Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Lambang Kesultanan Yogya Dipakai Promo di Kaus, GKR Hayu Protes di Twitter

Redaksi by Redaksi
Oktober 11, 2021 8:52 pm
in Catatan
GKR Hayu memprotes baliho untuk promo yang model perempuannya memakai kaus berlambang kesultanan Yogyakarta. (Foto: Twitter @gkrhayu/Tugu Malang)

GKR Hayu memprotes baliho untuk promo yang model perempuannya memakai kaus berlambang kesultanan Yogyakarta. (Foto: Twitter @gkrhayu)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

YOGYAKARTA, Tugumalang.id – Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita yang saat ini bergelar GKR Hayu itu kini viral lagi setelah dirinya sebelumnya membuat heboh netizen karena dianggap kampungan saat menyeberang jalan. Beberapa waktu lalu GKR Hayu juga memprotes ada baliho bertema “Ramadhan Promo Buy 2 Get 3” yang memampang model perempuan menggunakan lambang sultan pada kausnya.

Otomatis, putri dari pasangan Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono Ka 10 (Ngarso Dalem) dan permaisurinya GKR Hemas, ini membuat heboh netizen.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita yang saat ini bergelar GKR Hayu. (Foto: IG @gkrhayu/Tugu Malang)
Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita yang saat ini bergelar GKR Hayu. (Foto: IG @gkrhayu)

Sebelumnya pada 30 Juni 2018, GKR Hayu viral karena sedang berada di DKI Jakarta dan mem-posting curhatan pada akun Twitter-nya yang diberitakan yogya.inews.id. Saat itu, GKR Hayu menyeberang di jalanan ibu kota, tepatnya dari Plaza Senayan ke Senayan City, dibantu oleh seorang satpam. Karena merasa terbantu, GKR Hayu pun mengucapkan terima kasih kepada satpam itu. Dia pun kaget karena orang-orang di belakang yang juga menyeberang malah menghujatnya. GKR Hayu disebut kampungan.

Saat ini dikutip dari HiTekno.com, GKR Hayu juga memprotes sebuah baliho bertemakan “Ramadhan Promo Buy 2 Get 3” karena model perempuan dalam baliho menggunakan lambang sultan pada kausnya.

“Selamat siang sedulur sekalian, kali ini mari kita belajar tentang lambang HaBa atau Praja Cihna. Terutama kalau sedulur sekalian jualan lambang ini. Cobalah untuk mengerti dan ngrumangsani, sakjane yang kalian jual itu apa. Kali ini kita pakai contoh design kaus di papan ini,” tulisnya di akun Twitter @GKRHayu.

Atas protesnya itu, sebenarnya apa sih arti dari lambang Praja Cihna? Melansir dari Official Website Keraton Jogja , Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki lambang kesultanan yang disebut Praja Cihna. Selain berfungsi sebagai ragam hias di beberapa bangunan, Praja Cihna juga digunakan dalam kop surat resmi dan medali penghargaan. Untuk lebih detail mengetahui maknanya, Tugu Malang akan menjelaskannya. Simak ya!

Lambang Praja Cihna. (Foto: Website Kratonjogja/Tugu Malang)
Lambang Praja Cihna. (Foto: Website Kratonjogja)

Makna Lambang Praja Cihna:

1. Songkok/Mahkota

Ageman irah-irahan prajurit. Minangka pralambang sipat satriya sarta cihnaning Nata. Artinya, penutup kepala yang dikenakan oleh prajurit melambangkan watak kesatria yang juga merupakan sifat seorang raja.

2. Sumping/Hiasan Telinga

Ageman tancep talingan. Ceplik, lambange urip, kayadene kembang srengenge. Godhong kluwih, saka tembung “luwih”, duwe kaluwihan. Makara, rasa dayane kanggo hanjaga rubeda, awit kuncarane kraton. Artinya, perhiasan yang diselipkan di telinga. Giwang yang berbentuk seperti bunga matahari, melambangkan kehidupan. Daun keluwih berasal dari kata “luwih” yang berarti kelebihan. Sedangkan makara melambangkan perlindungan untuk keselamatan keraton.

3. Praba/Sorot Cahaya

Gegambaraning parogo ingkang kinormatan sayekti tumrap kapitayan Jawa Mataram. Artinya, melambangkan pribadi yang dapat menegakkan kehormatan Jawa Mataram.

4. Lar/Sayap

Swiwi Peksi, lambange gegayuhan inggil kayadene sumundul angkasa.
Melambangkan cita-cita tinggi, setinggi langit.

5. Tameng/Tameng

Sanjata kanggo handanggulangi salira ing palagan. Warni abrit, pralambang niat wanton jalaran hambela gegayuhan leres tumrap bebrayan, ananging mboya nilarake sipat waspada.

Senjata untuk melindungi diri pada saat perang. Warna merah melambangkan keberanian yang tanpa meninggalkan kewaspadaan untuk membela kebenaran.

6. Seratan HaBa/Tulisan HaBa

Cihnaning Nata, bilih ingkang jumeneng enggeh sesilih Hamengku Buwana. Asma puniku kebak wucalan hadi luhung kacihna hamengku, hamangku, sarta hamengkoni. Warna jene pralambang Agung Binathara.

Aksara Jawa “Ha” dan “Ba” merupakan singkatan dari gelar sultan yang bertakhta di Keraton Yogyakarta. Gelar tersebut penuh dengan harapan luhur agar mampu melindungi, membela, serta mewujudkan kemakmuran rakyat. Sementara warna kuning keemasan melambangkan keagungan.

7. Kembang/Sekar Padma/Bunga Padma

Sesambetane kaliyan panggesangan bilih samangke sedaya puniku ugi linambaran dateng gelare donya akhirat.

Bunga teratai yang mengambang di atas air menggambarkan kehidupan dunia yang mendasari kehidupan di akhirat.

8. Laler/Sulur/Tumbuhan Slur

Pralambang bilih panggesangan puniku lumampah kalajengan kados gesange sulur mrambat. Menggambarkan kehidupan berkelanjutan laksana sulur yang terus menerus tumbuh merambat.

Selain lambang kesultanan, juga disusun lambang bagi pribadi sultan. Lambang pribadi atau Cihnaning Pribadi ini bentuknya sama persis dengan Praja Cihna dengan tambahan Huruf Murda di bagian bawah helai sayap.

Huruf Murda tersebut berarti angka yang menandakan sultan yang sedang bertakhta. Cihnaning Pribadi ini banyak ditemukan pada benda-benda seperti perabot rumah tangga peninggalan sultan-sultan yang pernah bertakhta. Termasuk dalam hal ini, Cihnaning Pribadi Sri Sultan Hamengku Buwono Ka 10 pernah dicetak dalam kertas undangan upacara pernikahan putri-putrinya.

 

Penulis: Aulia Hesti Shofani

Editor: Dwi Lindawati

 

Tags: Arti lambang Praja CihnaGKR HayuKeraton YogyaLambang kesultanan YogyaLambang Praja CihnaPutri Keraton YogyaYogyakarta

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
sosialisasi berantas rokok ilegal

Sosialisasi Berantas Rokok Ilegal Terus Digencarkan Pemkab Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.