MALANG, Tugumalang.id – Bagian atap rumah Muhammad Bashori (46) kini harus ditutup terpal. Sebagian besar atap rumah di Dusun Krajan, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tersebut rusak akibat terjangan angin puting beliung pada Minggu (2/11/2025).
Siang itu, sekitar pukul 14.15, Bashori tengah menjemur pakaian anak-anaknya. Istri dan kedua anaknya sedang tidur di kamar depan.
Menurutnya, suasanya di luar rumah saat itu sangat sepi. Ketika menengadah ke arah langit, tiba-tiba ia melihat pusaran angin mendekat ke arah rumahnya.
Baca Juga: Heboh Kemunculan Angin Puting Beliung di Kawasan Wisata Gunung Bromo
Sontak, ia masuk ke dalam rumah dan membangunkan istri serta anak-anaknya. Mereka berusaha tenang dan mencari perlindungan.

“Kami bingung. Di luar angin sangat kencang. Tapi kalau diam di dalam, kami takut rumah ini roboh,” ujar Bashori saat ditemui wartawan Tugu Malang ID.
Bashori sempat berusaha keluar rumah untuk melihat keadaan. Akan tetapi pintu rumahnya tak bisa dibuka karena dorongan dari angin yang sangat kuat.
Angin tersebut berpusar dan bergerak dalam bentuk zigzag seperti mencari celah. Berbagai material terlihat terbawa angin berwarna hitam itu.
“Anginnya bawa material. Ada genteng, asbes, seng, pakaian, daun-daun, sampai sarang burung,” sebut Bashori.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Dau Malang, Rumah dan Kios Milik Warga Rusak
Awalnya Bashori tak tahu pasti berapa lama angin tersebut menerjang rumahnya. Usai melihat rekaman video yang diambil oleh tetangganya, angin tersebut merusak rumah-rumah warga hanya dalam waktu kurang dari tiga menit.
Situasi baru benar-benar tenang saat adzan Ashar berkumandang sekitar pukul 14.30. Bashori melihat angin sudah menjauh dan menghilang di sekitar Rest Area Sumbersekar. “Anginnya semakin tinggi, lalu hilang,” ujarnya.
Akibat peristiwa tersebut, sebagian besar atap rumahnya rusak. Diperkirakan ia mengalami kerugian sebesar Rp10-15 juta.
Ia telah mendapat bantuan terpal, kasur, dan bantal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Ia juga menerima bantuan sembako dari Bupati Malang, Sanusi.
“Sebagian sudah saya pasang lagi gentengnya, kebetulan saya bekerja di bidang bangunan,” imbuh Bashori.
Sebelum ini, Bashori mengaku belum pernah menyaksikan angin puting beliung di wilayah Dusun Krajan, Desa Sumbersekar. Namun berdasarkan cerita tetangga, sekitar 15 tahun yang lalu ada kejadian serupa di desa tetangga.
“Katanya dulu pernah ada, lokasinya agak atas. Tapi dampaknya nggak sampai sini,” kata Bashori.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























