Malang, Tugumalang.id – Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menerima penghargaan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Penghargaan diberikan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar atas kontribusi Fakultas Psikologi UIN Malang dalam program inklusi dan pembinaan anak binaan pada 23 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi LPKA Kelas I Blitar dengan PKBI Jawa Timur. Acara dihadiri berbagai mitra yang selama ini bekerja sama dengan LPKA Kelas I Blitar, mulai instansi pemerintah, perguruan tinggi, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Penghargaan diterima langsung Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Psikologi UIN Malang, Dr. Muallifah, M.A, bersama tim.

Baca juga: Siapkan Kurikulum Berbasis AI, Dekan Fakultas Psikologi UIN Malang Tekankan Lulusan Harus Adaptif dan Tetap Beretika
Melalui kolaborasi dengan LPKA Kelas I Blitar, Fakultas Psikologi UIN Malang berkomitmen terus memberikan pendampingan psikologis serta mendukung tumbuh kembang dan masa depan anak binaan.
“Kolaborasi yang selama ini diwujudkan melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) diharapkan dapat berkembang ke berbagai bentuk kegiatan lain, seperti pengabdian kepada masyarakat, penelitian, pendampingan psikologis, serta program-program pemberdayaan yang semakin berdampak,” ujar Dr. Muallifah.
Dalam acara tersebut, juga terdapat mini pameran hasil kreativitas anak binaan yang diinisiasi oleh mahasiswa PKL Fakultas Psikologi UIN Malang. Pameran ini dirancang untuk mewadahi kreativitas dan juga potensi yang dimiliki oleh anak binaan.
Selain itu, selama berada di lingkungan LPKA Kelas I Blitar, para mahasiswa juga aktif melakukan berbagai kegiatan seperti pembinaan, konseling kelompok, psikoedukasi mengenai bahaya pornografi. Serta beberapa topik kesehatan mental yang bertujuan mendukung perkembangan psikologis anak.
Tidak hanya Fakultas Psikologi UIN Malang yang menerima penghargaan dari LPKA Kelas I Blitar. Terdapat beberapa instansi lain yang juga turut aktif dalam pembinaan anak binaan diantaranya PKBI Jawa Timur, Aisyiyah, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, PIPAS, serta beberapa lembaga lainnya.
Sementara Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali menegaskan peran perguruan tinggi dan juga instansi lain begitu penting dalam mendukung pembinaan anak binaan.
Baca juga: Hebat! Muh. Anwar Fu’ady Jadi Doktor Pertama Fakultas Psikologi UIN Malang Lulusan UI
Pihaknya juga menegaskan bahwa LPKA bukanlah tempat untuk mengungkung masa depan anak, melainkan ruang pendidikan dan pembinaan.
“Lapas anak tidak boleh dipandang sebagai akhir dari cerita kehidupan mereka, tetapi menjadi awal dari proses pembinaan. Di sini anak-anak dibimbing untuk belajar disiplin, bertanggung jawab, serta menemukan tujuan hidup sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Lewat sinergi ini diharapkan anak binaan nantinya memperoleh kesempatan yang sama untuk bangkit, berkembang, dan juga kembali ke masyarakat dengan lebih baik untuk menyongsong masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko

























