Tugumalang.id – Rombongan Chatour Travel, hari ini (21/8/2025) melakukan city tour di Kota Madinah. Rombongan keberangkatan tanggal 19 Agustus 2025 yang beranggotan kurang lebih 28 jama’ah ini bertolak dari Hotel Karam Al Madina sekitar pukul 08.00 pagi waktu arab saudi.
Dengan menggunakan bus, rombongan menuju Masjid Quba’ yang jarak tempuhnya hanya sekitar 15 menit dari Masjid Nabawi.
Sebelum tiga di Masjid Quba, Mutowif atau pemimpin ibadah tawaf kami yakni Ustadz Mujib menjelaskan soal bangunan bersejarah di sekitar perjalanan.
Baca Juga: Kader NU Surabaya Raih Hadiah Umrah Gratis dari Chatour Travel (6)
Pertama adalah sebuah bongkahan gunung. Bongkahan gunung ini, diduga bekas dari rumah sahabat Nabi Muhammad SAW yakni Abdurrahman Bin Auf yang terkenal kaya raya.

“Saking kayanya, beliau ingin menjadi orang miskin, tapi tidak bisa,” katanya.
Pernah suatu ketika, Abdurrahman Bib Auf ingin hartanya berkurang dengan membeli kurma yang sudah layu atau kadaluarsa.
”Tapi setelah membeli kurma itu, ada orang dari Yaman yang ke Madinah cari kurma layu itu untuk pengobatan. Maka kurma itu akhirnya laku berkali-kali lipat, dan Abdurrahman Bin Auf akhirnya untung dan tidak jadi berkurang hartanya,” kata Ustadz Mujib, pria asal Sumenep, Madura.
Baca Juga: Dimulai, Catatan Perjalanan Umrah Penuh Makna Bersama Chatour Travel dan Tugu Media (1)
Untuk diketahui, Abdurrahman bin Auf adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Nabi Muhammad SAW bahwa ia akan masuk Surga.
Ia masuk Islam, pada tahun 614 M. Saat itu usianya masih cukup muda yakni umur 31 tahun. Usia yang masih sangat produktif.
Kendati masih muda, sumbangsihnya pada perjuangan Islam dan dakwah Rasulullah cukup besar. Anak muda seperti Abdurrahman bin Auf, seperti sahabat-sahabat Nabi yang masih muda lainnya [Ali bin Abi Thalib, Sa’ad bin Abi Waqqas dan Zaid bin Haritsah], memainkan peran kunci dalam menyebarkan ajaran Islam dan memperkuat komunitas Muslim di masa awal.
Sementara itu, tidak jauh dari rumah Sahabat Abdurrahman Bin Auf, terdapat masjid Bilal. Nama masjid ini merujuk pada Sahabat Bilal bin Muadz yang merupakan muadzin atau juru adzan waktu zaman Nabi Muhammad SAW.
Masjid Bilal ini awalnya rumah Sahabat Bilal.”Bayangkan rumah beliau jauh dari Masjid Nabawi, bahkan lebih dekat hotel kita dari Masjid Nabawi, tapi beliau lima waktu Adzan di Masjid Nabawi,” katanya.
Sahabat Bilal, sebagaimana kita ketahui, setelah Nabi Muhammad SAW wafat beliau hijrah ke Irak karena tidak kuat atas kerinduannya yang sangat besar kepada Nabi Muhammad SAW.
Suatu ketika pada pemerintahan khilifah Umar bin Affan, Sahabat Bilal yang bermimpi Nabi Muhammad, lalu datang ke Madinah. Ketika itu, Bilal adzan dan penduduk Madinah gempar. Karena suara itu, sama persis dengan suara adzan di Zaman Nabi Muhammad SAW.
Karena tidak kuat dengan suasana haru ketika itu, Sahabat Bilal dikisahkan tidak tahan menyelesaikan adzan-nya. Sahabat Bilal selalu merindukan suana ketika beliau adzan, setelah adzan lalu membangunkan Roshulullah.
Catatan: tulisan ini bagian dari program Catatan Umrah berkat kerja sama Chatour Travel dan Tugu Media Group. Ini adalah catatan seri ke-9.
(bersambung)
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Irham Thoriq
Editor: Herlianto. A





























