Monday, July 6, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Menyingkap Jejak Sejarah Gedung Sarinah Malang: dari Societeit Concordia Masa Kolonial ke Ikon Perbelanjaan Modern

Redaksi by Redaksi
August 3, 2025 6:23 pm
in Budaya
Sejarah Gedung Sarinah Malang yang dulunya bernama Societeit Concordia dan punya nilai historis./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Sejarah Gedung Sarinah Malang yang dulunya bernama Societeit Concordia dan punya nilai historis./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Pusat perbelanjaan Sarinah Malang yang lokasinya tak jauh dari Alun-Alun Malang, bukan sekedar tempat belanja modern yang ikonik tapi juga menyimpan nilai historis.

Berada di jantung Kota Malang, sejarah gedung Sarinah Malang dulunya adalah Societeit Concordia atau gedung bola. Sebelum Sarinah eksis, Societit Concordia menjadi pusat hiburan para kaum elite Eropa yang tinggal di Malang.

READ ALSO

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Keberadaan Gedung Societeit Concordia pada masa pemerintahan kolonial Belanda selalu ada di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Baca Juga: Pedagang Terdampak Kebakaran Malang Plaza Pindah ke Mal Sarinah Secara Mandiri

Dosen Program Studi Sejarah Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Reza Hudiyanto, S.S, M.Hum saat ditemui Tugumalang.id menjelaskan bahwa dahulu Mal Sarinah adalah Societeit Concordia sebagai sebuah gedung pertemuan dan juga hiburan bagi kaum bangsa Eropa di Malang.

Tetapi masyarakat pada saat itu menyebut gedung tersebut sebagai rumah bola, yang menurut Reza merujuk pada bentuk gedung yang memiliki area cukup luas di dalamnya seperti ballroom.

Gedung Societeit Concordia Malang yang kini menjadi Mal Sarinah Malang./Foto: Tangkapan layar Facebook Jawa Timur Tempo Doeloe.
Gedung Societeit Concordia Malang yang kini menjadi Mal Sarinah Malang./Foto: Tangkapan layar Facebook Jawa Timur Tempo Doeloe.

“Itu (Sarinah Malan) dulunya Societeit Concordia atau rumah bola yang ada di foto dan sebelum dipugar, bentuk aslinya ada di tahun 1925,” kata Reza, Minggu (3/8/2025).

“Istilah bola memang belum diketahui datanya secara asli, tetapi besar kemungkinan merujuk pada ballroom yang luas. Kalau di Eropa seperti Basilika, ada ruang yang sangat luas di tengahnya di mana bisa menampung banyak orang dan untuk acara dansa biasanya,” jelasnya.

Baca Juga: Pedagang Terdampak Kebakaran Malang Plaza Pindah ke Mal Sarinah Secara Mandiri

Keberadaan gedung Societeit Concordia pada masa itu memang tak bisa dilepaskan dari budaya orang Eropa yang kerap kali menggelar acara pertemuan, dansa, maupun ceramah publik.

Menurut Reza hal itu wajar karena dari sejarah perkembangan Kota Malang yang berkaitan dengan pemerintahan kolonial Belanda, sehingga gaya arsitektur bangunan dan tata kota mirip dengan di Eropa, khususnya Belanda.

Sejarah pembangunan Societeit Concordia di Malang diperkirakan dibangun sebelum tahun 1900-an.

Menjadi Saksi Sejarah Perjuangan Bangsa

Gedung Societeit Concordia menjadi saksi bisu dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pada tahun 1947 Gedung ini menjadi tempat sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang merupakan cikal bakal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Beberapa tokoh nasional pun hadir di sidang KNIP tersebut, seperti Soekarno, Hatta, Sutan Sjahrir, serta tokoh nasional lainnya.

“Dulu pernah digunakan sebagai tempat sidang KNPI dan semua tokoh nasional pada saat itu datang ke sini (Malang),” ungkap Reza.

Mereka berkumpul di Gedung Societeit Concordia untuk membahas perjuangan bangsa Indonesia yang baru merdeka serta menghadapi Agresi Militer Belanda pada tahun 1947 yang mencoba kembali menguasai Republik Indonesia.

Agresi Militer Belanda, Malang Bumi Hangus, dan Berganti Menjadi Sarinah

Situs sejarah yang pernah menjadi saksi dari perjuangan bangsa Indonesia, Societeit Concordia berakhir saat Agresi Militer Belanda pada tahun 1947 di Malang. Gedung tersebut hancur ketika taktik Malang Bumi Hangus diterapkan oleh para pejuang agar gedung-gedung penting seperti Societeit Concordia tidak dikuasai Belanda.

Gedung Concordia pun ikut hangus dan hilang bersama gedung-gedung lainnya dalam peristiwa bersejarah tersebut.

Sejak tahun 1960-an, sisa-sisa bangunan asli Concordia yang bernilai sejarah mulai berganti rupa menjadi pusat perbelanjaan modern bernama Sarinah.

Reza menilai bergantinya Gedung Societeit Concordia ke Sarinah tak lepas dari recovery ekonomi pasca perang. Fokus pemerintah pada saat itu adala berupaya bangkit dari keterpurukan ekonomi, maka yang pertama kali dibangun adalah pasar atau pusat perbelanjaan. Apalagi posisi Concordia yang sangat strategis.

“Karena habis perang yang dipikirkan adalah recovery bangkit dari keterpurukan ekonomi, maka yang pertama kali dibangun adalah pasar,” terang Reza.

“Tempat perdagangan harus dibangun, akhirnya Sarinah dibangun mungkin karena posisinya dianggap strategis. Kedua, karena kepemilikan negara, jadi tidak sulit membangun di atas tanah milik negara,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Gedung Sarinah MalangSarinah MalangSejarah Kota MalangSejarah MalangSejarah Sarinah MalangSitus Sejarah MalangSocieteit Concordia

Related Posts

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Friday, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Thursday, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Sunday, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Tuesday, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Sunday, 31 May 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Thursday, 28 May 2026
Next Post
Wali Kota Batu Nurochman saat meninjau TPS3R. Foto/dok

Nyaris Semua Desa di Kota Batu Bisa Olah Sampah Mandiri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.