Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Kampung Keramik Dinoyo, Bertahan di Tengah Gempuran Teknologi Digital

Redaksi by Redaksi
Agustus 27, 2025 9:09 am
in Asli Malang
Yono sedang bekerja saat ditemui di kediamannya. Foto/Imas Salisah Goniyah

Yono sedang bekerja saat ditemui di kediamannya. Foto/Imas Salisah Goniyah

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kampung Keramik Dinoyo Kota Malang adalah sekian dari banyak tempat kerajinan tanah liat yang masih bertahan di tengah arus teknologi yang semakin maju. Warga di sana masih mempertahankan kekhasan ini, meskipun secara bisnis sudah tidak lagi selancar dulu.

Salah satunya Yono (60) pemilik “Keramik SN Dinoyo”. Dia bercerita banyak tentang naik-turun bisnis keramin saat ini. Menurutnya, perkembangan pasar digital alias market place mengubah pola bisnis keramik dari yang dulunya pelanggan datang langsung kini membeli secara online.

READ ALSO

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Keadaan ini membuat dia tidak bisa berbuat banyak, karena selain memikirkan kualitas produk juga perlu memikirkan cara pemasarannya yang tentunya membutuhkan konsentrasi.

Desain Bersifat Costume

Yono mengatakan pihaknya telah puluhan tahun menekuni kerajinan keramik. Kampung Keramik Dinoyo memang sudah lama masyhur dan memiliki keunikan tersendiri.

Keramik karya Yono yang pajang di rumahnya. Foto/ Imas Salisah Goniyah 
Keramik karya Yono yang pajang di rumahnya. Foto/ Imas Salisah Goniyah

Baca Juga: LP2M UM Dampingi Kampung Wisata Keramik Dinoyo Kembangkan Eduwisata Virtual

Keramik yang dihasilkan dibuat dari tanah liat khusus yang sudah melalui proses pengolahan agar lebih kuat dan tahan lama. Sementara untuk memberikan kepuasan pada pelanggan, desainya bisa costume atau sesuai permintaan.

“Setiap desain biasanya mengikuti permintaan konsumen, ada yang untuk kebutuhan rumah tangga, ada juga yang khusus untuk dekorasi,” ungkapnya saat ditemui di tempatnya membuat keramik pada Selasa (26/8/2025).

Produk keramik Dinoyo tidak hanya diminati masyarakat lokal. Sebagian besar pesanan bahkan dikirim ke luar daerah, terutama ke Bali, sebelum akhirnya menembus pasar nasional. Bali dijadikan jalur utama distribusi karena lebih dekat dengan akses ekspor.

Dia menjelasakan, proses pembuatan keramik di Kampung Wisata Dinoyo memiliki tahapan tersendiri. Para pengrajin menggunakan alat khusus untuk membentuk tanah liat hingga menghasilkan kerajinan siap pakai.

Rumah Yono yang digunakan untuk produksi keramik. Foto/Imas Salisah Goniyah 
Rumah Yono yang digunakan untuk produksi keramik. Foto/Imas Salisah Goniyah

Setelah dibentuk, setiap produk harus dijemur selama kurang lebih dua hari bila cuaca mendukung, agar tidak mudah retak sebelum masuk tahap pembakaran.

Baca Juga: Home Industri Keramik Dinoyo Kota Malang Kebakaran Akibat Selang LPG Bocor

Bahan baku utama berupa tanah liat sebagian besar diperoleh melalui pasokan dari pemerintah, sehingga kualitasnya tetap terjaga. Di kawasan kampung wisata ini juga tersedia penjualan tanah liat dalam jumlah kecil untuk edukasi, terutama bagi anak-anak yang ingin belajar membuat keramik secara langsung.

“Untuk kepentingan belajar, kami juga menjual tanah liatnya. Tetapi jumlahnya tidak banyak,” kata Yono.

Dahulu, jumlah pengrajin yang aktif di kawasan Dinoyo tercatat mencapai sekitar 30 orang. Namun kini jumlahnya menurun karena berbagai faktor, termasuk berkurangnya permintaan serta persaingan dengan produk modern.

Meski demikian, pengrajin yang tersisa tetap berupaya mempertahankan tradisi keramik Dinoyo agar tetap dikenal dan tidak hilang ditelan zaman.

Selain kualitasnya yang dikenal baik, harga keramik Dinoyo juga relatif lebih murah dibandingkan daerah lain. Hal inilah yang membuat banyak pembeli maupun wisatawan datang langsung ke kampung tersebut untuk mendapatkan produk keramik.

Dinoyo pun tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata belanja yang unik di Malang.

Meski demikian, perjalanan para pengrajin tidak selalu mulus. Pandemi Covid-19 sempat memberi dampak besar.

“Banyak desain keramik yang sebelumnya populer terhenti produksinya dan perlahan menghilang. Selain itu, tren jual beli online yang semakin mendominasi juga membuat sebagian pengrajin harus beradaptasi agar tidak kalah bersaing. Banyak kreasi yang akhirnya hilang saat pandemi, karena produksi berhenti lama,” kata Yono.

Kini, Kampung Wisata Dinoyo tidak hanya menjadi tempat produksi keramik, tetapi juga simbol ketekunan dan daya tahan budaya lokal.

Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan pengrajin disana menjadi bukti nyata bahwa tradisi bisa terus hidup dan berkembang.

Keramik Dinoyo pun tetap memancarkan daya tariknya, baik sebagai produk seni bernilai ekonomi maupun sebagai identitas kebanggaan Kota Malang.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Imas Salisah Goniyah (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Kampung keramik Dinoyokeramik malangkeramik tanah liatsentra keramik dinoyo

Related Posts

Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Next Post
Rektor UM, Prof Hariyono bersama jajaran melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Makkah. (Foto/dok. UM)

Universitas Negeri Malang Buka Peluang Beasiswa dan Magang untuk Pelajar Makkah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.