MALANG, Tugumalang.id – Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menolak rencana pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Selasa (28/4/2026) mendatang. Perwakilan keluarga yang tergabung dalam Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) menyampaikan aspirasi ini ke DPRD Kabupaten Malang, pada Selasa (14/4/2026) malam.
Perwakilan YKTK, Devi Athok mengatakan, mereka menolak pertandingan tersebut karena beberapa alasan. Salah satunya adalah Stadion Kanjuruhan merupakan lokasi meninggalnya anak-anak dan saudara-saudara mereka sehingga meninggalkan luka dan duka mendalam.
Baca Juga: Jersey Arema FC Keempat dapat Sambutan Luar Biasa dari Aremania
“Pertandingan besar seperti Arema FC versus Persebaya dapat memicu trauma psikologis bagi korban dan masyarakat,” kata Devi.
Ia menegaskan, pihaknya menolak normalisasi tragedi seolah-olah Tragedi Kanjuruhan telah selesai dan tidak meninggalkan dampak. Ia menilai pertandingan ini digelar semata untuk meraup keuntungan, tanpa memikirkan trauma dan duka yang dialami keluarga korban.

“Trauma dan duka tersebut masih terasa betul di kehidupan kami,” ujar Devi.
Alasan lainnya adalah pihak YKTK masih meragukan kesiapan pengamanan dan manajemen kerumunan apabila ada pertandingan besar yang digelar di Stadion Kanjuruhan. Devi menegaskan, keselamatan suporter dan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Jersey Arema FC Keempat dapat Sambutan Luar Biasa dari Aremania
Ia pun mendesak agar pertandingan ini dipindahkan ke stadion lain sebagai bentuk penghormatan terhadap korban dan keluarga yang masih berduka. Ia meminta penyelenggara maupun kepolisian agar menghormati suara keluarga korban.
“Kami meminta agar pertandingan Arema FC versus Persebaya dilaksanakan di stadion lain yang lebih aman dan tidak meninggalkan luka mendalam,” kata Devi.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok mengatakan, pihaknya telah menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Aspirasi tersebut akan dikomunikasikan dengan Polres Malang dan pihak terkait lainnya dalam waktu dekat.
“Kami tampung dulu, kami butuh waktu untuk berkoordinasi dengan penyelenggara,” kata Zulham.
Ia menambahkan, ia juga mendengar ada pro dan kontra di kalangan Aremania terkait pertandingan antara dua klub sepak bola tersebut. Pihak yang kontra pun menegaskan mereka tidak akan datang untuk menonton.
“Memang ada pro dan kontra di Aremania, tapi tidak sampai ada penolakan secara resmi. Bagi yang kontra, mereka sepakat tidak datang,” ujar Zulham.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























