Malang, Tugumalang.id – Kepala Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., mengkaji nilai kepemimpinan perempuan yang bersumber dari Kitab Arba’in an-Nawawiyyah.
Kajian tersebut disampaikan dalam kegiatan kajian tematik santriwati mahasiswa baru Pusat Ma’had Al Jami’ah tahun akademik 2026/2027, Jumat (4/9).
Kegiatan tersebut mengusung tema Ma’had sebagai Kawah Pendidikan Leadership Muslimah: Membentuk Muslimah Berilmu, Berkarakter, Berintegritas, dan Bermanfaat.
Aprilia mengajak santriwati memahami bahwa kehidupan di Ma’had bukan sekadar proses adaptasi sebagai mahasiswa baru. Ma’had menjadi ruang strategis untuk membentuk karakter dan kepemimpinan Muslimah yang berlandaskan nilai-nilai Ulul Albab.
Baca juga: PSGAD UIN Malang Bekali Mahasiswa Baru soal Keadilan Gender dan Inklusi Disabilitas
Dalam kajiannya, Aprilia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam an-Nawawi dalam Kitab Arba’in an-Nawawiyyah, Inna a’mala biniyat, yang berarti sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.
Hadis pertama tersebut menjadi landasan bahwa kepemimpinan Muslimah harus dimulai dari niat yang lurus karena Allah SWT.
“Sebelum belajar memimpin orang lain, seorang Muslimah harus belajar mengenali dan memimpin dirinya sendiri. Ma’had adalah tempat yang strategis untuk belajar itu,” ungkap Aprilia.
Pada kesempatan tersebut, dia mengenalkan pendekatan psikologi 4S dalam leadership. Yakni self awareness (mengenali diri), self regulation (mengelola diri dan emosi), social empathy (memahami dan peduli kepada orang lain), serta self growth (terus mengembangkan potensi diri).
Menurut Aprilia, keempat kemampuan tersebut dapat diasah melalui kehidupan sehari-hari di Ma’had. Mulai mengatur waktu, hidup bersama teman dengan karakter berbeda, menghadapi konflik, hingga belajar bertanggung jawab.
Nilai kepemimpinan dalam Kitab Arba’in tersebut kemudian dikaitkan dengan empat pilar Ulul Albab UIN Malang. Yakni kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.
Baca juga: PSGAD LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Teliti DIFAJEK untuk Dorong Kesetaraan dan Pemberdayaan Disabilitas
Menyikapi fenomena kesehatan mental di kalangan mahasiswa yang semakin mendapat perhatian, Aprilia juga menyinggung Ma’had yang dirancang sebagai lingkungan tenang, nyaman, dan penuh support system.
Di sana, santriwati dapat tumbuh dalam suasana kekeluargaan, saling menguatkan, serta mendapatkan bimbingan dari murobbiyah yang mendampingi proses belajar dan pengembangan diri.
“Di Ma’had, kalian tidak sendiri. Ada teman, ada murobbiyah, ada sistem yang mendukung. Manfaatkan ini untuk membangun identitas diri yang sehat, mampu mengelola emosi, berpikir kritis, menjaga akhlak, serta terus mengembangkan potensi,” beber Aprilia.
Aprilia juga mengajak santriwati melihat tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Di antaranya tekanan akademik, kebutuhan untuk diterima lingkungan, fear of missing out (FOMO), penggunaan media sosial, dan kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain.
“Mulailah dari hal sederhana di Ma’had, kenali diri, kelola diri, pahami orang lain, terus bertumbuh, dan jadilah pribadi yang bermanfaat,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































