KKN-T Kelompok 8 Unira Malang Kembangkan Rempah Imun Booster

  • Whatsapp
KKN-T Kelompok 8 Unira Malang. Foto: dok
MALANG – Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang menerjunkan kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) ke beberapa desa binaan Unira selama 1 bulan.
Salah satu desa yang menjadi sasaran penempatan mahasiswa KKN-T yaitu Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Ada 18 mahasiswa yang diterjunkan di Desa Sengguruh ini. Diantaranya seperti dari prodi PGMI yaitu Latif Zubaidah Nasution, Mustafa, dan Mayla Qonata. Dari prodi Pendidikan IPS yaitu Diana Anitasari dan Wiwik Lailatul Fadilah. Dari Prodi Teknik Informatika yaitu Muhammad Rozaq Firmansyah dan Faisal akbar. Dari Prodi Sistem Informasi ada Krisniawati. Dari Prodi Pendidikan Agama Islam ada Kharis Khoirul Rahmadani, Fathoni Syahban, M Tsaqil Tauzinus S, Kamal Fatih, Ellia Ni’matul Arifah, Nurul Aini, Erika Catur Wulandari, dan Mistia Apriani. Dari Prodi PGSD yaitu Nur Azizah dan Nida Kholilatul Umah.
Kelompok mahasiswa ini diberangkatkan oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Ratna Fajarwati Meditama MPd dan diterima secara resmi oleh Kepala Desa Sengguruh, Jamburi, di Balai Desa Sengguruh, pada 26 Januari 2021.
Dalam sambutannya, Jamburi berharap, para mahasiswa bisa berbaur dengan para warga sekitar. “Mahasiswa harus berbaur bersama masyarakat desa dalam melaksanakan program pengabdian sesuai dengan yang dirancang,” inginnya.
Jamburi juga mengucapkan terima kasih kepada Unira Malang yang telah melibatkan Desa Sengguruh dalam kegiatan KKN-T meskipun di tengah pandemi COVID-19.
“Kami berterima kasih kepada Unira telah melibatkan desa kami dalam program KKN-T. Semoga ini menjadikan Desa Sengguruh lebih baik lagi dan terbangun kontinuitas kerja sama yang baik dengan Unira Malang,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, R Fajar Meditama selaku Dosen Pendamping Lapangan mahasiswa KKN-T, menjelaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan perwujudan dari desiminasi ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat bersentuhan dengan masyarakat.
“Desiminasi ini dilakukan melalui berbagai kegiatan, baik berupa pemberian bantuan pemberdayaan, pelatihan, penyuluhan, pembimbingan, pendampingan, dan lain-lain untuk menyadarkan potensi yang dimiliki dan membantu memberi nilai tambah bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.
“Dalam pelaksanaannya, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa di lingkungan Universitas Islam Raden Rahmat dilaksanakan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T),” imbuhnya.
Dia menjelaskan, agenda utama Pengabdian kepada Masyarakat, termasuk KKN-T adalah menyebarluaskan dan membumikan Prakarsa Khaira Ummah di Unira Malang. Yaitu sebuah prakarsa untuk mencetak generasi terbaik melalui tiga pilar yakni Peace Education (terdiri dari Spirituality, Humanity, dan Local Wisdom), Social Entreprise (terdiri dari Entrepreneurship, Financial Inclusion, dan Community Development), dan Green Technology (terdiri dari Kemandirian Pangan dan Energi, Lingkungan, dan Smart Technology).
“Saya berharap agar mahasiswa memanfaatkan waktu selama KKN-T yang hanya satu bulan ini dengan sebaik-baiknya dan dapat menyelesaikan program tepat sesuai dengan timeline yang sudah ditentukan walaupun kondisi saat ini masih dalam suasana pandemi,” inginnya.
“Kami berharap juga peserta KKN-T dapat menjaga kesehatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi, sekaligus membantu desa dalam menjalankan program pencegahan penyebaran COVID-19,” lanjutnya.
Beberapa program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T selama 1 bulan diantaranya adalah melakukan pendampingan Pokdarwis dalam pengelolaan hasil pangan lestari untuk menjadi salah satu produk unggulan UMKM di Desa Sengguruh, melaksanakan pelatihan pemanfaatan bank sampah untuk menjadi kerajinan, dan beberapa kegiatan tambahan seperti partisipasi dalam kegiatan penguatan kapasitas relawan kampung siaga ansor dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19, bakti sosial, dan membantu pengajaran di TPQ.
Dalam program pendampingan pemanfaatan pengolahan hasil pangan lestari, mahasiswa KKN-T kelompok 8 Unira Malang menggagas olahan jamu celup yang diberi nama RAMBOORA (Rempah Imun Booster Unira).
RAMBOORA merupakan sebuah inovasi produk berbahan dasar rempah-rempah yang dikeringkan yang diharapkan mampu menjadi cikal bakal terbentuknya usaha baru Desa Sengguruh sehingga dapat menambah dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Dengan memanfaatkan lahan kosong yang berada di kawasan Kelompok Wanita Tani (KWT) RT 24 RW 01 Desa Sengguruh, mahasiswa KKN-T kelompok 8 melakukan penanaman beberapa rampuan rempah seperti jahe, kunyit, sereh, daun mint, hingga bunga telang.
“Penanaman rempah tersebut kami maksudkan agar hasil dari lahan di KWT ini lebih bernilai ekonomis tinggi, yaitu dengan dimanfaatkan dan diolah menjadi jamu instan yang praktis” ungkap Ketua Kelompok Tim KKN-T 8, Latif Zubaidah.
“Dengan adanya pelatihan RAMBOORA ini, kami berharap masyarakat desa memiliki keterampilan untuk mengolah hasil panen dari lahan kosong yang sudah ditanami, dan meneruskannya menjadi UMKM yang mampu mengangkat perekonomian desa,” tambahnya.
KKN-T kelompok 8 ini juga membuatkan alat pengering rempah yang digunakan untuk membantu produksi jamu celup ini.
Lebih lanjut, program kedua dari KKN-T kelompok 8 yaitu pemberdayaan masyarakat desa dengan mengadakan kegiatan pelatihan limbah plastik untuk menjadi kerajinan yang dapat dijadikan salah satu tambahan penghasilan bagi masyarakat Desa Sengguruh.
Pada tanggal 17 Februari 2021, mahasiswa KKN-T Unira Kelompok 8 ini memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah plastik dari bank sampah menjadi pot tanaman hias yang sekarang banyak digemari masyarakat dalam mengisi waktu luang.
Limbah platik yang selama ini terbuang dan tidak memiliki nilai jual, dengan kreativitas dapat diolah kembali menjadi produk baru yang bernilai komersial. Salah satunya adalah limbah tali plastik strapping band (tali strip).
Tali stapping band memiliki ukuran 15-19 mm (lebar) dan 0.5-1 mm (tebal) sangat kuat dan tahan terhadap air.
Tali stapping band biasanya digunakan untuk mengikat produk baja atau produk lainnya karena lebih aman, dapat menahan guncangan dan benturan selama transportasi pendistribusian barang khususnya produk ekspor – impor sektor industri seperti kertas, furnitur, kayu, bata, block, kaca, keramik, dan lainnya.
Tali strapping band atau tali strip ini diperoleh desa secara cuma-cuma dari program CSR Pabrik Kertas Ekamas yang diharapkan mampu dikembangkan warga menjadi produk UMKM unggulan desa.
Reporter: Rizal Adhi
Editor: Lizya Kristanti
Baca Juga  Polisi Tangkap Target Operasi Sebenarnya dalam Kasus Salah Tangkap Anggota TNI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *