Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kurang Sosialisasi?

Redaksi by Redaksi
Agustus 27, 2021 6:36 pm
in Pendidikan
merdeka - Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kurang Sosialisasi?

Ilustrasi mahasiswa. Foto: Pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) saat ini menjadi salah satu program unggulan bagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Pasalnya, dengan program ini mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman atau ilmu di luar kampus yang memiliki nilai 20 SKS.

Kemendikbud Ristek berharap kesempatan ini dimanfaatkan para mahasiswa untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya pengalaman dari perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi yang akan dituju.

READ ALSO

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang

Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional

Oleh karena itu, pihak kampus diharapkan juga memberikan kesempatan dan sosialisasi untuk mahasiswa agar program ini bisa menyerap mahasiswa sebanyak-banyaknya.

Sayangnya, hype Kampus Merdeka secara nasional baik di media-media cetak maupun online rasanya kurang terasa di Kota Malang. Mahasiswa di Kota Malang terkesan lebih cuek baik di media sosial maupun dalam diskusi-diskusi offline.

Hal ini dirasakan ketika jurnalis tugumalang.id ingin mewawancarai beberapa mahasiswa terkait sambutan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Kota Malang. Beberapa merasa takut atau enggan karena merasa kurang memiliki materi atau pengetahuan yang cukup terkait program besutan Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, ini.

Setidaknya ada 10 orang mahasiswa yang dihubungi atau ditemui mengemukakan penolakan. Di antaranya ada yang merasa takut jika dirinya akan berurusan dengan pihak kampus jika mengemukakan penolakannya terhadap program ini.

Contohnya, salah satu mahasiswa kampus negeri di Kota Malang yang tidak ingin disebutkan namanya. Dia sebenarnya mempertanyakan urgensi program MBKM ini. “Saya mempertanyakan urgensi program Kampus Merdeka ini, karena kalau memang hanya program magang, memang dari awal sudah ada program magang di kampus,” ucapnya, pada Jumat (27/08/2021).

Dia juga mengatakan tidak mendapat sosialisasi yang diperlukan untuk mengetahui secara detail terkait program ini. “Saya sendiri sejujurnya kurang mengikuti isu ini baik dari kampus maupun dari media massa,” paparnya.

Begitupun dengan salah satu mahasiswa Universitas Negeri Malang yang hanya ingin ditulis inisialnya yaitu L. Mengatakan dirinya tidak terlalu paham mengenai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. “Saya dari awal memang kurang mengikuti isu ini, jadi saya merasa tidak cukup kompeten jika ditanya soal isu ini,” jelasnya.

Di tempat terpisah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Rexy Reynaldi Praditama, mengatakan dirinya juga kurang mendapatkan sosialisasi terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dia mengaku tidak mendapatkan informasi terkait program ini.

“Kalau dari aku sendiri memang agak kurang mendapat sosialisasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Soalnya sekarang lagi pandemi juga jadi belajar daring dan jarang ke kampus, mungkin itu juga alasannya,” ucapnya.

Rexy berpendapat, seandainya program ini lebih disosialisasikan ke media-media sosial, mungkin dampaknya akan lebih signifikan.

“Aku sendiri gak setiap hari buka website kampus, mungkin hanya pas mau pembelajaran semester baru atau pas mau masuk kuliah lagi baru buka website. Jadi, menurutku kalau lebih banyak disosialisasikan di medsos mungkin bakal lebih banyak yang tau,” sarannya.

Selain itu, tidak semua mahasiswa bisa mengikuti program ini, ada banyak seleksi dan ketentuan yang harus diikuti. Sehingga hanya beberapa saja yang bisa merasakan program unggulan dari Kemendikbud Ristek ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Heri Prawoto Widodo selaku Koordinator Perencanaan Akademik dan Kerjasama Universitas Brawijaya (UB). Dia mengungkapkan bahwa program magang adalah salah satu program yang hanya 87 mahasiswa yang bisa mengikuti Program Bangkit.

“Untuk program magang itu yang sudah memenuhi syarat itu sekitar 87 mahasiswa dari 14 program studi yang lolos Program Bangkit. Program Bangkit sendiri adalah program untuk mahasiswa semester 7 untuk mengikuti berbagai program dari perusahaan-perusahaan besar mulai dari Google dan perusahaan teknologi lainnya,” jelasnya.

“Jadi, Program Bangkit ini adalah program dari pemerintah untuk pembelajaran secara langsung dengan 20 SKS yang ilmunya disajikan dari narasumber perusahaan-perusahaan besar itu,” sambungnya.

Selain itu, dia menambahkan bahwa UB juga memiliki memiliki program studi independen yang diikuti 175 mahasiswa. Intinya, ini adalah program untuk mahasiswa dengan kegiatan-kegiatan di luar kampus.

Ada juga program magang bersertifikat dengan 339 mahasiswa yang mengikuti di seluruh fakultas di UB. “Program ini adalah bentuk kerja sama Dikti dengan beberapa perusahaan yang mampu mentransfer ilmu dan teknologinya kepada mahasiswa yang akan menghadapi kelulusan dia dan magangnya itu selama 1 semester. Dan untuk persyaratan sudah ada di platform MBKM, seperti mereka harus semester sekian dengan IPK minimal sekian. Kemudian dia tidak melebihi masa studi yang disyaratkan,” jelasnya.

Sementara itu, I Wayan Dasna selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM), mengatakan bahwa dari total mahasiswa yang diterima dalam program asistensi mengajar adalah 898 mahasiswa dari 1.100 mahasiswa yang mendaftar.

“Makanya perlu diikuti sebaik-baiknya, sehingga memiliki pengalaman belajar selain kuliah teori di kampus tapi juga pengalaman penyelesaian masalah secara nyata di kampus,” ucapnya.

Agak berbeda dengan UB, UM cenderung menonjolkan program MBKM dari sisi kependidikan, yaitu program asistensi pendidikan.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang
Pendidikan

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional

Kamis, 16 Jul 2026
Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an
Advertorial

Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an

Kamis, 16 Jul 2026
Siswa Baru SMA Nasional Malang Diajak Menjelajah Laboratorium ITN Malang
Advertorial

Siswa Baru SMA Nasional Malang Diajak Menjelajah Laboratorium ITN Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang Raih Juara Kontes Modifikasi, Lepas Penat Skripsi dengan Naik Podium
Advertorial

Mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang Raih Juara Kontes Modifikasi, Lepas Penat Skripsi dengan Naik Podium

Kamis, 16 Jul 2026
Dosen UIN Malang Kaji Konsep Al-Huzn dalam Al-Qur’an, Kesedihan Dinilai Bisa Jadi Jalan Pemulihan
Pendidikan

Dosen UIN Malang Kaji Konsep Al-Huzn dalam Al-Qur’an, Kesedihan Dinilai Bisa Jadi Jalan Pemulihan

Rabu, 15 Jul 2026
Next Post
desa - Pengembang di Desa Giripurno Bangun Perumahan di Atas Zona Pertanian

Pengembang di Desa Giripurno Bangun Perumahan di Atas Zona Pertanian

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.