MALANG, Tugumalang.id – Hingga Senin (20/4/2026), realisasi pajak daerah Kabupaten Malang telah mencapai 25,68 persen dari total target tahun 2026. Dari target Rp754,7 miliar, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang telah menerima pajak sebesar Rp193,8 miliar.
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan program-program jemput bola untuk memaksimalkan pendapatan pajak. Salah satu program yang terus didorong adalah Bapenda Menyapa Warga (BMW).
“Program BMW kami nilai cukup efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kewajibannya dalam membayar pajak,” ujar Made.
Baca Juga: Andalan Bapenda Kota Malang Dongkrak PAD, Transformasi Digital e-Tax Jadi Inspirasi Nasional
BMW merupakan program jemput bola ke desa-desa untuk memudahkan masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Biasanya program ini juga dikolaborasikan dengan program jemput bola lainnya seperti Bapak Desa (Bayar Pajak Keliling Desa) dan Jempol Mase (Jemput Bola Malang Selatan).
Saat ini, sektor penyumbang pajak daerah terbesar adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik dengan capaian 34,74 persen dari target. Di tahun 2026, PBJT Tenaga Listrik ditargetkan sejumlah Rp145 miliar dan kini sudah tercapai Rp50,3 miliar.
Sektor lainnya yang menyumbang pajak daerah cukup besar adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). BPHTB telah menyumbang pajak daerah sebesar Rp47 miliar dan Opsen PKB telah menyumbang Rp44 miliar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























