Malang, Tugumalang.id – Universitas Ma Chung Malang mengukuhkan 306 wisudawan dalam Wisuda ke-XVI Program Magister, Sarjana, dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (5/9/2026).
Wisuda tersebut menambah jumlah alumni Universitas Ma Chung menjadi hampir 4.000 orang yang kini berkarya di dalam maupun luar negeri.
Wisuda mengusung tema “Fostering Transformative Convergence: Adapting to the World, Advancing the Future”. Tema itu merefleksikan semangat adaptasi dan kontribusi nyata lulusan di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., berpesan kepada para wisudawan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat dan membawa pengetahuan yang diperoleh menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ijazah yang saudara terima hari ini bukanlah tanda bahwa proses belajar telah selesai. Sebaliknya, ijazah tersebut merupakan pengakuan bahwa saudara telah memiliki fondasi untuk terus belajar. Jadilah pembelajar sepanjang hayat,” ujar Prof. Yufra.
Prof. Yufra juga menegaskan pentingnya semangat kewirausahaan dan kompetensi global bagi lulusan. Keberhasilan seorang lulusan, kata dia, tidak hanya diukur dari jabatan atau pendapatan, tetapi juga dari nilai dan dampak yang ditinggalkan bagi masyarakat.
Baca juga: Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan
Dari wisuda tahun ini, capaian individu tertinggi meliputi IPK 3,94 dari skala 4,00. Kemudian, skor HSK sertifikasi Bahasa Tionghoa level 6 sebesar 253 dari skala 300, skor TOEIC sempurna 990 dari skala 990, serta Skor Kredit Keaktifan Mahasiswa (SKKM) tertinggi sebesar 11.044.
Program pembelajaran di luar kampus juga diikuti wisudawan. Sebanyak 117 orang mengikuti magang industri, enam orang magang penelitian, 11 orang mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri, dan satu orang mengikuti asistensi mengajar di lembaga ternama.
Pada tahun akademik yang sama, Universitas Ma Chung memberangkatkan 28 mahasiswa dalam 11 program mobilitas internasional. Program tersebut antara lain berlangsung di China, Korea Selatan, dan Jepang.
Universitas Ma Chung juga menerima mahasiswa asing dari Australia, Jepang, China, Kamboja, dan Taiwan.
Dari sisi kesiapan kerja, hasil sementara exit survey terhadap 88 persen wisudawan menunjukkan banyak mahasiswa telah bekerja dengan masa tunggu nol bulan. Sebagian lainnya berada dalam proses rekrutmen, melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri, sebagian besar dengan beasiswa, serta menjadi wirausahawan muda mandiri.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Ma Chung, Dr. Kestrilia Rega Prilianti, M.Si., mengatakan capaian tersebut membuktikan kualitas lulusan Universitas Ma Chung telah memenuhi standar dan diakui perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri.
“Dari aspek pemenuhan angka wirausahawan muda, kami sampaikan bahwa Universitas Ma Chung sangat concern dalam menghasilkan lulusan yang bukan hanya siap menjadi pengusaha namun telah menjadi pengusaha. Dari tahun ke tahun, Universitas Ma Chung konsisten menyumbangkan wirausahawan muda mandiri untuk Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: 2 Prodi Teknik Informatika dan Sistem Informasi Universitas Ma Chung Raih Akreditasi Unggul
Wisudawan tahun ini juga mencatatkan prestasi dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional. Bidangnya mulai riset dan penulisan artikel, investasi saham, akuntansi, fotografi, desain poster, hingga olahraga seperti wushu, karate, taekwondo, dan basket.
Wisuda XVI juga menjadi momentum bersejarah dengan diluluskannya angkatan pertama Program Studi D3 Optometri. Kelulusan perdana tersebut menandai babak baru kontribusi Universitas Ma Chung dalam mencetak tenaga profesional di bidang kesehatan mata bagi masyarakat Indonesia.
Karya mahasiswa beri dampak
Sejalan dengan tema wisuda, Universitas Ma Chung menyoroti sejumlah karya akhir mahasiswa yang memberikan dampak nyata di luar kampus.
Salah satunya KIAI TANI (Kelompok Tani Organik Bumiaji), inovasi pemberdayaan masyarakat karya Andik Kurniawan dari Program Studi S2 Manajemen Inovasi di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc.
Karya tersebut mengintegrasikan pertanian organik dengan kearifan lokal Pitu Gegayuhan di Dusun Sawahan, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Kini, inovasi tersebut telah diadopsi 133 petani organik dengan 19,86 hektare lahan bersertifikat serta jejaring pemasaran hingga 15 kontrak pasar luar kota. Penerapannya juga tercatat menurunkan biaya produksi petani dan meningkatkan keuntungan bersih secara signifikan.
Karya berdampak lainnya berasal dari bidang desain, yakni Redesain Visual Identity Bundar Kitchen karya Sebastian Saksono dari Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual. Karya tersebut berada di bawah bimbingan Bintang Pramudya Putra P., S.Sn., M.Ds., dan Amar Ma’ruf Stya Bakti, S.Pd., M.Pd.
Karya tersebut menghasilkan sistem identitas visual komprehensif bagi UMKM kuliner Bundar Kitchen di Kota Malang. Mulai logo hingga penerapan pada media sosial dan merchandise kini telah diadopsi langsung pemilik usaha sebagai identitas baru bisnisnya.
Identitas baru tersebut digunakan untuk memperkuat brand awareness di kalangan konsumen usia 18–30 tahun.
Wisuda XVI Universitas Ma Chung menjadi momentum untuk menegaskan komitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap memberi dampak bagi masyarakat. Mulai inovasi pertanian berbasis kearifan lokal, penguatan identitas UMKM, hingga tenaga profesional baru di bidang kesehatan.
Dengan bertambahnya hampir 4.000 alumni yang tersebar di dalam dan luar negeri, Universitas Ma Chung optimistis para wisudawan akan terus beradaptasi, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































