TuguMalang.id – Pasca pandemi, masyarakat mulai membenahi diri untuk kembali beraktivitas di new normal. Kajian Spirit Gemilang yang dilaksanakan oleh Nusantara Gilang Gemilang menjadi wadah diskusi dan belajar untuk kembali bangkit menata kehidupan.
Acara yang dilaksanakan pada Selasa (12/7/2022) di Camp King Sulaiman Kota Malang ini juga didukung oleh Tugu Media Group.
Secara luring, Kajian Gilang Gemilang dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang datang dari berbagai kota, termasuk Kota Surabaya. Secara daring, kajian ini disiarka di Facebook Imam Muhajirin Elfahmi dan telah ditonton oleh 445 orang.
Kajian Spirit Gemilang dibuka dengan kajian pemikiran tokoh yang dibawakan oleh Master G-Coach Pro Nur Hidayat. Tokoh yang dipilih untuk dikaji pemikirannya adalah Ki Hajar Dewantara, pahlawan nasional dan bapak pendidikan Indonesia.
Pada sesi ini, Nur Hidayat menekankan kutipan dari Ki Hajar Dewantara yang berbunyi, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.”
“Jadi kita semua adalah pendidik dan peran kita sebagai pendidik itu penting,” ujar Nur Hidayat.

Kajian kedua diisi oleh Master G-Coach Pro dan Owner Alternaz Indonesia, Herman Ali Sadikin yang membahas buku Start With Why karya Simon Sinek.
Dalam buku ini dijelaskan bahwa mengetahui alasan kita mengikuti atau melakukan sesuatu itu penting. Itu pula yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin besar.
“‘Why’ ini adalah salah satu pondasi yang mendasari kita bergerak. Tujuan yang membuat seseorang meyakini apa yang harus diperjuangkan,” kata Herman.
Dengan mengetahui ‘why’ atau alasan dalam berbuat sesuatu, maka seseorang akan yakin dan tak mudah menyerah.

Selanjutnya acara diisi oleh ketua Baitul Maal Hidayatullah Malang, Luqmanul Hakim. Dalam sesinya, ia mengabarkan pada peserta bahwa masih ada banyak saudara-saudara kita di pedalaman yang tidak menerima daging kurban.
“Karena akses rumah mereka jauh, jadi mereka sering terlupakan,” katanya.
Mengetahui hal itu, Baitul Maal Hidayatullah bergerak hingga ke pelosok-pelosok untuk membagikan puluhan ribu paket daging kurban untuk pemerataan.
Sesi keempat diisi oleh Grand Master Coach, Imam Muhajirin Elfahmi atau yang akrab dipanggil Coach Fahmi. Ia menekanka pentingnya silaturahmi dan pertemuan yang diniatkan karena Allah.
“Setiap perjumpaan adalah rizki dan karunia dari Allah, dan setiap pertemuan kembali adalah cinta dari Allah,” ujar Coach Fahmi.
Ia juga menyebut bahwa pelaksanaan Kajian Spirit Gemilang ini juga bertepatan dengan Hari Koperasi dan hari lahir Bung Hatta, bapak koperasi Indonesia.
“Yang kita kenal dari Bung Hatta adalah dua istilah penting, yaitu demokrasi dan ekonomi,” kata Coach Fahmi.
Berkat Bung Hatta, lahirnya Pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi, “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Ini berarti negara harus hadir dalam membentuk sistem yang menjamin keadilan ekonomi bagi rakyatnya.
Sesi terakhir diisi oleh Heri Cahyono atau yang juga dikenal sebagai Sam HC. Ia adalah pengusaha dan pendiri Pesantren Wirausaha Kalasuba.
Di sini ia berbagai tips untuk sukses berbisnis di masa new normal. Hal yang paling ia tekankan adalah mindset seorang pengusaha. Apakah ia pengusaha ataukah usahawan?
“Misalnya ada orang jualan bakso yang seumur hidupnya ikut turun membuat bakso. Apakah dia bisa disebut pengusaha?” kata Sam HC.

Menurutnya, pedagang bakso tersebut adalah tukang bakso yang terjebak dalam bingkai bisnis. Seharusnya, ia belajar bagaimana caranya agar ia bisa menjalankan bisnisnya secara autopilot. Pengusaha juga harus memiliki mindset agar melihat peluang dalam setiap tantangan.
“Seseorang yang dalam gelap tetap melihat cahaya adalah pengusaha,” ujar Sam HC.
Terakhir, ia mengatakan bahwa skill itu memiliki tingkatan. Yang paling rendah adalah operasional, kemudian optimasi, dan yang paling tinggi adalah pengembangan.
Pengusaha harus bisa memiliki skill hingga di tahap yang paling tinggi. Jika hanya ahli dalam operasional saja, maka tak akan ada bedanya dengan tukang bakso tadi.
“Sebagian besar masyakarat Indonesia hanya berada di tingkat operasional. Anda yang menentukan mau berada di tingkat yang mana,” ucap Sam HC.
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID ,
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id





























