Minggu, September 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kurang Sosialisasi?

Redaksi by Redaksi
Agustus 27, 2021 6:36 pm
in Pendidikan
merdeka - Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kurang Sosialisasi?

Ilustrasi mahasiswa. Foto: Pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) saat ini menjadi salah satu program unggulan bagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Pasalnya, dengan program ini mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman atau ilmu di luar kampus yang memiliki nilai 20 SKS.

Kemendikbud Ristek berharap kesempatan ini dimanfaatkan para mahasiswa untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya pengalaman dari perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi yang akan dituju.

READ ALSO

ISJ-UMM Perkuat Riset dan Edukasi Kesehatan Mental Masyarakat

4.028 Peserta Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, ITSK Soepraoen Malang Pecahkan Rekor MURI

Oleh karena itu, pihak kampus diharapkan juga memberikan kesempatan dan sosialisasi untuk mahasiswa agar program ini bisa menyerap mahasiswa sebanyak-banyaknya.

Sayangnya, hype Kampus Merdeka secara nasional baik di media-media cetak maupun online rasanya kurang terasa di Kota Malang. Mahasiswa di Kota Malang terkesan lebih cuek baik di media sosial maupun dalam diskusi-diskusi offline.

Hal ini dirasakan ketika jurnalis tugumalang.id ingin mewawancarai beberapa mahasiswa terkait sambutan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Kota Malang. Beberapa merasa takut atau enggan karena merasa kurang memiliki materi atau pengetahuan yang cukup terkait program besutan Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, ini.

Setidaknya ada 10 orang mahasiswa yang dihubungi atau ditemui mengemukakan penolakan. Di antaranya ada yang merasa takut jika dirinya akan berurusan dengan pihak kampus jika mengemukakan penolakannya terhadap program ini.

Contohnya, salah satu mahasiswa kampus negeri di Kota Malang yang tidak ingin disebutkan namanya. Dia sebenarnya mempertanyakan urgensi program MBKM ini. “Saya mempertanyakan urgensi program Kampus Merdeka ini, karena kalau memang hanya program magang, memang dari awal sudah ada program magang di kampus,” ucapnya, pada Jumat (27/08/2021).

Dia juga mengatakan tidak mendapat sosialisasi yang diperlukan untuk mengetahui secara detail terkait program ini. “Saya sendiri sejujurnya kurang mengikuti isu ini baik dari kampus maupun dari media massa,” paparnya.

Begitupun dengan salah satu mahasiswa Universitas Negeri Malang yang hanya ingin ditulis inisialnya yaitu L. Mengatakan dirinya tidak terlalu paham mengenai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. “Saya dari awal memang kurang mengikuti isu ini, jadi saya merasa tidak cukup kompeten jika ditanya soal isu ini,” jelasnya.

Di tempat terpisah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Rexy Reynaldi Praditama, mengatakan dirinya juga kurang mendapatkan sosialisasi terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dia mengaku tidak mendapatkan informasi terkait program ini.

“Kalau dari aku sendiri memang agak kurang mendapat sosialisasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Soalnya sekarang lagi pandemi juga jadi belajar daring dan jarang ke kampus, mungkin itu juga alasannya,” ucapnya.

Rexy berpendapat, seandainya program ini lebih disosialisasikan ke media-media sosial, mungkin dampaknya akan lebih signifikan.

“Aku sendiri gak setiap hari buka website kampus, mungkin hanya pas mau pembelajaran semester baru atau pas mau masuk kuliah lagi baru buka website. Jadi, menurutku kalau lebih banyak disosialisasikan di medsos mungkin bakal lebih banyak yang tau,” sarannya.

Selain itu, tidak semua mahasiswa bisa mengikuti program ini, ada banyak seleksi dan ketentuan yang harus diikuti. Sehingga hanya beberapa saja yang bisa merasakan program unggulan dari Kemendikbud Ristek ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Heri Prawoto Widodo selaku Koordinator Perencanaan Akademik dan Kerjasama Universitas Brawijaya (UB). Dia mengungkapkan bahwa program magang adalah salah satu program yang hanya 87 mahasiswa yang bisa mengikuti Program Bangkit.

