Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home 21

Mengenal 5 Metode Ramalan di Battle of Fates, dari Shaman Hingga Pembaca Kaki

Redaksi by Redaksi
Februari 21, 2026 4:23 pm
in 21, Entertainment
Potret salah satu pembaca tarot dalam acara Battle of Fates (Foto: Disney+)

Potret salah satu pembaca tarot dalam acara Battle of Fates (Foto: Disney+)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Industri hiburan Korea Selatan kembali menghadirkan konsep tak biasa lewat variety show Battle of Fates. Alih-alih kompetisi menyanyi atau memasak, program ini mempertemukan para peramal dari berbagai latar belakang praktik spiritual untuk menguji kemampuan mereka membaca takdir.

Dalam satu panggung, tradisi kuno, simbolisme mistis, hingga metode analitis bertemu. Berikut ragam jenis peramal yang menjadi sorotan dalam acara tersebut.

READ ALSO

5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan

Rekomendasi 5 Drama Korea Bertema Hukum, Kisah Jaksa hingga Hakim

1. Shaman

Salah satu figur paling mencuri perhatian adalah shaman Korea atau mudang, yang berakar pada kepercayaan tradisional Korea, Muism. Praktik ini telah ada selama berabad-abad dan masih bertahan hingga kini, meski hidup di tengah masyarakat modern.

Baca Juga: Kaleidoskop Timnas Indonesia di Tahun 2025: Drama Pergantian Pelatih hingga Mimpi ke Piala Dunia yang Pupus

Shaman dipercaya mampu berkomunikasi dengan roh melalui ritual khusus yang melibatkan doa, nyanyian, serta persembahan.

Setiap shaman juga memiliki perantara komunikasi yang berbeda-beda seperti kipas lipat (buchae), pedang, lonceng tangan (mudang bangul) sesuai dengan dewa atau roh nenek moyang yang memilihnya.

Dalam konteks acara, pendekatan spiritual ini menghadirkan nuansa sakral sekaligus dramatis, memperlihatkan bagaimana tradisi lama tetap memiliki ruang di media kontemporer.

2. Tarot Reader

Berbeda dari pendekatan ritual shaman, pembaca tarot mengandalkan kartu bergambar simbolik untuk menafsirkan kondisi dan masa depan seseorang. Setiap kartu memiliki makna tertentu yang dikaitkan dengan situasi yang sedang dihadapi klien.

Baca Juga: Rekomendasi 4 Film yang Dibintangi Ariel Tatum, Bergenre Drama hingga Petualangan

Metode ini lebih fleksibel dan interpretatif, sering kali memadukan pemahaman simbol dengan intuisi pembacanya. Di layar kaca, pembacaan tarot tampil visual dan menarik, dengan simbol-simbol kartu yang menambah unsur dramatik dalam kompetisi.

3. Saju Reader

Praktik saju merupakan metode ramalan tradisional Korea yang dipengaruhi filosofi Tiongkok. Istilah saju berarti “empat pilar”, merujuk pada tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran seseorang.

Melalui data kelahiran tersebut, peramal menganalisis keseimbangan unsur dan energi yang diyakini membentuk perjalanan hidup seseorang. Dibandingkan metode lain, saju tampil lebih sistematis dan berbasis perhitungan, sehingga memberi kesan ilmiah meski tetap berada dalam ranah metafisik.

4. Face Reader

Face reading atau fisiognomi menafsirkan karakter dan nasib seseorang melalui struktur wajah. Dalam tradisi Asia Timur, bentuk dahi, mata, hidung, hingga garis ekspresi dipercaya menyimpan makna tertentu tentang keberuntungan, kepribadian, dan masa depan.

Dalam acara ini, pembaca wajah tak hanya membutuhkan observasi visual untuk menyampaikan prediksi. Beberpa dari mereka juga memperhatikan saju atau tanggal kelahiran yang akan sangat mempengaruhi analisa mereka.

5. Pembaca Kaki

Salah satu praktik paling unik dalam program ini adalah pembacaan melalui kaki. Metode ini menilai bentuk, tekstur, dan garis pada kaki untuk memahami kondisi fisik maupun emosional seseorang. Secara konsep, praktik ini hampir sama dengan metode peramal garis tangan.

Meski terdengar tidak lazim, praktik membaca tanda-tanda tubuh memiliki akar panjang dalam berbagai tradisi Asia. Kehadirannya dalam acara menunjukkan betapa luasnya spektrum praktik ramalan yang masih dipercaya sebagian masyarakat.

Melalui Battle of Fates, berbagai metode ramalan yang jarang diketahui dipertemukan dalam format kompetisi terbuka.

Program ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana praktik spiritual tradisional dan modern bertransformasi dalam budaya populer.

Di tengah masyarakat yang semakin rasional dan digital, acara ini mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap takdir dan upaya membacanya masih memiliki tempat sebagai keyakinan pribadi maupun tontonan publik.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: 21Battle of FatesMetode Ramalan KoreaRamalanShaman KoreaVariety Show Korea

Related Posts

5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan
Entertainment

5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan

Senin, 6 Jul 2026
Rekomendasi 5 Drama Korea Bertema Hukum, Kisah Jaksa hingga Hakim
Entertainment

Rekomendasi 5 Drama Korea Bertema Hukum, Kisah Jaksa hingga Hakim

Minggu, 5 Jul 2026
Film Tayang Juli 2026
Entertainment

5 Film Tayang Juli 2026, Pilihan Seru Temani Libur Sekolah

Minggu, 28 Jun 2026
Drama korea
Entertainment

5 Drama Korea Komedi Romantis di Netflix yang Dijamin Bikin Ngakak

Rabu, 3 Jun 2026
Katniss Everdeen, tokoh utama film Hunger Games, sala satu film petualangan remaja. Foto: Lionsgate
Entertainment

Diadaptasi dari Novel, Ini 4 Film Petualangan Remaja di Dunia Distopia

Jumat, 29 Mei 2026
The Waving's, kuartet unit surf rock eksperimental asal Malang. Foto: Dok.
Entertainment

Ley Sin Voz, Single Baru Penuh Amarah Gelap dari Unit Surf Rock Malang The Waving’s

Rabu, 27 Mei 2026
Next Post
Penanggung jawab Griya Batik Seng, Evi Wahyu Astutik memeriksa stok kain batik di galeri. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Jelang Lebaran, Perajin Batik di Kepanjen Banjir Pesanan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.