Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Nasional

Kolaborasi Kemendikbudristek, ParagonCorp dan MIT: Indonesia Siap Bangun Ekosistem Inovasi

Redaksi by Redaksi
Juni 20, 2023 7:15 pm
in Nasional
Salman Subakat, CEO Paragon Technology and Innovation, saat memaparkan materinya.

Salman Subakat, CEO Paragon Technology and Innovation, saat memaparkan materinya. Foto/dok Paragon

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), ParagonCorp dan Universitas Gadjah Mada (UGM) akan berkolaborasi dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) untuk membangun ekosistem inovasi di Indonesia.

Agenda program ini disampaikan langsung pada acara diskusi “Innovation Ecosystem in Indonesia: the MIT REAP Framework” yang diselenggarakan di Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

READ ALSO

Kemensos Siapkan Penerima Bansos Jadi Anggota Koperasi Merah Putih

Siswa Baru Sekolah Rakyat Capai 28.478 Orang, Terus Bertambah Seiring Verifikasi Daerah

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Ir. Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud Ristek; Salman Subakat, CEO Paragon Technology and Innovation; Shari Loessberg, Senior Lecturer MIT Sloan School of Management; dan Marina Kusumawardhani, Main Organizer & Harvard Graduate.

Baca Juga: Raih WIPO Awards 2023, Paragon Dukung Kekayaan Intelektual Makin Maju

Dalam pemaparannya, Prof. Ir. Nizam menyampaikan bahwa program ini merupakan sebuah gebrakan baru karena pemerintah menggunakan multistakeholder approach dalam membangun suatu ekosistem inovasi.

Prof. Ir. Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud Ristek, saat memaparkan materinya.
Prof. Ir. Nizam (tengah), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud Ristek, saat memaparkan materinya. Foto/dok Paragon

“Pendekatan ini akan melibatkan kolaborasi banyak pihak: universitas, pemerintah dan swasta bersama-sama. Biasanya kita bekerja sendiri-sendiri, tapi sekarang kita mencoba membangun ekosistem inovasi bersama-sama,” kata dia.

Adapun program ini diadakan untuk mencapai visi Indonesia Maju. Indonesia membutuhkan inovasi teknologi yang hanya dapat dicapai dengan pendekatan ekosistem.

Baca Juga: Digelar Serentak di 14 Titik di Indonesia, ParagonCorp Pecahkan Rekor MURI pada Pembukaan Novo Club Batch 2

“Dan untuk ini, kami berniat untuk belajar dari sumber yang terbaik: MIT (Massachusetts Institute of Technology), yang telah berpengalaman selama puluhan tahun dalam membangun ekosistem inovasi di tujuh puluh negara. Kami mencoba mengaplikasikan MIT REAP Framework untuk menciptakan ekosistem inovasi di Indonesia,” ujar Marina Kusumawardhani.

Sebagai perwakilan dari swasta dalam acara ini, Salman Subakat juga menceritakan pengalamannya ketika membangun ekosistem di Paragon. Menurutnya, Paragon sebetulnya sudah menjadi perusahaan berbasis ekosistem sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.

“Ekosistem adalah rahasia kesuksesan Paragon sehingga mampu mengalahkan market share perusahaan-perusahaan biotech dan kosmetik dari luar negeri,” katanya.

Lebih lanjut, Salman Subakat juga menyampaikan bahwa Paragon sangat setuju dengan pemaparan MIT dimana framework harus disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat.

Baca Juga: Bisa Menjadi Mitra Bertumbuh di Masa Depan, Paragon Corp Diundang Khusus ke Markas Google

“Namun tentunya pengalaman MIT tersebut harus dapat disesuaikan dengan konteks Indonesia karena berdasarkan pengalaman Paragon, ada banyak yang harus diatasi secara spesifik untuk kasusnya di Indonesia,” ujar Salman Subakat.

Lantas, framework seperti apa yang ditawarkan MIT untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan ekosistem Inovasi? Shari Loessberg, Senior Lecturer MIT Sloan yang menjadi tamu utama di acara ini, memaparkan hal-hal yang paling penting untuk membangun ekosistem inovasi di suatu negara.

Shari Loessberg, Senior Lecturer MIT Sloan School of Management, saat memberikan materi.
Shari Loessberg, Senior Lecturer MIT Sloan School of Management, saat memberikan materi. Foto/dok Paragon

Menurutnya, hal paling utama adalah kerjasama antara pemangku kepentingan di sebuah negara dan swasta yang kuat, dalam menjadi perintis pembangunan ekosistem inovasi.

