Kota Batu, Tugumalang.id – Lemahnya daya beli masyarakat di Kota Batu, Jawa Timur, ditengarai menjadi faktor utama menurunnya kunjungan wisata sepanjang 2025 hingga awal 2026. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh dua destinasi wisata populer, yakni Taman Rekreasi Selecta dan Jatim Park.
Dua destinasi wisata tersebut mencatat penurunan jumlah pengunjung hingga 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada 2024. Direktur PT Selecta, Pramono, menyebut kondisi ini tak lepas dari perekonomian masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Daya beli melemah, termasuk di dalamnya untuk kebutuhan wisata yang merupakan kebutuhan sekunder maupun tersier,” kata Pramono, Senin (11/1/2026).
Daya Beli Melemah dan Persaingan Destinasi Kian Ketat
Pramono menjelaskan, selain faktor ekonomi, munculnya berbagai alternatif wisata di kota lain turut memengaruhi minat berkunjung wisatawan. Banyak destinasi menawarkan konsep serupa dengan harga lebih terjangkau dan jarak yang lebih dekat dengan domisili wisatawan.
Baca juga: Kunjungan Wisata ke Kota Batu 2025 Turun 20 Persen, Daya Beli Dinilai Belum Pulih
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tren wisata pascapandemi COVID-19 sejatinya sempat menunjukkan pergerakan positif.
“Tahun 2022-2023 itu jumlah wisatawan mulai meningkat. Namun mulai 2024 tren itu melambat. Dan di 2025 kembali turun. Tapi trennya masih cukup bagus,” ujarnya.
Strategi Bertahan dan Inovasi Pengelola Wisata
Di tengah tekanan tersebut, pengelola Selecta mengaku terus melakukan pembenahan. Upaya tersebut meliputi peningkatan kualitas pelayanan, pembaruan wahana, hingga penguatan citra Kota Wisata Batu secara menyeluruh.
“Kami terus berinovasi. Salah satu yang akan kami kembangkan ke depan adalah wisata outbound. Sepanjang 2025 kemarin, tren outbound justru menunjukkan peningkatan,” kata Pramono.
Selecta juga tetap mempertahankan identitas lamanya sebagai taman rekreasi dengan konsep piknik klasik. Melalui tagline Truly Picnic, pengalaman wisata yang dihadirkan sejak dulu tetap dijaga sebagai pembeda di tengah gempuran konsep wisata modern.
“Orang datang ke sini untuk piknik dengan cara lama. Gelar tikar, makan bersama di atas hamparan rumput, menikmati udara pegunungan. Itu pengalaman masa lalu yang kami rawat dan pertahankan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Marketing & Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, mengungkapkan penurunan kunjungan juga dirasakan di seluruh unit wisata Jatim Park.
“Secara total, kunjungan turun sekitar 20 persen dibanding dua tahun terakhir. Meski terlihat ramai di beberapa hari puncak, tapi secara akumulatif menurun,” jelasnya.
Baca juga: Tren Kunjungan Wisata ke Kota Batu Turun hingga 30 Persen
Menurut Titik, faktor ekonomi masih menjadi penentu utama. Selain daya beli yang belum pulih sepenuhnya, pola liburan wisatawan juga mengalami perubahan.
“Wisatawan kini cenderung memilih liburan singkat, destinasi yang lebih dekat, atau membagi waktu liburan di beberapa periode,” ujarnya.
Ia menambahkan, persaingan antar destinasi wisata di berbagai daerah semakin ketat. Banyak daerah menghadirkan atraksi baru disertai promosi agresif, sehingga pilihan wisata tidak lagi terpusat di satu wilayah saja.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Ulul Azmi
redaktur: jatmiko


















