Tugumalang.id – Penawar Special Learning Centre (PSLC) kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan edukasi terkait autisme, khususnya mengenai perilaku anak dengan sindrom autisme yang kerap memilih bermain sendiri.
Autisme merupakan gangguan perkembangan yang memengaruhi komunikasi, interaksi sosial, serta pola perilaku anak. Salah satu ciri yang sering ditemui adalah kecenderungan anak autis untuk lebih nyaman bermain sendiri atau tenggelam dalam dunianya, sehingga tak jarang membuat orang tua merasa bingung maupun khawatir.
Mengapa Anak dengan Autisme Suka Bermain Sendiri?
Menurut PSLC, hal ini bukan semata karena anak menolak berinteraksi, melainkan karena cara kerja otak mereka berbeda dengan anak pada umumnya. Anak dengan autisme sering mengalami kesulitan memahami komunikasi sosial. Interaksi dengan orang lain, termasuk dalam bermain, bisa terasa menantang dan melelahkan.
Dengan bermain sendiri, anak dapat merasa lebih aman dan nyaman. Mereka bisa mengontrol aktivitas serta lingkungannya tanpa menghadapi tekanan sosial yang rumit.
“Tidak semua anak menyukai pelukan. Tidak semua anak nyaman dengan pertanyaan. Namun, setiap anak ingin dimengerti lewat dunia kecil mereka,” jelas Dr. Ruwinah Abdul Karim, Clinical Director PSLC.
Baca juga: Mengapa Anak Autis Hanya Mau Makan Makanan Tertentu? Ini Kata PSLC
Ia menambahkan, “Di sini, bermain bukan sekadar aktivitas, tetapi cara kita membuka pintu komunikasi yang paling murni dengan anak-anak yang selama ini tidak terdengar.”
Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak Autis
PSLC menekankan pentingnya peran orang tua dalam membantu anak beradaptasi dengan lingkungannya. Dukungan yang tepat dapat membuat anak belajar keterampilan sosial secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Melalui jaringan PSLCNet yang hadir di beberapa daerah Indonesia, PSLC menghadirkan pusat intervensi yang berbasis empati dan permainan bermakna.
Orang tua disarankan untuk memberi ruang bagi anak bermain sendiri, sambil perlahan mengenalkan permainan sosial yang sesuai dengan minat mereka. Kesabaran, konsistensi, serta pendekatan positif menjadi kunci keberhasilan dalam mendampingi anak dengan autisme.
Selain itu, orang tua dianjurkan untuk sering berkomunikasi dengan anak dengan cara yang sederhana dan jelas, menggunakan bahasa tubuh, atau alat bantu komunikasi alternatif yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak. Kegiatan yang terstruktur dan rutin juga sangat membantu anak dengan autisme merasa aman dan siap melibatkan diri dalam aktivitas sosial.
Baca juga: Diseminasi Hasil Penelitian, Rudy Sutadi Beberkan Smart ABA Terbukti Efektif dan Efisien Ajarkan Anak Autis Bicara dan Membaca
PSLC menekankan, memahami dan menghargai kebutuhan unik anak dengan autisme adalah langkah awal yang paling krusial. Bermain sendiri bukanlah masalah, melainkan suatu bentuk coping mechanism yang menunjukkan bahwa anak merasa nyaman dan aman.
Dengan pengertian dan dukungan yang tepat, anak dengan autisme dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























