Minggu, September 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Menilik Jejak Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Pujon hingga Ngantang

Redaksi by Redaksi
Agustus 17, 2022 2:38 pm
in Berita
Monumen Garis di pujon

Monumen Garis Status Quo yang menjadi saksi bisu sejarah panjang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan kolonial Belanda. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG | TuguMalang.id  – Daerah Pujon hingga Ngantang yang menjadi bagian dari Malang Barat memiliki kelindan sejarah yang panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain menjadi medan pertempuran, banyak juga pahlawan dan putra-putri bangsa yang gugur demi cita-cita luhur bangsa.

Dulunya, daerah yang semula menjadi bagian dari Kawedanan Batu ini merupakan salah satu daerah incaran kolonial Belanda untuk dikuasai yang sudah menduduki Kota Batu. Mayoritas warga pribumi kemudian lari ke arah barat di sekitar wilayah Pujon, Kasembon hingga Ngantang.

READ ALSO

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Saat itu, hasil dari Perjanjian Renville yang diakui masih sangat merugikan bangsa Indonesia karena terus menyempit. Bahkan meski sudah ditentukan garis demarkasi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Belanda masih tetap melakukan konfrontasi.

Pejuang Indonesia yang diperkuat Arek-Arek Pujon mulai dari pelajar, rakyat petani hingga ulama berusaha sekuat tenaga mempertahankan titik darah penghabisan. Tepat di zona garis demarkasi atau kini dikenal Garis Status Quo yang ada di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon.

Di perbatasan wilayah itulah terjadi pertumpahan darah yang membuat gugur putra-putri bangsa. Di bawah kepemimpinan Brigjen Abdul Manan Wijaya, pasukan putra-putri bangsa terus bertempur hingga titik darah penghabisan.

Brigjen Abdul Manan Wijaya sendiri merupakan sosok santri yang sudah bergabung dengan PETA sejak zaman Jepang, akhirnya didapuk memimpin perlawanan rakyat dalam Agresi Militer Belanda I dan II.

Bersama Letnan Soemadi dan Mayor Sunandar, Abdul Manan menjadi otak di balik serangan-serangan mematikan terhadap tentara Belanda. Tak hanya dikenal sebagai ahli strategi perang, Mayor Manan juga seorang negoisator yang handal.

Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan delegasi batalyon II yang dipimpin Manan dalam menghindarkan TNI dari sanksi KTN akibat penyerangan pasukan Belanda di desa Pandesari.

Berkat jasa-jasanya semasa perang kemerdekaan, nama Abdul Manan diabadikan menjadi nama jalan raya di Kecamatan Pujon. Selain Brigjen Abdul Manan Wijaya, nama-nama putra bangsa yang telah gugur saat itu seperti Kopral Kastawi, AP III Katjoeng Permadi, Soejadi dan lain-lain.

Di garis status quo tersebut, juga ada nama Kopral Kastawi dari unsur TNI yang juga ikut mengawal pertahanan di garis batas. Dalam sejumlah pertempuran dan konfrontasi Belanda, Kopral Kastawi wafat dan beberapa anggota regu dan penduduk, mengalami luka berat.

Pasukan Belanda terus melakukan provokasi dengan sengaja melanggar garis demarkasi. Tentu saja, pejuang yang sedang berpatroli di sekitar garis status quo ikut terpancing.

Namun pada saat bersamaan, dari arah utara pasukan Belanda dengan persenjataan lengkap menyerang polisi yang melakukan patrol di garis status quo. Akibatnya dua orang polisi yaitu AK.Permadi dan Soejadi gugur, sedangkan Serma Soewarno Yudho mengalami luka tembak di kaki.

Hingga kini, Garis Status Quo Van Mook tersebut diabadikan dengan didirikan sebuah monumen penanda, termasuk patung Brigjen Abdul Manan Wijaya. Medan juang para pahlawan membentang hingga perbatasan Karesidenan Kediri dan Malang

 

Reporter: Ulul Azmy
editor:jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: HUT RI ke-77kemerdekaanmonumen garisNgantangpujonsejarah perjuangan

Related Posts

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Perumahan White House Joyo Agung, RT 05/RW 13, pada Sabtu (8/8/2026). Foto/dok
Berita

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Sabtu, 8 Agu 2026
Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Next Post
Upacara eks Napi Teroris

Mantan Napi Terorisme Gelar Upacara HUT Ke-77 RI di KTN Turen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.