Kota Batu, Tugumalang.id – Seribuan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang lintas generasi berkumpul dalam acara Halal Bihalal bertajuk “Sambung Rasa, Sambung Jiwa” di kediaman legislator DPR RI Hasanuddin Wahid, Minggu (27/4/2025), di Kota Batu.
Sedikitnya 972 alumni hadir, mulai dari angkatan 1966 hingga 2025. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat eksekutif, legislator DPR RI dan DPRD, hingga akademisi dan profesional.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara ini, antara lain:
Hasanuddin Wahid (Anggota DPR RI)
Fauzan Fu’adi (Anggota DPRD Jawa Timur)
Hikmah Bafaqih (Anggota DPRD Jawa Timur)
Prof. Muhtadi Ridwan (Rais Syuriah PCNU Kota Malang)
Prof. Dr. Mas’ud Said (Komisaris Bank Jatim)
Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd, Ph.D (Rektor Unisma)
Prof. Masykuri Bakri (Mantan Rektor Unisma)
Robikin Emhas (Mantan Ketua PBNU)
Ahmad Zainul Hamdi (Sesban Litbang dan Diklat Kemenag)
Prof. Dr. Abdul Harris (Mantan Rektor UIN Malang)
Gus Din (Ketua IKA PMII Kota Malang)
Dalam sambutannya, Hasanuddin Wahid — yang akrab disapa Cak Udin — menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum pertukaran ide dan gagasan lintas generasi untuk kemajuan bangsa.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Graha Arshaka PC IKA PMII Malang, Komitmen Memberi Kebermanfaatan
“Bayangkan, ratusan kader berkumpul dari generasi senior hingga muda, saling bertukar ide untuk berkontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Cak Udin.
Lebih lanjut, Cak Udin mengusulkan agar Halal Bihalal ke depan dilengkapi dengan kegiatan produktif seperti pelatihan entrepreneur, pendidikan, dan diskusi politik, mengingat banyak alumni PMII yang kini menduduki jabatan strategis.
“Di sini sudah ada kepala daerah, rektor, legislator, birokrat, aparat, hingga profesional di berbagai bidang. Ini bukan hanya peristiwa kultural, tapi pertemuan kreatif yang berdampak nyata,” tambahnya.
Senada, Ketua IKA PMII Kota Malang, Gus Din, menyebut bahwa pertemuan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi pergerakan kader PMII di Malang Raya.
“Halal Bihalal ini akan dikenang 5-10 tahun ke depan karena mempertemukan alumni lintas generasi, dari era Celaket hingga alumni terkini,” ungkap Gus Din.

Gus Din juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, PMII Malang akan meresmikan Graha Askara, gedung baru senilai Rp5 miliar yang akan menjadi pusat aktivitas sosial, politik, dan budaya kader PMII.
“Kami juga punya aset kantor di Mayjen Panjaitan senilai Rp3,6 miliar. Graha ini dibangun di atas lahan satu hektare sebagai pusat kegiatan kader PMII,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal, Romi Faslah, menambahkan bahwa selain halal bihalal, kegiatan juga diisi dengan tahlilan dan sarasehan membahas strategi kontribusi PMII terhadap masyarakat.
“Kami berharap ikatan antarkader tidak ‘kepaten obor’. Yang muda harus dijembatani agar relasinya tetap dekat dengan para senior,” kata Romi, yang juga Sekretaris Umum IKA PMII Kota Malang.
Baca juga: KOPRI PC PMII Kota Malang X KPU Kota Malang Edukasi Politik Kaum Perempuan
Ia mencatat, peserta yang hadir kali ini mencapai rekor tertinggi, dengan alumni yang datang dari berbagai daerah seperti Malang Raya, Blitar, Surabaya, Tulungagung, Trenggalek, hingga Kalimantan dan Lampung.
“Bahkan ada rombongan dari Trenggalek yang berangkat pagi dan tiba sore hari karena perjalanan panjang,” ujar Alfan Yafi Nahdliyin, alumni asal Trenggalek.
Acara ini menjadi bukti kuat bahwa semangat Sambung Rasa, Sambung Jiwa tak hanya menjadi slogan, tetapi nyata menguatkan solidaritas lintas generasi alumni PMII Malang Raya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