“Tetapi yang menarik, sebetulnya yang paling penting dalam membangun ekosistem inovasi itu adalah mindset orang-orangnya, bukanlah uang atau resource,” kata dia.

Kemudian harus ditanyakan masing-masing bangsa ke dirinya sendiri, karena tergantung budaya yang ada di negara itu. Apakah mau ber-mindset kolaborasi dan kerja sama antar sektor, atau tidak peduli dan jalan sendiri-sendiri saja dengan ego sektoral.

“Tentunya semua sektor harus berkolaborasi agar ekosistem inovasi yang diharapkan dapat tercipta,” kata Shari Loessberg.

Lebih lanjut, Shari Loessberg juga menyampaikan bawa MIT REAP dapat menanam benih ekosistem, tetapi apakah ekosistem itu akan tumbuh berkembang akan bergantung pada penerimaan budaya dan mindset masyarakat setempat.

Selain berdiskusi, dalam acara ini para pembicara juga mengungkapkan sebuah rencana untuk kerja sama lebih lanjut antara MIT dengan aktor-aktor di Indonesia melalui program MIT REAP selama dua tahun.

Dalam dua tahun ini, para peserta akan diajak untuk berkolaborasi bersama untuk membangun ekosistem inovasi di Indonesia. Kemendikbud Ristek dan ParagonCorp berharap, program yang dilaksanakan bersama-sama dan melibatkan banyak pihak ini dapat menghasilkan gebrakan ekosistem inovasi di Indonesia dan mampu mencapai visi Indonesia Maju seperti yang dicita-citakan.

Tentang ParagonCorp

ParagonCorp merupakan perusahaan konglomerasi asal Indonesia yang berdiri sejak tahun 1985. Perjalanan ParagonCorp bermula dari perusahaan kosmetik nasional terbesar di Indonesia bernama PT Paragon Technology and Innovation yang menaungi brand-brand seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Putri, Laboré, Biodef, Instaperfect, Crystallure, Tavi, dan Wonderly.

Saat ini, ParagonCorp terus berkembang dan melebarkan sayapnya di bidang distribusi dan perdagangan langsung dengan membawahi PT Parama Global Inspira dan PT Paranova Global Optima yang menaungi brand Beyondly.

ParagonCorp bertujuan untuk menjadi perusahaan yang berkomitmen untuk memiliki pengelolaan terbaik dan berkembang terus menerus dengan bersama-sama menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Visi kami adalah menjadi perusahaan yang bertumbuh, bermanfaat, dan berkelanjutan. Melalui ini, ParagonCorp berkomitmen untuk terus menghasilkan produk berkualitas yang memberikan manfaat bagi Paragonian, mitra, masyarakat, dan lingkungan dalam balutan lima nilai perusahaan (ketuhanan, keteladanan, kerendahan hati, ketangguhan, dan inovasi).

Editor: Herlianto. A

Tags: Indonesia MajuKemendikbudristekMITParagonCorp

Related Posts

Kemensos Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota dan Pelaku Usaha Koperasi Merah Putih
Advertorial

Kemensos Siapkan Penerima Bansos Jadi Anggota Koperasi Merah Putih

Kamis, 16 Jul 2026
Siswa Baru Sekolah Rakyat Capai 28.478 Orang, Terus Bertambah Seiring Verifikasi Daerah
Advertorial

Siswa Baru Sekolah Rakyat Capai 28.478 Orang, Terus Bertambah Seiring Verifikasi Daerah

Senin, 13 Jul 2026
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang
Advertorial

MPLS Sekolah Rakyat Dimulai 14 Juli, Digelar Bertahap dalam Empat Gelombang

Senin, 13 Jul 2026
DWP Kemensos dan Viva Cosmetics Perkuat Kolaborasi Sambut Hari Disabilitas Internasional 2026
Advertorial

DWP Kemensos dan Viva Cosmetics Perkuat Kolaborasi Sambut Hari Disabilitas Internasional 2026

Minggu, 12 Jul 2026
wamensos
Advertorial

Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Kulon Progo, Ditarget Rampung Pertengahan Juli

Rabu, 1 Jul 2026
Gus Ipul Tekankan Program Kemensos
Advertorial

Tahun 2027 Jadi Momentum Integrasi, Gus Ipul Minta Seluruh Program Kemensos Bergerak Satu Arah

Selasa, 30 Jun 2026
Next Post
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.

Jelang Akhir Jabatan Wali Kota Malang, DPRD Mulai Susun Usulan Nama Calon Pj

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.