MALANG, Tugumalang.id – Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi DIFAJEK sebagai bagian dari rangkaian penelitian yang berfokus pada penguatan inklusi dan pemberdayaan penyandang disabilitas, khususnya pada aspek produktivitas, kepercayaan diri, kecemasan, dan keuletan dalam menghadapi dunia kerja.
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, komunikasi, sekaligus penggalian pengalaman penyandang disabilitas usia kerja untuk memahami berbagai tantangan dan potensi yang mereka miliki. Melalui penelitian ini, PSGAD berupaya menghadirkan data dan pemahaman yang dapat menjadi dasar dalam mendorong terciptanya lingkungan kerja dan sosial yang lebih inklusif, setara, serta mendukung pengembangan kapasitas penyandang disabilitas.
Mengusung semangat “Aku, Kamu, Kita Setara”, kegiatan ini menegaskan bahwa inklusi bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap individu agar dapat berdaya, berkarya, dan berkontribusi di masyarakat.
Baca juga: Gelar International Public Lecture, LP2M UIN Malang Singgung Masalah Kolaborasi Global dan Moderasi Beragama

Menggali Pengalaman Disabilitas Usia Kerja
Ketua Tim Penelitian, Dr. Rofiqah Rosidi, CHt., M.Pd., mengatakan penelitian ini merupakan bagian dari ikhtiar akademik untuk memahami pengalaman nyata penyandang disabilitas, terutama terkait faktor psikologis yang berperan dalam produktivitas dan keberdayaan.
“Kami ingin menggali bagaimana pengalaman, rasa percaya diri, kecemasan, dan keuletan teman-teman disabilitas dalam menjalani kehidupan dan aktivitas kerja. Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung potensi setiap individu untuk berkembang,” ungkap Dr. Rofiqah.
Komitmen Mendorong Inklusivitas
Ketua PSGAD LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., menegaskan bahwa isu disabilitas perlu dipandang dari perspektif pemberdayaan dan kesetaraan, bukan semata-mata keterbatasan.
“PSGAD berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian dan pengabdian yang berpihak pada nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan inklusivitas. Setiap individu memiliki potensi dan hak yang sama untuk mendapatkan ruang, kesempatan, serta dukungan agar mampu berkontribusi secara optimal,” ujar Aprilia Mega.
Baca juga: Gandeng ORSC-IIUM Malaysia, LP2M UIN Malang Pertegas Komitmen Perluas Jejaring Internasional
Menurutnya, membangun masyarakat yang inklusif membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Inklusi harus hadir dalam tindakan nyata. Ketika kita membuka ruang, mendengarkan pengalaman, dan memberikan kesempatan yang setara, maka kita sedang membangun lingkungan yang lebih adil, ramah, dan menghargai keberagaman,” tambahnya.
Perkuat Kolaborasi dengan Komunitas Disabilitas
Melalui kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi DIFAJEK, PSGAD LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan komunitas disabilitas, keluarga, serta berbagai pihak terkait dalam mewujudkan ekosistem yang mendukung kemandirian dan keberdayaan penyandang disabilitas.
Bagi PSGAD, semangat “Aku, Kamu, Kita Setara” bukan hanya sebuah pesan, melainkan gerakan bersama untuk menciptakan ruang yang saling mendukung, menghormati perbedaan, dan merangkul semua tanpa terkecuali.
Inklusi dimulai dari kepedulian dan diwujudkan melalui tindakan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Tim Peneliti PSGAD LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang:
- Dr. Rofiqah Rosidi, CHt., M.Pd. (Ketua Tim)
- Aprilia Mega Rosdiana, M.Si.
- Whida Rositama, M.Hum.
- Nurul Hikmah, M.Pd.
editor: jatmiko


















