Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home 21

Mengenal 5 Metode Ramalan di Battle of Fates, dari Shaman Hingga Pembaca Kaki

Redaksi by Redaksi
Februari 21, 2026 4:23 pm
in 21, Entertainment
Potret salah satu pembaca tarot dalam acara Battle of Fates (Foto: Disney+)

Potret salah satu pembaca tarot dalam acara Battle of Fates (Foto: Disney+)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Industri hiburan Korea Selatan kembali menghadirkan konsep tak biasa lewat variety show Battle of Fates. Alih-alih kompetisi menyanyi atau memasak, program ini mempertemukan para peramal dari berbagai latar belakang praktik spiritual untuk menguji kemampuan mereka membaca takdir.

Dalam satu panggung, tradisi kuno, simbolisme mistis, hingga metode analitis bertemu. Berikut ragam jenis peramal yang menjadi sorotan dalam acara tersebut.

READ ALSO

4 Film Drama Keluarga yang Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Empat Film Tahun 2000-an yang Masih Seru Ditonton Sampai Sekarang

1. Shaman

Salah satu figur paling mencuri perhatian adalah shaman Korea atau mudang, yang berakar pada kepercayaan tradisional Korea, Muism. Praktik ini telah ada selama berabad-abad dan masih bertahan hingga kini, meski hidup di tengah masyarakat modern.

Baca Juga: Kaleidoskop Timnas Indonesia di Tahun 2025: Drama Pergantian Pelatih hingga Mimpi ke Piala Dunia yang Pupus

Shaman dipercaya mampu berkomunikasi dengan roh melalui ritual khusus yang melibatkan doa, nyanyian, serta persembahan.

Setiap shaman juga memiliki perantara komunikasi yang berbeda-beda seperti kipas lipat (buchae), pedang, lonceng tangan (mudang bangul) sesuai dengan dewa atau roh nenek moyang yang memilihnya.

Dalam konteks acara, pendekatan spiritual ini menghadirkan nuansa sakral sekaligus dramatis, memperlihatkan bagaimana tradisi lama tetap memiliki ruang di media kontemporer.

2. Tarot Reader

Berbeda dari pendekatan ritual shaman, pembaca tarot mengandalkan kartu bergambar simbolik untuk menafsirkan kondisi dan masa depan seseorang. Setiap kartu memiliki makna tertentu yang dikaitkan dengan situasi yang sedang dihadapi klien.

Baca Juga: Rekomendasi 4 Film yang Dibintangi Ariel Tatum, Bergenre Drama hingga Petualangan

Metode ini lebih fleksibel dan interpretatif, sering kali memadukan pemahaman simbol dengan intuisi pembacanya. Di layar kaca, pembacaan tarot tampil visual dan menarik, dengan simbol-simbol kartu yang menambah unsur dramatik dalam kompetisi.

3. Saju Reader

Praktik saju merupakan metode ramalan tradisional Korea yang dipengaruhi filosofi Tiongkok. Istilah saju berarti “empat pilar”, merujuk pada tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran seseorang.

Melalui data kelahiran tersebut, peramal menganalisis keseimbangan unsur dan energi yang diyakini membentuk perjalanan hidup seseorang. Dibandingkan metode lain, saju tampil lebih sistematis dan berbasis perhitungan, sehingga memberi kesan ilmiah meski tetap berada dalam ranah metafisik.

4. Face Reader

Face reading atau fisiognomi menafsirkan karakter dan nasib seseorang melalui struktur wajah. Dalam tradisi Asia Timur, bentuk dahi, mata, hidung, hingga garis ekspresi dipercaya menyimpan makna tertentu tentang keberuntungan, kepribadian, dan masa depan.

Dalam acara ini, pembaca wajah tak hanya membutuhkan observasi visual untuk menyampaikan prediksi. Beberpa dari mereka juga memperhatikan saju atau tanggal kelahiran yang akan sangat mempengaruhi analisa mereka.

5. Pembaca Kaki

Salah satu praktik paling unik dalam program ini adalah pembacaan melalui kaki. Metode ini menilai bentuk, tekstur, dan garis pada kaki untuk memahami kondisi fisik maupun emosional seseorang. Secara konsep, praktik ini hampir sama dengan metode peramal garis tangan.

Meski terdengar tidak lazim, praktik membaca tanda-tanda tubuh memiliki akar panjang dalam berbagai tradisi Asia. Kehadirannya dalam acara menunjukkan betapa luasnya spektrum praktik ramalan yang masih dipercaya sebagian masyarakat.

Melalui Battle of Fates, berbagai metode ramalan yang jarang diketahui dipertemukan dalam format kompetisi terbuka.

Program ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana praktik spiritual tradisional dan modern bertransformasi dalam budaya populer.

Di tengah masyarakat yang semakin rasional dan digital, acara ini mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap takdir dan upaya membacanya masih memiliki tempat sebagai keyakinan pribadi maupun tontonan publik.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: 21Battle of FatesMetode Ramalan KoreaRamalanShaman KoreaVariety Show Korea

Related Posts

4 Film Drama Keluarga yang Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Entertainment

4 Film Drama Keluarga yang Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 1 Sep 2026
4 Film Tahun 2000-an yang Masih Seru Ditonton Sampai Sekarang
Entertainment

Empat Film Tahun 2000-an yang Masih Seru Ditonton Sampai Sekarang

Senin, 31 Agu 2026
4 Rekomendasi Film yang Mengangkat Isu Sosial dan Kesenjangan Sosial
Entertainment

4 Rekomendasi Film yang Mengangkat Isu Sosial dan Kesenjangan Sosial

Minggu, 30 Agu 2026
4 Film dengan Ending yang Masih Bikin Penonton Berdebat
Entertainment

4 Film dengan Ending yang Masih Bikin Penonton Berdebat

Sabtu, 29 Agu 2026
4 Film untuk Menemukan Kembali Arah dan Makna Hidup
Entertainment

4 Film untuk Menemukan Kembali Arah dan Makna Hidup

Kamis, 27 Agu 2026
5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan
Entertainment

5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Penanggung jawab Griya Batik Seng, Evi Wahyu Astutik memeriksa stok kain batik di galeri. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Jelang Lebaran, Perajin Batik di Kepanjen Banjir Pesanan

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.