Tugumalang.id – Taman Merjosari di Kota Malang Jawa Timur kini menghadapi kondisi memprihatinkan pada sejumlah fasilitasnya. Beberapa fasilitas di sana rusak dan terbengkalai. Meski sebagian masih bisa digunakan, minimnya perawatan membuat suasana taman tidak seramai dulu.
Pantauan tim Tugumalang.id di lokasi pada Selasa (26/8/2025), area bermain anak-anak menjadi salah satu fasilitas yang kondisinya cukup mengkhawatirkan.
Beberapa wahana seperti perosotan dan ayunan tampak berkarat dan rusak. Meski sebagian masih bisa dipakai, kondisi tersebut tidak lagi memberikan kenyamanan seperti sebelumnya bagi pengunjung. Orang tua yang mengajak anaknya bermain pun harus lebih berhati-hati.
Baca Juga: Berlibur ke Taman Merjosari Kota Malang, Gratis!

Selain area bermain anak, lapangan skateboard di Taman Merjosari Malang juga terlihat kurang terawat. Sebagian cat memudar, papan nama sebagian hilang. Ini membuat tampilannya tidak semenarik dulu.
Kendati demikian, lapangan ini masih sering digunakan, terutama oleh anak-anak SMP yang memanfaatkannya untuk belajar dan berlatih. Aktivitas mereka sedikit menghidupkan suasana taman pada siang hari.
Sejatinya, taman ini dirancang sebagai ruang publik yang bisa dinikmati semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga remaja.
Baca Juga: 9 Taman Kota di Kota Malang, Tempat Rekreasi dan Bersantai

Area bermain anak disediakan untuk keluarga, sementara lapangan skateboard menjadi daya tarik bagi komunitas muda. Namun tanpa perawatan rutin, fasilitas yang ada tidak dapat berfungsi secara optimal.
Tukang parkir di sekitar taman, Suyono (47), mengungkapkan kondisi tersebut berdampak besar pada jumlah pengunjung.
“Sekarang taman sepi. Dulu sore sampai malam ramai, banyak keluarga bawa anak main dan anak muda latihan skateboard. Sekarang sudah jarang, paling hanya warga sekitar saja,” ujarnya.
Menurut Suyono, kerusakan fasilitas membuat warga enggan datang. “Kalau tempat main anak-anak banyak yang rusak, orang tua pasti ragu bawa anaknya. Begitu juga lapangan skateboard, kalau tidak terawat ya jadi tidak menarik lagi,” tambahnya.
Meski demikian, ia menilai masih ada harapan bagi taman ini. Beberapa fasilitas yang masih bisa digunakan tetap dimanfaatkan oleh pengunjung, meski jumlahnya terbatas. Ia berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi Taman Merjosari Malang agar kembali ramai.
“Kalau dibenahi pasti ramai lagi. Dulu taman ini jadi kebanggaan warga. Sayang kalau dibiarkan terus rusak,” katanya.
Sepinya taman turut berimbas pada pedagang kecil di sekitar lokasi. Beberapa penjual mengaku dagangan mereka tidak seramai dulu karena berkurangnya pengunjung.
Padahal, Taman Merjosari Malang memiliki potensi besar sebagai ruang publik. Kehadiran area bermain anak dan lapangan skateboard bisa menjadi daya tarik bagi keluarga maupun remaja. Namun, tanpa perawatan yang memadai, fungsi itu tidak bisa berjalan maksimal.
Masyarakat berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas, mulai dari wahana bermain anak hingga lapangan skateboard.
Dengan begitu, Taman Merjosari Malang dapat kembali menjadi ruang terbuka hijau yang ramai, nyaman, dan bermanfaat bagi semua kalangan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Yuliana Elvita Sari (Magang)
Editor: Herlianto. A





























