Korban Laka L300 Pick Up di Poncokusumo Jadi 8 Orang

  • Whatsapp
Kapolres Malang saat memberikan keterangan kepada wartawan di RSSA Malang, terkait laka lantas Poncokusumo. Foto/Rizal Adhi Pratama

MALANG – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, mendatangi langsun para korban luka-luka akibat kecelakaan pick up L300 di Jalan raya Wringinanom, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Kamis (27/05/2021) di Rumah Sakit (RS) Saiful Anwar Kota Malang.

Kapolres Malang, mengungkapkan jika saat ini jumlah korban meninggal bertambah 1 orang hingga  menjadi 8 orang korban kecelakaan maut tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kemarin terjadi kecelakaan sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Wringinanom wilayah Poncokusumo. Dan pada pagi tadi kita update sidah ada 8 orang meninggal dunia, sementara yang 4 sisanya masih dalam perawatan intensif di RS Saiful Anwar Kota Malang, kemudian 2 orang mengalami luka ringan dan masih dilakukan perawatan di RS Sumber Sentosa Tumpang,” terangnya saat melakukan pers conference di RS Saiful Anwar Kota Malang.

Hendri mengungkapkan jika semua korban adalah perempuan, dimana 6 korban adalah dewasa dan 2 korban adalah anak-anak.

“Untuk korban meninggal dunia itu semuanya ada perempuan, sementara 6 orang dewasa dan 2 lainnya adalah anak-anak yang berusia 7 tahun dan 5 tahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolres Malang kelahiran Solok, Sumatera Barat, ini menjelaskan jika pick up L300 tersebut pada saat kejadian mengangkut 14 orang termasuk sopir.

“Kami sampaikan bahwa mobil pick up ini berisi 14 orang, dimana 4 orang termasuk driver duduk di depan, jadi ada driver bersama ibu-ibu 2 orang dan salah satunya memangku anak,” bebernya.

“Dari penumpang yang duduk di depan ini ada 2 orang yang meninggal dunia dimana satu adalah ibu-ibu dan satunya anak yang masih berusia sekitar 5 tahun. Sementara di Driver saat ini masih mendapatkan perawatan di RS Saiful Anwar,” imbuhnya.

Baca Juga  Epidemiolog UB Malang Sebut PPKM Tak Sinkron dengan Tingginya Mobilitas Masyarakat

Sementara di bagian bak mobil, ada 10 orang penumpang, dimana 6 diantaranya meninggal dunia dan sisanya mengalami luka berat hingga ringan.

“Sementara 10 orang yang duduk di bak pikap ini 6 diantaranya meninggal dunia, dan 4 orang lainnya mengalami luka-luka. Dan 2 orang yang terluka diantaranya dirawat di RS Saiful Anwar dan 2 lainnya di RS Sumber Sentosa Tumpang,” paparnya.

Hendri juga mengatakan jika kondisi korban luka-luka sudah mulai membaik, sehingga kemungkinan tidak ada tambahan korban meninggal dunia.

“Kami sampaikan Insyaallah tidak akan ada penambahan jumlah korban meninggal dunia. Karena kami cek tadi kondisi korban sudah relatif stabil, ada beberapa orang yang sudah menjalani operasi dan saat ini berada di ruang perawatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa luka yang dialami para korban sendiri rata-rata adalah luka di bagian dalam seperti patah tulang.

“Tapi Insyaallah segera dilakukan penindakan operasi dan beberapa orang tinggal beristirahat saja sampai akan pulih kembali,” tuturnya.

Hendri juga mengatakan dirinya sudah melihat kondisi si sopir, namun belum bisa menggali keterangan sampai saat ini karena kondisi masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah bertemu dengan si sopir, dan belum bisa digali informasi. Karena kondisinya belum memungkinkan untuk diajak berkomunikasi karena ada luka di bagian kepala, kemudian luka gores, dan di perut ada luka karena benturan benda tumpul, dan kaki terdapat patah di beberapa bagian,” tandasnya.

Sampaikan saat ini, pihak Polres Malang juga belum menentuan siapa tersangka dalam kejadian tersebut.

“Tapi kami sudah melangkah ke sana dengan melakukan pemeriksaan pada beberapa saksi yang ada di TKP. Kemudian kita sudah membuat sketch TKP dan olah TKP, dan kemarin sudah hadir langsung di TKP ada Pak Kasatlantas Polres Malang dan Pak Direktorat Lantas Polda Jatim,” ujarnya.

Baca Juga  BMKG Imbau Masyarakat untuk Tetap Waspada Pascagempa

Namun, untuk penyebab kecelakaan didiga kuat adalah karena sopir yang mengemudikan mobil dalam keadaan mengantuk.

“Untuk penyebab kecelakaan dipastikan ini kecelakaan tunggal, karena tidak melibatkan kendaraan lainnya, dan luka tunggal melibatkan pohon. Untuk penyebabnya kemungkinan besar karena si sopir dalam keadaan mengantuk, karena tadi sempat kami tanyakan kalau beliau tidak dalam kecepatan sangat tinggi tapi dalam keadaan mengantuk,” ucapnya.

“Ini dibuktikan juga dari pemeriksaan saksi-saksi yang melihat kadang si sopir cepat dan terkadang si sopir juga lambat. Kemudian di TKP juga tidak ada bekas pengereman sama sekali,” sambungnya.

Terakhir, Hendri mengatakan saat ini sudah ada 6 saksi yang dimintai keterangan. Dan hari ini akan dimintai keterangan pada saksi korban yang dirawat di RS Sumber Sentosa Tumpang.

“Saat ini sudah ada 6 orang saksi yang sudah diperiksa dan rata-rata ada orang yang ada di sekitar TKP. Dan kemungkinan orang-orang yang ada di RS Sumber Sentosa Tumpang akan kita lakukan pemeriksaan hari ini,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *