Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Mengubah Mindset Agar Lebih Maju di Kajian Spirit Gemilang

Redaksi by Redaksi
Juli 13, 2022 11:07 am
in Berita
Kajian spirit Gemilang

Suasana Kajian Spirit Gemilang. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id  – Pasca pandemi, masyarakat mulai membenahi diri untuk kembali beraktivitas di new normal. Kajian Spirit Gemilang yang dilaksanakan oleh Nusantara Gilang Gemilang menjadi wadah diskusi dan belajar untuk kembali bangkit menata kehidupan.

Acara yang dilaksanakan pada Selasa (12/7/2022) di Camp King Sulaiman Kota Malang ini juga didukung oleh Tugu Media Group.

READ ALSO

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Secara luring, Kajian Gilang Gemilang dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang datang dari berbagai kota, termasuk Kota Surabaya. Secara daring, kajian ini disiarka di Facebook Imam Muhajirin Elfahmi dan telah ditonton oleh 445 orang.

Kajian Spirit Gemilang dibuka dengan kajian pemikiran tokoh yang dibawakan oleh Master G-Coach Pro Nur Hidayat. Tokoh yang dipilih untuk dikaji pemikirannya adalah Ki Hajar Dewantara, pahlawan nasional dan bapak pendidikan Indonesia.

Pada sesi ini, Nur Hidayat menekankan kutipan dari Ki Hajar Dewantara yang berbunyi, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.”

“Jadi kita semua adalah pendidik dan peran kita sebagai pendidik itu penting,” ujar Nur Hidayat.

Suasana pelaksanaan Kajian Spirit Gemilang. Foto: Aisyah Nawangsari

Kajian kedua diisi oleh Master G-Coach Pro dan Owner Alternaz Indonesia, Herman Ali Sadikin yang membahas buku Start With Why karya Simon Sinek.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa mengetahui alasan kita mengikuti atau melakukan sesuatu itu penting. Itu pula yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin besar.

“‘Why’ ini adalah salah satu pondasi yang mendasari kita bergerak. Tujuan yang membuat seseorang meyakini apa yang harus diperjuangkan,” kata Herman.

Dengan mengetahui ‘why’ atau alasan dalam berbuat sesuatu, maka seseorang akan yakin dan tak mudah menyerah.

Coach Fahmi saat menyampaikan materi. Foto: Aisyah Nawangsari

Selanjutnya acara diisi oleh ketua Baitul Maal Hidayatullah Malang, Luqmanul Hakim. Dalam sesinya, ia mengabarkan pada peserta bahwa masih ada banyak saudara-saudara kita di pedalaman yang tidak menerima daging kurban.

“Karena akses rumah mereka jauh, jadi mereka sering terlupakan,” katanya.

Mengetahui hal itu, Baitul Maal Hidayatullah bergerak hingga ke pelosok-pelosok untuk membagikan puluhan ribu paket daging kurban untuk pemerataan.

Sesi keempat diisi oleh Grand Master Coach, Imam Muhajirin Elfahmi atau yang akrab dipanggil Coach Fahmi. Ia menekanka pentingnya silaturahmi dan pertemuan yang diniatkan karena Allah.

“Setiap perjumpaan adalah rizki dan karunia dari Allah, dan setiap pertemuan kembali adalah cinta dari Allah,” ujar Coach Fahmi.

Ia juga menyebut bahwa pelaksanaan Kajian Spirit Gemilang ini juga bertepatan dengan Hari Koperasi dan hari lahir Bung Hatta, bapak koperasi Indonesia.

“Yang kita kenal dari Bung Hatta adalah dua istilah penting, yaitu demokrasi dan ekonomi,” kata Coach Fahmi.

Berkat Bung Hatta, lahirnya Pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi, “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Ini berarti negara harus hadir dalam membentuk sistem yang menjamin keadilan ekonomi bagi rakyatnya.

Sesi terakhir diisi oleh Heri Cahyono atau yang juga dikenal sebagai Sam HC. Ia adalah pengusaha dan pendiri Pesantren Wirausaha Kalasuba.

Di sini ia berbagai tips untuk sukses berbisnis di masa new normal. Hal yang paling ia tekankan adalah mindset seorang pengusaha. Apakah ia pengusaha ataukah usahawan?

“Misalnya ada orang jualan bakso yang seumur hidupnya ikut turun membuat bakso. Apakah dia bisa disebut pengusaha?” kata Sam HC.

Sam HC saat menyampaikan materi. Foto: Aisyah Nawangsari

Menurutnya, pedagang bakso tersebut adalah tukang bakso yang terjebak dalam bingkai bisnis. Seharusnya, ia belajar bagaimana caranya agar ia bisa menjalankan bisnisnya secara autopilot. Pengusaha juga harus memiliki mindset agar melihat peluang dalam setiap tantangan.

“Seseorang yang dalam gelap tetap melihat cahaya adalah pengusaha,” ujar Sam HC.

Terakhir, ia mengatakan bahwa skill itu memiliki tingkatan. Yang paling rendah adalah operasional, kemudian optimasi, dan yang paling tinggi adalah pengembangan.

Pengusaha harus bisa memiliki skill hingga di tahap yang paling tinggi. Jika hanya ahli dalam operasional saja, maka tak akan ada bedanya dengan tukang bakso tadi.

“Sebagian besar masyakarat Indonesia hanya berada di tingkat operasional. Anda yang menentukan mau berada di tingkat yang mana,” ucap Sam HC.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Alternaz IndonesiaKajian Gilang GemilangNusantara Gilang Gemilang

Related Posts

Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Jemaah haji asal Kepanjen, Sukardi dilaporkan hilang di Makkah. Foto: dok. Keluarga
Berita

Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Dilaporkan Hilang di Makkah

Selasa, 24 Jun 2025
Next Post
Ditreskrimum Polda Jatim ‘Obok-Obok’ Sekolah SPI Kota Batu

Ditreskrimum Polda Jatim 'Obok-Obok' Sekolah SPI Kota Batu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.