“Untuk program magang itu yang sudah memenuhi syarat itu sekitar 87 mahasiswa dari 14 program studi yang lolos Program Bangkit. Program Bangkit sendiri adalah program untuk mahasiswa semester 7 untuk mengikuti berbagai program dari perusahaan-perusahaan besar mulai dari Google dan perusahaan teknologi lainnya,” jelasnya.

“Jadi, Program Bangkit ini adalah program dari pemerintah untuk pembelajaran secara langsung dengan 20 SKS yang ilmunya disajikan dari narasumber perusahaan-perusahaan besar itu,” sambungnya.

Selain itu, dia menambahkan bahwa UB juga memiliki memiliki program studi independen yang diikuti 175 mahasiswa. Intinya, ini adalah program untuk mahasiswa dengan kegiatan-kegiatan di luar kampus.

Ada juga program magang bersertifikat dengan 339 mahasiswa yang mengikuti di seluruh fakultas di UB. “Program ini adalah bentuk kerja sama Dikti dengan beberapa perusahaan yang mampu mentransfer ilmu dan teknologinya kepada mahasiswa yang akan menghadapi kelulusan dia dan magangnya itu selama 1 semester. Dan untuk persyaratan sudah ada di platform MBKM, seperti mereka harus semester sekian dengan IPK minimal sekian. Kemudian dia tidak melebihi masa studi yang disyaratkan,” jelasnya.

Sementara itu, I Wayan Dasna selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM), mengatakan bahwa dari total mahasiswa yang diterima dalam program asistensi mengajar adalah 898 mahasiswa dari 1.100 mahasiswa yang mendaftar.

“Makanya perlu diikuti sebaik-baiknya, sehingga memiliki pengalaman belajar selain kuliah teori di kampus tapi juga pengalaman penyelesaian masalah secara nyata di kampus,” ucapnya.

Agak berbeda dengan UB, UM cenderung menonjolkan program MBKM dari sisi kependidikan, yaitu program asistensi pendidikan.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

ISJ-UMM Perkuat Riset dan Edukasi Kesehatan Mental Masyarakat
Pendidikan

ISJ-UMM Perkuat Riset dan Edukasi Kesehatan Mental Masyarakat

Sabtu, 19 Sep 2026
4.028 Peserta Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, ITSK Soepraoen Malang Pecahkan Rekor MURI
Advertorial

4.028 Peserta Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, ITSK Soepraoen Malang Pecahkan Rekor MURI

Sabtu, 19 Sep 2026
Polinema Gelar Bursa Kerja Virtual 2026: Pangkas Jarak dan Biaya
Advertorial

Polinema Gelar Bursa Kerja Virtual 2026: Pangkas Jarak dan Biaya

Sabtu, 19 Sep 2026
Fakultas Teknik Unisma Tembus Kelas Dunia Lewat Program Diaspora Berdampak
Advertorial

Fakultas Teknik Unisma Tembus Kelas Dunia Lewat Program Diaspora Berdampak

Sabtu, 19 Sep 2026
Lulusan Terbaik Teknik Mesin ITN Malang Ciptakan Sistem Daur Ulang Air Pabrik Susu
Advertorial

Lulusan Terbaik Teknik Mesin ITN Malang Ciptakan Sistem Daur Ulang Air Pabrik Susu

Sabtu, 19 Sep 2026
CHIFEST 2026  Universitas Ma ChungHadirkan Perjumpaan Budaya Tionghoa dan Indonesia di Malang
Advertorial

CHIFEST 2026 Universitas Ma Chung Hadirkan Perjumpaan Budaya Tionghoa dan Indonesia di Malang

Sabtu, 19 Sep 2026
Next Post
desa - Pengembang di Desa Giripurno Bangun Perumahan di Atas Zona Pertanian

Pengembang di Desa Giripurno Bangun Perumahan di Atas Zona Pertanian

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.