Senin, Agustus 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Meskipun Karyanya Kelas Internasional, Ahot Ingin Karyanya tak Dijadikan Tato

Redaksi by Redaksi
April 16, 2021 2:55 pm
in Berita
Toha Mashudi

Toha Mashudi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Siapa yang bakal menyangka jika di Desa Kedal Payak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, menyimpan seorang perupa atau seniman yang karya lukisnya merambah pasar internasional.

Toha Mashudi, kendati karya-karya terbilang memiliki aliran horror atau gambar yang seram, ia memiliki prinsip agar gambarnya tidak dijadikan tatto.

READ ALSO

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Salah satu karya Toha Mashudi. (IG Toha Mashudi)

“Kalau saya prinsipnya gak mau gambar saya dijadikan tato, soalnya ini mengenai prinsip saya sebagai umat muslim. Soalnya kan di ajaran Islam tato itu tidak boleh,” tegasnya saat ngobrol bareng bersama tugumalang.id secara live di Instagram pada Kamis (15/04/2021).

Ketika ditanya mengapa style gambarnya kebanyakan horror, pria yang akrab disapa Ahot ini bercerita jika sejak kecil dirinya memang sudah suka film-film horror hingga saat ini.

“Kalau dulu awalnya saya suka gambar karena waktu kecil memang suka nonton film horor. Jadi, seperti film vampir sama monster-monster saya memang suka sejak kecil,” terangnya.

“Lalu akhirnya, coba gambar terus dimana saja, mulai dari kertas gak terpakai sampai bungkus rokok itu saya jadikan latihan gambar,” imbuhnya.

Bahkan, saat berusia 16 tahun dan masih bekerja di Pabrik Gula Krebet, Ahot pada malam hari masih menyempatkan berlatih menggambar sepulang dari bekerja. Ia merasa menggambar adalah bagian dari dirinya yang tidak bisa dipisahkan.

“Saya pernah sekitar 4 bulan itu gak gambar, tapi rasanya itu gak enak, di badan itu kayaknya ada yang aneh kalau gak gambar,” bebernya.

Gambarnya yang tidak lazim, kadang mengundang cibiran dari tetangga, namun ia tidak larut dengan kesedihan dan tetap terus berkarya.

“Kalau dari tetangga memang melihatnya aneh kok saya gambarnya yang serem-serem seperti tengkorak bukannya pemandangan. Tapi ya selera saya seperti ini ya saya tidak perduli tetep latihan gambar terus,” tegasnya.

“Dulu waktu gambar belum jadi pendapatan, ya saya kasihkan teman-teman gambar saya asalkan dirawat. Soalnya kalau saya simpan sendiri ya malah nganggur di dalam lemari saja,” lanjutnya.

Lalu, sekitar tahun 2004, pria yang juga hobi pohon bonsai ini mulai menggeluti usaha airbrush miliknya sendiri, biasanya ia mendapat order gambar di cafe sampai truk itu.

“Saya menekuni airbrush itu kurang lebih sekitar 15 tahun sampai tahun 2017 kalau gak salah. Saat itu saya merantau seperti ke Bali sampai Jogjakarta untuk airbrush itu. Itupun saya tetap gambar drawing, soalnya kalau jiwa saya sebenarnya drawing, sedangkan airbrush itu kan pekerjaan,” ungkapnya.

Setelah airbrush miliknya mulai turun peminat, keluarganya harus mulai berjuang karena pendapatan juga makin menipis.

“Setelah itu airbrush mulai lesu dan panggilan mulai jarang, saya juga agak bingung, lalu saya dapat support dari teman-teman termasuk dari seniman lain yaitu Mas Maruto itu yang banyak jasanya ke saya. Waktu itu beliau bilang buat akun Instagram dan gambar saya diupload di situ,” kenangnya.

Ketika akhirnya, gambar-gambarnya diupload di Instagram, tiba-tiba saja banyak orang-orang dari luar negeri yang menawar karyanya itu.

“Gak taunya malah banyak orang-orang dari luar negeri seperti Amerika, Australia, Kanada, Itali dan lainnya yang tertarik beli gambar-gambar saya,” katanya.

Tentu saja, pria yang mengaku gaptek ini kebingungan banyak orang asing yang tertarik membeli gambar-gambarnya. Ia bahkan sempat berpikir apakah ini kenyataan atau hanya sekedar guyonan.

“Awalnya ya bingung, mereka pakai bahasa Inggris sedangkan saya gak ngerti sama sekali. Untungnya ada istri saya yang bisa bantu mulai dari komunikasi sampai yang ngatur media sosial, jadi saya hanya berkarya aja sebenarnya,” jelasnya sambil tertawa.

Terakhir, ia mengatakan jika pelanggan-pelanggannya dari luar negeri jarang ada yang rewel terkait pesanan gambar.

“Kalu permintaan dari luar negeri itu mereka biasanya gak rewel ya.  Mereka sampaikan permintaan garis besarnya dan untuk style gambarnya ya sesuai dengan saya sendiri. Yang penting saya gak mau kalau di suruh niru karya ini atau karyanya siapa,” pungkasnya.

Related Posts

Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Perumahan White House Joyo Agung, RT 05/RW 13, pada Sabtu (8/8/2026). Foto/dok
Berita

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Sabtu, 8 Agu 2026
Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Next Post
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Diharapkan Sesuai SOP dan Prokes

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Diharapkan Sesuai SOP dan Prokes

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.