Tugumalang.id – Berada di Madinah adalah salah satu momen paling berharga dalam hidup. Bagi saya. Mungkin, juga bagi mayoritas ummat Islam yang sedang berkunjung.
Berada di Madinah, waktu seperti bergerak lambat. Hari-hari di Madinah adalah hari-hari yang penuh dengan doa, salat, zikir, selawat, serta pikiran-pikiran yang menjernihkan.
Jika kota Makkah istimewa karena di tempat inilah pelaksanaan Haji dan Umrah digelar, tidak bisa di tempat lain, juga karena di tempat inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan, sedangkan Madinah adalah tempat di mana berbaring jenazah Nabi Muhammad SAW.

Madinah juga kota di mana Islam dan dakwah Nabi Muhammad SAW mencapai kejayaanya. Dari Madinah, Islam tersebar ke seluruh dunia hingga kini.
Baca Juga: Sambil Lantunkan Shalawat, Rombongan Chatour Travel Tiba di Madinah dengan Penuh Haru(7)
Penduduk madinah yakni kaum Ansor, adalah penyokong utama dakwah Nabi Muhammad SAW serta penduduk yang dengan suka cita, menyambut Nabi Muhammad SAW ketika hijrah dari Makkah. Karena inilah, dalam sebuah Hadits, Madinah adalah kota yang dimuliakan setelah kota Makkah.

“Selama umrah ini, yang paling berkesan dan ngangenin itu ya Madinah,” kata Rizqi Nurul Huda, salah satu jemaah umrah asal Indonesia.
Bagi penulis, aktivitas yang paling menyenangkan ketika berada di Madinah adalah mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara melintas di depan makam beliau.
Dalam sehari, bisa 5 kali penulis melakukan aktivitas ini yakni bisa sebelum dan sesudah salat 5 waktu, atau di sela waktu senggang lainnya.

Baca Juga: Ditipu First Travel 11 Tahun Lalu, Keluarga Ini Akhirnya Berangkat Umrah Bareng Chatour Travel dengan Anak yang Istimewa (11)
Bagi jemaah laki-laki, kita bisa menyampaikan salam hampir setiap saat selama 24 jam. Pintu tempat menyampaikan salam yang diberi nama Babus Salam, hanya tutup saat waktu salat saja. Selebihnya terbuka selalu.
Dari pintu babus salam, para jemaah berjalan kaki pelan-pelan tanpa alas kaki. Sambil menengadahkan tangan kanannya ke atas, mereka mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, sang rosul, manusia nomor 1 paling berpengaruh sepanjang zaman.
Saat mengucapkan salam itu, petugas keamanan biasanya meminta jemaah untuk jalan terus. Namun, kita tetap saja bisa sedikit berlama-lama, dengan sedikit tidak menghiraukan perintah keamanan untuk terus berjalan.
Selama mengucapkan salam, ada beberapa yang sambil berdoa bahkan tak jarang jemaah yang menengadahkan dua tangannya, sambil menangis.
Mungkin, karena kerinduan mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Selain mengucapkan salam kepada Nabi, pengunjung juga bisa mengucapkan salam kepada dua sahabat terdekat Nabi yang juga dimakamkan di area tersebut yakni Sahabat Abu Bakar dan Umar.
Mengucapkan salam juga memiliki arti menziarahi rosul. Apalagi, dalam sebuah hadisnya, barang siapa yang berziarah kepada rosul saat beliau sudah wafat, sama seperti menziarahi beliau saat masih hidup.
Mengucapkan salam melalui babus salam ini, para jemaah hanya perlu berjalan kaki totalnya sekitar 500-800 meter. Mengucapkan salam juga bisa menjadi alternatif bagi para perindu, yang rata-rata hanya bisa sekali saja berkunjung ke raudhah selama di madinah melalui aplikasi nusuk.
Raudhah adalah tempat istimewa yakni tempat ini disebut sebagai taman dari taman surga. Tempat ini adalah tempat antara makam Nabi (dulu adalah rumah Nabi Muhammad SAW) dan mimbar Nabi Muhammad.
Jika raudhah istimewa, mengucapkan salam dari pintu babus salam, juga tidak kalah istimewa. Semoga, yang membaca artikel ini bisa segera ke Madinah, berziarah kepada sang rosul. Amin.
Info: ini adalah catatan seri ke-13 dalam program ‘Catatan Umrah’ berkat kerja sama Tugu Media Group (tugumalang.id & tugujatim.id) dan Chatour Travel.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Irham Thoriq
Editor: Herlianto. A





























