Malang, Tugumalang.id – Semangat Syawal masih terasa hangat di Pesantren Budaya Karanggenting saat Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) menggelar acara Halal Bihalal sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-65 pada Jumat, 25 April 2025, pukul 19.30 WIB. Meskipun bulan Syawal hampir berakhir, suasana tetap dipenuhi kehangatan, kekeluargaan, dan kegembiraan.
Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan panjang LESBUMI dalam merawat seni dan budaya di lingkungan masyarakat Muslim Indonesia.
Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, santri, serta tamu kehormatan, termasuk KH. Abu Yazid Al-Bustomi, M.A., Katib Syuriah PBNU, yang memberikan taujihat budaya.
Baca juga: Festival Sekarbanjar Lesbumi NU Kota Malang, Tampilkan Spirit Pelestarian Budaya dan Gotong Royong
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan sambutan dari Ketua LESBUMI, Bapak Fathul H. Panatapraja. Dalam sambutannya, Abu Yazid Al-Bustomi menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin.

“Banyak hal, banyak khilaf yang telah terjadi, baik disengaja maupun tidak. Atas nama teman-teman LESBUMI, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya yang langsung disambut hangat para tamu.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua RW 7 Desa Genting, Bapak Darmaji, yang mengapresiasi peran penting LESBUMI dalam melestarikan seni dan budaya di tengah arus modernisasi.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan tahlil bersama untuk mendoakan para pendiri LESBUMI serta sesepuh budaya yang telah berpulang. Suasana semakin meriah dengan penampilan grup gambus LESBUMI, yang membawakan lagu-lagu religi penuh semangat. Para hadirin turut bernyanyi bersama, menambah hangatnya suasana malam itu.
Memasuki puncak acara, KH. Abu Yazid Al-Bustomi, M.A. menyampaikan taujihat budaya. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya merawat tradisi, memperdalam ilmu agama, dan menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari identitas Islam di Nusantara.
“Indonesia dengan segala tradisi dan sejarahnya adalah bingkai Islam yang harus kita jaga dan lestarikan,” tegasnya.
Acara kemudian ditutup dengan sesi halal bihalal, di mana seluruh hadirin bersalaman dan saling memaafkan, meneguhkan persaudaraan di antara mereka.
Dengan berakhirnya acara ini, LESBUMI tidak hanya memperingati usianya yang ke-65, tetapi juga memperbaharui komitmennya untuk terus menjaga, mengembangkan, dan menghidupkan seni budaya Islam di tengah masyarakat modern.
Di penghujung Syawal ini, semangat yang terus membara menjadi doa agar LESBUMI tetap kokoh melangkah, membawa cinta budaya, agama, dan persaudaraan di masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Hailatun Nada Salsabila/Magang
redaktur: jatmiko
Deskripsi: Dengan semangat di penghujung Syawal, LESBUMI menyelenggarakan Halal bihalal sekaligus peringatan harlah.
Kata Kunci:
Teks foto:





























