Tugumalang.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kepadatan penduduk di Kota Malang mencapai 8.029 jiwa per kilometer persegi. Kecamatan Klojen menjadi kecamatan dengan kepadatan tertinggi di Kota Malang.
Berdasarkan data BPS Kota Malang, jumlah penduduk Kota Malang tahun 2025 yang diperbarui 28 Januari 2026, mencapai 891.859 jiwa. Sementara kepadatan penduduk Kota Malang mencapai 8.029 per kilometer persegi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa setiap satu kilometer persegi wilayah Kota Malang rata rata dihuni oleh lebih dari delapan ribu orang. Semakin besar angka kepadatan, semakin padat pula jumlah penduduk yang menempati suatu wilayah.
Baca Juga: Inovasi Pemkot Batu Permudah Urus Dokumen Pernikahan dan Kependudukan Lewat Batu Mantu
Kecamatan Klojen tercatat menjadi wilayah terpadat dengan angka 11.406 jiwa per kilometer persegi. Disusul Kecamatan Blimbing 10.848 jiwa per kilometer persegi.
Lalu di Sukun mencapai 9.943 jiwa per kilometer persegi. Kemudian Lowokwaru 7.236 jiwa per kilometer persegi. Terakhir Kedungkandang 5.499 jiwa per kilometer persegi.
Secara konsep, kepadatan penduduk yang digunakan BPS merupakan kepadatan penduduk kasar (crude population density). Yakni perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah. Ukuran ini paling umum digunakan karena metode penghitungan yang sederhana serta telah distandarisasi.
Baca Juga: Penduduk Bumi Capai 8 Miliar, Ini Tantangan dan Langkah Mengatasinya
Selain kepadatan penduduk kasar, terdapat dua jenis kepadatan lain yang dikenal dalam demografi. Pertama, kepadatan fisiologis (physiological density) yang mengukur jumlah penduduk dibandingkan dengan luas lahan yang dapat ditanami.
Kedua, kepadatan agraris (agriculture density) yang menunjukkan jumlah petani dibandingkan dengan luas lahan pertanian produktif.
Namun, dalam konteks perkotaan seperti Kota Malang, kepadatan penduduk kasar menjadi indikator utama untuk melihat tekanan terhadap ruang dan infrastruktur kota.
Tingginya angka kepadatan ini tidak lepas dari karakter Kota Malang sebagai kota pendidikan, jalur pariwisata, jasa dan perdagangan. Arus masuk penduduk, baik permanen maupun non permanen seperti mahasiswa dan pekerja, turut meningkatkan beban kepadatan secara riil.
Kondisi tersebut berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kebutuhan hunian, kemacetan lalu lintas hingga berkurangnya ruang terbuka hijau. Di sisi lain, kepadatan juga memicu meningkatnya aktivitas ekonomi dan dinamika perkotaan.
Di sisi lain, BPS juga mencatatkan bahwa laju pertumbuhan penduduk Kota Malang mencapai 0,28 persen setiap tahunnya. Kecamatan Kedungkandang jadi wilayah tertinggi dalam hal laju pertumbuhan penduduk yang mencapai 0,57 persen di tahun 2025 lalu.
Pemerataan persebaran penduduk menjadi tantangan tersendiri. Wilayah pusat kota cenderung lebih padat dibandingkan kawasan pinggiran yang masih memiliki ruang pengembangan.
Tentu lonjakan kepadatan ini perlu diantisipasi melalui perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, pembangunan hunian vertikal hingga peningkatan infrastruktur publik.
Dengan kepadatan mencapai 8.029 jiwa per kilometer persegi, Kota Malang menghadapi tantangan klasik perkotaan yakni menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan ketersediaan ruang hidup yang layak.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























