Kamis, November 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Menilik Jejak Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Pujon hingga Ngantang

Redaksi by Redaksi
Agustus 17, 2022 2:38 pm
in Berita
Monumen Garis di pujon

Monumen Garis Status Quo yang menjadi saksi bisu sejarah panjang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan kolonial Belanda. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG | TuguMalang.id  – Daerah Pujon hingga Ngantang yang menjadi bagian dari Malang Barat memiliki kelindan sejarah yang panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain menjadi medan pertempuran, banyak juga pahlawan dan putra-putri bangsa yang gugur demi cita-cita luhur bangsa.

Dulunya, daerah yang semula menjadi bagian dari Kawedanan Batu ini merupakan salah satu daerah incaran kolonial Belanda untuk dikuasai yang sudah menduduki Kota Batu. Mayoritas warga pribumi kemudian lari ke arah barat di sekitar wilayah Pujon, Kasembon hingga Ngantang.

READ ALSO

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Saat itu, hasil dari Perjanjian Renville yang diakui masih sangat merugikan bangsa Indonesia karena terus menyempit. Bahkan meski sudah ditentukan garis demarkasi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Belanda masih tetap melakukan konfrontasi.

Pejuang Indonesia yang diperkuat Arek-Arek Pujon mulai dari pelajar, rakyat petani hingga ulama berusaha sekuat tenaga mempertahankan titik darah penghabisan. Tepat di zona garis demarkasi atau kini dikenal Garis Status Quo yang ada di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon.

Di perbatasan wilayah itulah terjadi pertumpahan darah yang membuat gugur putra-putri bangsa. Di bawah kepemimpinan Brigjen Abdul Manan Wijaya, pasukan putra-putri bangsa terus bertempur hingga titik darah penghabisan.

Brigjen Abdul Manan Wijaya sendiri merupakan sosok santri yang sudah bergabung dengan PETA sejak zaman Jepang, akhirnya didapuk memimpin perlawanan rakyat dalam Agresi Militer Belanda I dan II.

Bersama Letnan Soemadi dan Mayor Sunandar, Abdul Manan menjadi otak di balik serangan-serangan mematikan terhadap tentara Belanda. Tak hanya dikenal sebagai ahli strategi perang, Mayor Manan juga seorang negoisator yang handal.

Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan delegasi batalyon II yang dipimpin Manan dalam menghindarkan TNI dari sanksi KTN akibat penyerangan pasukan Belanda di desa Pandesari.

Berkat jasa-jasanya semasa perang kemerdekaan, nama Abdul Manan diabadikan menjadi nama jalan raya di Kecamatan Pujon. Selain Brigjen Abdul Manan Wijaya, nama-nama putra bangsa yang telah gugur saat itu seperti Kopral Kastawi, AP III Katjoeng Permadi, Soejadi dan lain-lain.

Di garis status quo tersebut, juga ada nama Kopral Kastawi dari unsur TNI yang juga ikut mengawal pertahanan di garis batas. Dalam sejumlah pertempuran dan konfrontasi Belanda, Kopral Kastawi wafat dan beberapa anggota regu dan penduduk, mengalami luka berat.

Pasukan Belanda terus melakukan provokasi dengan sengaja melanggar garis demarkasi. Tentu saja, pejuang yang sedang berpatroli di sekitar garis status quo ikut terpancing.

Namun pada saat bersamaan, dari arah utara pasukan Belanda dengan persenjataan lengkap menyerang polisi yang melakukan patrol di garis status quo. Akibatnya dua orang polisi yaitu AK.Permadi dan Soejadi gugur, sedangkan Serma Soewarno Yudho mengalami luka tembak di kaki.

Hingga kini, Garis Status Quo Van Mook tersebut diabadikan dengan didirikan sebuah monumen penanda, termasuk patung Brigjen Abdul Manan Wijaya. Medan juang para pahlawan membentang hingga perbatasan Karesidenan Kediri dan Malang

 

Reporter: Ulul Azmy
editor:jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: HUT RI ke-77kemerdekaanmonumen garisNgantangpujonsejarah perjuangan

Related Posts

Rambu stop Trans Jatim di depan Stadion Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Berita

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Kamis, 15 Okt 2026
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Next Post
Upacara eks Napi Teroris

Mantan Napi Terorisme Gelar Upacara HUT Ke-77 RI di KTN Turen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.