Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Kenapa Kita Mudah Marah ke Orang yang Kita Sayang? Ini Alasannya

Redaksi by Redaksi
Juli 25, 2025 2:27 pm
in Tugu Sehat
Mudah Marah

Ilustrasi/pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pernah merasa bisa sabar saat berhadapan dengan orang asing—misalnya kasir yang salah memberi kembalian atau rekan baru yang bicara tanpa pikir panjang—tapi langsung emosi ketika pasangan, sahabat, atau keluarga berbuat sedikit salah? Fenomena ini bukan sekadar soal emosi yang tidak stabil. Ada penjelasan psikologis mendalam di balik kecenderungan kita lebih mudah marah kepada orang-orang terdekat.

Berikut adalah tiga teori psikologi yang menjelaskan alasan di balik fenomena ini:

READ ALSO

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

1. Teori Displacement: Melampiaskan Emosi ke Target yang Lebih Aman

Menurut Sigmund Freud, displacement adalah salah satu mekanisme pertahanan diri, di mana seseorang memindahkan emosi negatif seperti marah atau frustrasi dari sumber sebenarnya ke sasaran yang dianggap lebih aman.

Contohnya, kamu mungkin kesal dengan atasan karena dimarahi di kantor, tapi tidak bisa mengekspresikan kemarahan itu secara langsung. Akhirnya, perasaan marah tersebut malah dilampiaskan ke pasangan atau anggota keluarga di rumah—orang yang secara emosional terasa lebih aman untuk dijadikan pelampiasan.

Masalahnya, mekanisme ini sering terjadi tanpa sadar. Kita merasa “berhak” marah kepada orang terdekat karena mereka lebih memahami kita. Namun, jika terus dibiarkan, hubungan bisa menjadi toxic karena emosi negatif yang seharusnya tidak ditujukan kepada mereka malah menjadi beban hubungan.

Baca juga: Bebas Kecanduan Kopi, 8 Langkah Mudah Hidup Lebih Sehat

2. Attachment Theory: Gaya Keterikatan Mempengaruhi Cara Kita Marah

Teori dari John Bowlby menjelaskan bahwa pola keterikatan atau attachment style yang terbentuk sejak masa kecil sangat memengaruhi cara kita berinteraksi dalam hubungan dekat saat dewasa.

  • Secure attachment: lebih mampu mengelola emosi dengan sehat.

  • Insecure attachment (anxious atau avoidant): cenderung lebih emosional dan sensitif terhadap tanda-tanda penolakan.

Misalnya, seseorang dengan anxious attachment bisa merasa sangat marah hanya karena pasangannya terlambat membalas pesan, karena merasa tidak dicintai. Di sisi lain, mereka yang avoidant justru merasa tidak nyaman dengan kedekatan emosional, dan bisa marah saat merasa terlalu terikat. Dalam kasus ini, kemarahan bukan soal peristiwa kecil, tapi luka lama yang belum sembuh.

Baca juga: Plaanet Stress Malang, Tempat Healing Inovatif Melampiaskan Emosi Negatif

3. Teori Ekspektasi Sosial: Orang Terdekat, Ekspektasi Lebih Tinggi

Psikolog sosial Harold Kelley lewat teori interdependence, menjelaskan bahwa kita memiliki ekspektasi emosional lebih tinggi terhadap orang terdekat dibandingkan dengan orang asing. Kita mengharapkan perhatian, validasi, dan pengertian—dan ketika itu tidak terpenuhi, emosi negatif muncul lebih cepat.

Kesalahan kecil seperti lupa ulang tahun atau tidak peka saat kita sedang stres bisa terasa sangat besar jika dilakukan oleh orang dekat. Padahal jika hal serupa dilakukan oleh orang asing, kita cenderung lebih toleran.

Masalah makin rumit ketika kita berharap orang terdekat bisa “membaca pikiran” kita tanpa komunikasi terbuka. Akhirnya, ekspektasi berubah jadi tuntutan diam-diam yang memicu konflik.

Mudah Marah, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Agar tidak terus-menerus menjadikan orang terdekat sebagai pelampiasan emosi, cobalah langkah-langkah berikut:

  • 🔹 Sadari emosimu: Tanyakan pada diri sendiri, “Aku sebenarnya marah pada siapa?”

  • 🔹 Komunikasikan ekspektasi: Jangan berharap orang lain bisa menebak isi hatimu.

  • 🔹 Latih pengendalian diri: Ambil jeda sebelum bereaksi, terutama saat stres atau kelelahan.

  • 🔹 Refleksi diri: Periksa apakah kamu punya pola ketergantungan emosional yang tidak sehat atau luka lama yang belum sembuh.

Penutup: Orang Terdekat Bukan Tempat Pelampiasan

Marah adalah hal wajar dalam hubungan. Tapi bagaimana kita mengelolanya menentukan sehat tidaknya relasi tersebut. Semakin kita memahami akar psikologis dari emosi, semakin bijak kita dalam menyikapinya. Ingat, orang terdekat seharusnya menjadi ruang aman untuk tumbuh bersama, bukan menjadi korban dari kemarahan yang salah sasaran.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Nama penulis: Maysa Ayu Raddina (magang)
redaktur: jatmiko

Tags: attachment theorycara mengelola emosidisplacementekspektasi sosialemosiHubungankeluargaKesehatan MentalkomunikasimarahPasanganpengendalian emosipsikologiself awarenessteori psikologitoxic relationship

Related Posts

Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Next Post
Chatour Travel

Tabungan Umroh Mulai Rp10 Ribu, Chatour Travel Hadirkan Virtual Haromain

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.