Tugumalang.id – Suasana haru dan khidmat menyelimuti acara doa bersama dalam peringatan dua tahun wafatnya sosok pendiri Universitas Gajayana (UNIGA) Malang, Prof. Dr. Mohammad Saleh, S.E., M.M, di Jalan Bogor, Kota Malang pada Jumat (17/4/2026).
Para tokoh pejabat pemerintah, TNI, Polri, akademisi hingga masyarakat umum turut hadir mendoakan almarhum.
Sejumlah tokoh yang turut hadir di antaranya yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, mantan Wali Kota Malang Sutiaji, senior komunitas Malang Tahes Club (MTC) sekaligus mantan Bupati Malang Rendra Kresna, Danlanud Abd Rachman Saleh Malang Marsma TNI Reza Sastranegara hingga Danlanal Malang Kolonel Agus Haryanto.
Baca Juga: Prof Dyah Sawitri, Perempuan Pertama yang Menjabat Sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim

Tak hanya itu, keluarga besar LLDIKTI VII Jatim, pimpinan kampus UNIGA Malang, para akademisi, tokoh ulama dan ratusan warga sekitar juga turut hadir berdoa bersama untuk Prof M Saleh.
Lantunan Khotmil Qur’an hingga tausiah tokoh akademisi senior Prof Imam Suprayogo turut mewarnai acara tersebut.
Menariknya, keluarga besar almarhum juga memberikan buku biografi berjudul Prof Saleh Pemimpin yang Membesarkan Manusia kepada para tamu yang hadir. Buku itu diharapkan menjadi jendela untuk mengenal lebih dekat pemikiran dan keteladanan sosok almarhum.

Baca Juga: Dyah Sawitri: Tantangan Kartini Masa Kini Perbaiki Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19
“Jati diri beliau di buku itu. Beliau adalah pemimpin yang membesarkan dan memanusiakan manusia,” kata Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M, istri almarhum.

Prof Dyah Sawitri yang juga merupakan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur itu menceritakan keteladanan sosok almarhum semasa hidup. Salah satunya yakni soal kepemimpinan yang terus mendorong orang sekitarnya untuk berkembang.
“Kami berkarier bersama, dan saya bisa mencapai puncak karier ya karena suami saya,” tegasnya.
Baginya, almarhum merupakan pemimpin yang mencintai keluarga. Pesan pesan almarhum semasa hidup hingga saat ini juga terus dipegang teguh oleh keluarga. Dyah membagikan pesan hidup sederhana namun mendalam dari Prof M Saleh yang selalu ia ingat hingga kini.
“Bermanfaatlah untuk orang lain. Jangan pernah mengingat kejelekan orang lain. Ingatlah kebaikan orang sekecil apa pun itu. Bermanfaatlah dimanapun berada,” kenangnya.
Acara doa bersama yang dihadiri ratusan tamu itu menjadi bukti bahwa kepergian seseorang tak pernah benar benar menghapus jejaknya. Prof M Saleh telah mewariskan nilai nilai, pemikiran yang tetap hidup di hati banyak orang, menjadi inspirasi untuk terus berbuat baik dan memberi manfaat bagi sesama.
Dyah juga tampak tak kuasa menahan haru saat melihat antusiasme para tamu yang hadir untuk mendoakan suami tercinta. Dengan memanjatkan rasa syukur, ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada para tamu berbagai elemen masyarakat itu.
“Bersyukur sekali, saya selalu meneteskan air mata saat mengenang almarhum. Ini luar biasa, ternyata saudara kami semuanya, baik dari teman teman akademisi, pemerintahan, bahkan pak Wali Kota Malang hadir memanjatkan doa bersama,” ujarnya.
Ia tak henti-henti juga memanjatkan doa untuk para tamu yang datang agar senantiasa mendapat kesehatan, keberkahan rizki, cinta dan ridha dari Sang Pencipta.
“Semoga teman teman dan tamu yang hadir, Allah berikan sehat, sukses, rizki yang berkah, selamat dunia dan akhirat. Insyaallah kita semua dalam cinta dan ridha Allah SWT,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























