Tugumalang.id – Tingkat kunjungan wisata ke Kota Batu, Jawa Timur selama periode libur panjang selama 2 pekan membawa angin segar bagi sektor pariwisata. Meski begitu, secara tren kunjungan wisata itu terbilang masih lesu menurun hingga 30 persen dibanding tahun 2024 lalu.
Diketahui, ada 111.355 orang tercatat berkunjung ke Kota Batu. Data tersebut mencakup periode libur panjang dalam rangka Hari Kenaikan Yesus Kristus dan Idul Adha 1446H/2025M yang berlangsung dari 29 Mei hingga 10 Juni 2025. Angka kunjungan itu tersebar di 90 titik usaha jasa akomodasi dan 45 daya tarik wisata (DTW).
Baca Juga: Angka Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus Lebih dari 10 Juta Selama 2024
Catatan tersebut masih belum mencakup kunjungan di sektor kuliner (restoran, kafe, rumah makan, dll) serta homestay/villa yang datanya tidak dilaporkan oleh paguyuban terkait.
Meski begitu, selama libur Idul Adha hingga 10 Juni, terjadi penurunan drastis hingga mencapai 30 persen. Seperti terjadi di Taman Rekreasi Selecta.
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi membenarkan tren penurunan wisata tersebut. Hal ini ditengarai terjadi akibatnya melemahnya daya beli sebagai efek lanjutan dari perlambatan ekonomi yang sudah mulai terasa sejak pandemi COVID-19 hingga terbaru kebijakan efisiensi anggaran.
Situasi ini memungkinkan masyarakat mengerem daya beli atau pengeluaran, terutama dari aspek kebutuhan leisure atau rekreasi. Tren penurunan ini sudah dirasakan pelaku wisata, jasa akomodasi dan juga restoran selama 2-3 tahun terakhir ini.
Baca Juga: Kunjungan Wisata ke Alun-Alun Kota Batu Mulai Ramai di Libur Lebaran 2024
”Kita ambil 4 bulan terakhir saja di 2025 dan 2024 itu jika dibandingkan turun 40 persen, ada yang 30 persen. Penurunan daya beli masyarakat kerasa banget,” kata Sujud, Selasa (10/6/2025).
Meski begitu, dalam situasi itu pihaknya bersyukur tidak ada yang sampai melakukan kebijakan PHK besar-besaran. Kebanyakan, pelaku wisata lebih memilih skema pengurangan jam kerja daripada PHK.
Sebab itu, ia berharap Pemerintah Kota Batu juga turut peduli dengan situasi yang mendera para pelaku wisata di Kota Batu. Berbagai macam inovasi mutlak harus ditanggung bersama untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata Kota Batu.
“Saya harap event-event seperti sport tourism, health tourism di Kota Batu lebih diintensifkan lagi. Dengan begitu perputaran ekonomi masih dapat terus jalan. Lalu juga sebaiknya kegiatan M.I.C.E itu juga sebaiknya bisa dipertimbangkan lagi untuk digelar,” ungkap Sujud.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























