasarkan  secara luas, dengan harga terjangkau membuat orang-orang lebih memilih makanan dengan banyak kalori daripada yang kaya akan vitamin. Kemudian banyak makan dan sedikit olahraga, semakin menjadikan pola hidup jauh dari kata seimbang.

Penulis Model Karbohidrat-Insulin: Perspektif Fisiologis pada Pandemi Obesitas menunjukkan kelemahan mendasar dalam model keseimbangan energi, dengan alasan bahwa model alternatif, karbohidrat-insulin model, lebih baik menjelaskan obesitas dan penambahan berat badan.

Selain itu, model karbohidrat-insulin menunjukkan jalan menuju pengelolaan berat badan yang lebih efektif. Menurut Dr. David Ludwig, ahli endokrinologi di Rumah Sakit Anak Boston, model keseimbangan energi tidak membantu memahami penyebab biologis.

“Spakah makan berlebihan membuat mereka mengalami percepatan pertumbuhan atau percepatan tumbuhan yang menyebabkan makan berlebih,” kata pria yang juga Profesor di Harvard Medical School.

Berbeda dengan model keseimbangan energi, model karbohidrat-insulin membuat klaim bahwa makan berlebihan bukanlah penyebab utama obesitas. Sebaliknya, model karbohidrat-insulin banyak menyalahkan epidemi obesitas saat ini pada pola diet modern.

Hal ini ditandai dengan konsumsi berlebihan makanan dengan beban glikemik tinggi, khususnya karbohidrat olahan yang cepat dicerna. Makanan ini menyebabkan respons hormonal yang secara mendasar mengubah metabolisme kita, mendorong penyimpanan lemak, penambahan berat badan, dan obesitas.

Adopsi model karbohidrat-insulin atas model keseimbangan energi memiliki implikasi radikal untuk manajemen berat badan dan pengobatan obesitas. Daripada mendesak orang untuk makan lebih sedikit, strategi yang biasanya tidak berhasil dalam jangka panjang, model karbohidrat-insulin menyarankan jalan lain yang lebih berfokus pada apa yang kita makan.

Reporter : Auliya Rahma Maziidah

Editor : Herlianto. A

Tags: Faktor ObesitasKarbohidratMakananObesitas

Related Posts

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Jembatan Sukarno-Hatta (Suhat) Kota Malang tampak pada malam hari/tugu malang

Sempat Diuji Forensik, 4 Fakta Jembatan Suhat Kota Malang

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.